Search
id-IDen-US

Berita Komunitas

Kampoeng BNI

Program pengentasan kemiskinan disadari tidak hanya merupakan kewajiban pemerintah, namun merupakan tanggungjawab semua pihak termasuk perusahaan-perusahaan BUMN.

BNI yang merupakan salah satu bank BUMN melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) berupaya memberikan sumbangsih dalam hal pemberian pinjaman modal dengan bunga lunak, pelatihan (capacity building), pemasaran dengan menunjuk bapak angkat dan bantuan hibah lainnya berupaya untuk memberdayaan pengusaha kecil menjadi tangguh dan mandiri.

Agar memudahkan dalam pengelolaan program kemitraan BNI dalam suatu kawasan yang memiliki kegiatan yang sejenis akan dibuat suatu klaster dimana program unggulan yang disebut Kampoeng BNI.

Kampoeng  BNI dibangun dengan sistim klaster, dimana pada suatu kawasan masyarakatnya memiliki kesamaan dalam melakukan usahanya. Dalam kawasan tersebut dimungkinkan pula adanya sinergi antara pemasok, pekerja/pengrajin hingga bapak angkat yang akan membantu dalam memasarkan hasil produksi di kawasan tersebut.

Secara umum, kriteria dan fasilitas pada suatu Kampoeng BNI adalah:

1. Telah mendapatkan kredit kemitraan mencapai Rp. 1 Milyar dengan bunga yang sangat ringan sebesar 6% per tahun melalui program kemitraan.

2. Peningkatan kemampuan melalui pelatihan (capacity building) yang diselenggarakan BNI bekerjasama dengan pihak yang kompeten maupun dengan Pemerinta daerah setempat.

3. Pengarahan dalam pemasaran melalui bapak angkat yang menjadi debitur Bank BNI.

4. Dapat disertakan dalam pameran, baik dalam maupun luar negeri.

5. Peningkatan kemampuan mitra binaan melalui capacity building yang diselenggarakan BNI. 

6. Publikasi terhadap kampoeng BNI melalui berbagai media massa.

 

Strategi komunikasi Kampoeng BNI saat ini dilaksanakan dengan menggunakan below the line maupun above the line.

Secara below the line kampoeng BNI dikomunikasikan antara lain melalui brosur-brosur dan pembuatan profil pada acara-acara pameran, penyampaian pada berbagai kesempatan, misalnya pada acara diskusi, talkshow  dan acara lainnya. Sedangkan pada komunikasi above the line adalah dengan melakukan serial advertorial pada koran maupun majalah.

Program Kampoeng BNI merupakan ikon dalam pemberian kredit yang diselenggarakan bank BNI yang bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat dengan tingkat ekonomi lemah. Penyaluran kredit menggunakan skema kredit yang paling murah, yakni sebesar 6% setahun yang sifatnya merupakan modal bergulir. Tentu saja pembiayaan dengan skema ini bukan diperuntukkan bagi semua orang, program ini merupakan skema khusus yang hanya dapat dinikmati oleh masyarakat  yang belum dapat mengakses fasilitas perbankan secara umum karena persyaratan yang belum dapat dipenuhi, misalnya tidak adanya jaminan yang dapat dijaminkan ke bank, namun memiliki potensi bisnis yang menjanjikan (feasible). Diharapkan dengan program ini masyarakat di Kampoeng BNI dapat membuat rekam jejak yang baik dalam angsuran kreditnya, sehingga dapat menjadi dasar keputusan kredit apabila dikemudian hari bermaksud mengajukan kredit perbankan secara komersial.

Program kampoeng BNI dimulai sejak tahun 2007 hingga sekarang. Dengan konsep pemberdayaan masyarakat berbasis kerakyatan ini telah berhasil memberikan dampak yang positif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemberian kredit kemitraan yang disalurkan melalui kampoeng BNI terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mendapatkan fasilitas ini dimana para mitra binaan BNI dapat mengembangkan usaha kecilnya.

Per akhir tahun 2010, mitra binaan BNI yang masih aktif mendapatkan program kemitraan adalah sebanyak 4.115 mitra dengan jumlah akumulasi pengucuran dana sebesar Rp. 220.189 juta. Sedangkan program kemitraan dalam bentuk klaster yang disebut dengan kampoeng BNI hingga 2010 adalah:

Saat ini Kampoeng BNI yang sudah berjalan antara lain:

1.    Kampoeng BNI Tenun Sumatera Selatan,

2.    Kampoeng BNI Sapi Subang,

3.    Kampoeng BNI Jagung Ciamis,

4.    Kampoeng BNI Sapi Pasuruan,

5.    Kampoeng BNI Jambu Mete, Imogiri

Agar tetap konsisten dengan pemberdayaan masyarakat melalui program kampoeng BNI, kedepan akan segera dibangun kampoeng BNI lainnya, antara lain:

1.    Kampoeng Pemberdayaan Perempuan, Bogor

2.    Kampoeng BNI Nelayan di Lamongan,

3.    Kampoeng BNI Kawasan Bunga di Rawa Belong,

4.    Kampoeng BNI Rumput Laut di Menado,

5.    Kampoeng BNI Padi Kain Ulos di Pematang Siantar,

6.    Kampoeng BNI Seni di Klungkung Bali.

dan kampoeng-kampoeng BNI lainnya yang akan segera menyusul.

Hal lain yang didapatkan mitra binaan BNI yang berada pada lingkungan kampoeng BNI adalah mendapatkan pelatihan atau yang sering disebut capacity building. Pelatihan kepada para mitra binaan meliputi materi  yang terkait dengan pengembangan kemampuan mitrabinaan, antara lain terkait dengan proses produksi, kerirausahaan, pembukuan sederhana, pemasaran dan yang paling penting adalah motivasi untuk terus mengembangkan usahanya.

 Pelaksanaan pelatihan biasaya dilakukan beberapa waktu sebelum peresmian kampoeng BNI dan waktu-waktu setelahnya, disesuaikan dengan kebutuhan. Seperti di Kampoeng BNI tenun Sumatera Selatan, pelatihan dan pembinaan dilaksanakan bekerjasama dengan Cita Tenun Indonesia (CTI) yang secara progresif membina dan meningkatkan baik kualitas hasil perajin tenun songket hingga membantu meningkatkan citra songket Palembang  dengan mengikut sertakan bahan songket Palembang dalam ajang pameran busana yang dilaksanakan oleh para desainer busana ternama di Indonesia. Hal ini tentu memberikan motivasi kepada perajin songket di Kampoeng Tenun Palembang dalam meningkatkan kualitas hasil produksinya.