Chat With Us
Chat With Us
en-USid-ID
X

Press Release

Kerjasama Strategis BNI - ICC Untuk Perkuat Bisnis Global

Jakarta, 8 November 2013. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat bisnis internasionalnya dengan menggaet International Chamber of Commerce (ICC) atau Kamar Dagang Internasional Indonesia. Melalui kerja sama ini, BNI mengirimkan staf-staf terbaiknya untuk dididik oleh ICC Indonesia menjadi pegawai yang memiliki kompetensi standar internasional dalam memberikan pelayanan perbankan yang terkait dengan transaksi global.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Tresuri & FI BNI Adi Setianto dengan Chairman ICC Indonesia Noke Kiroyan di Jakarta, Jumat (8/11/2013). MoU ini memungkinkan BNI untuk mendapatkan dukungan dalam bentuk pelatihan atau pengembangan dan sertifikasi keahlian di bidang perdagangan internasional dari ICC Indonesia bagi para pegawainya.

Kerja sama dengan ICC ini mencakup pelatihan, bimbingan sertifikasi keahlian, dan pemberian sertifikasi keahlian dalam bidang transaksi internasional. Pelatihan pengembangan serta sertifikasi yang dapat diberikan melalui kerja sama dengan ICC Indonesia tersebut antara lain:

  1. Certified Documentary Credit Specialist (CDCS)
  2. Certificate in International Trade & Finance (CITF)
  3. International Standard Banking Practices
  4. Sales Contract & Incoterm 2010
  5. Risk Issue in International Trade
  6. Bank Strategy to Increase Business Revenue
  7. Risk, Control Monitoring in International Trade Finance
  8. Standby Letter of Credit
  9. Transport & Logistic
  10. Trade Supply Chain & Finance
  11. UCP 600

"Kerja sama dengan ICC Indonesia ini menunjukkan keseriusan BNI dalam mengelola transaksi internasional. Langkah ini kami percaya akan memuaskan seluruh stake holder. Dengan kompetensi berstandar internasional ini, pelayanan yang diberikan BNI akan menjadi jaminan pelayanan prima kepada nasabah, apalagi BNI didukung dengan lima cabang luar negeri, yaitu di New York, London, Hongkong, Tokyo dan Singapura serta didukung oleh banyak bank koresponden di luar negeri," tutur Adi.

Dengan peningkatan kapasitas staf setelah pelatihan ICC Indonesia ini diharapkan proses pelayanan terhadap nasabah menjadi lebih cepat dan lebih akurat, terutama dalam pengelolaan risiko-risiko yang muncul terkait transaksi internasional. Upaya mengembangkan kapasitas para stafnya ini dilakukan BNI secara terus-menerus.

Menurut Adi Setianto, perdagangan international dalam hal ekspor impor memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia khususnya dan dunia umumnya. Perdagangan antar negara ini menjadi motor penggerak perekonomian dan pembangunan Indonesia. Berkaitan dengan globalisasi ekonomi, di masa yang akan datang, perdagangan internasional akan semakin memegang peranan penting dengan volume yang semakin meningkat.

Bagi bangsa Indonesia, perdagangan internasional merupakan sektor yang sangat prospektif dan memerlukan penanganan yang serius dan tepat. BNI sebagai salah satu penyedia jasa dalam layanan transaksi internasional melihat hal ini sebagai peluang besar dalam pengembangan bisnis internasional. Untuk itu perlu dipersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan handal dalam pengelolaan transaksi internasional," tutur Adi.

Jakarta, 8 November 2013. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat bisnis internasionalnya dengan menggaet International Chamber of Commerce (ICC) atau Kamar Dagang Internasional Indonesia. Melalui kerja sama ini, BNI mengirimkan staf-staf terbaiknya untuk dididik oleh ICC Indonesia menjadi pegawai yang memiliki kompetensi standar internasional dalam memberikan pelayanan perbankan yang terkait dengan transaksi global.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Tresuri & FI BNI Adi Setianto dengan Chairman ICC Indonesia Noke Kiroyan di Jakarta, Jumat (8/11/2013). MoU ini memungkinkan BNI untuk mendapatkan dukungan dalam bentuk pelatihan atau pengembangan dan sertifikasi keahlian di bidang perdagangan internasional dari ICC Indonesia bagi para pegawainya.

Kerja sama dengan ICC ini mencakup pelatihan, bimbingan sertifikasi keahlian, dan pemberian sertifikasi keahlian dalam bidang transaksi internasional. Pelatihan pengembangan serta sertifikasi yang dapat diberikan melalui kerja sama dengan ICC Indonesia tersebut antara lain:

  1. Certified Documentary Credit Specialist (CDCS)
  2. Certificate in International Trade & Finance (CITF)
  3. International Standard Banking Practices
  4. Sales Contract & Incoterm 2010
  5. Risk Issue in International Trade
  6. Bank Strategy to Increase Business Revenue
  7. Risk, Control Monitoring in International Trade Finance
  8. Standby Letter of Credit
  9. Transport & Logistic
  10. Trade Supply Chain & Finance
  11. UCP 600

"Kerja sama dengan ICC Indonesia ini menunjukkan keseriusan BNI dalam mengelola transaksi internasional. Langkah ini kami percaya akan memuaskan seluruh stake holder. Dengan kompetensi berstandar internasional ini, pelayanan yang diberikan BNI akan menjadi jaminan pelayanan prima kepada nasabah, apalagi BNI didukung dengan lima cabang luar negeri, yaitu di New York, London, Hongkong, Tokyo dan Singapura serta didukung oleh banyak bank koresponden di luar negeri," tutur Adi.

Dengan peningkatan kapasitas staf setelah pelatihan ICC Indonesia ini diharapkan proses pelayanan terhadap nasabah menjadi lebih cepat dan lebih akurat, terutama dalam pengelolaan risiko-risiko yang muncul terkait transaksi internasional. Upaya mengembangkan kapasitas para stafnya ini dilakukan BNI secara terus-menerus.

Menurut Adi Setianto, perdagangan international dalam hal ekspor impor memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia khususnya dan dunia umumnya. Perdagangan antar negara ini menjadi motor penggerak perekonomian dan pembangunan Indonesia. Berkaitan dengan globalisasi ekonomi, di masa yang akan datang, perdagangan internasional akan semakin memegang peranan penting dengan volume yang semakin meningkat.

Bagi bangsa Indonesia, perdagangan internasional merupakan sektor yang sangat prospektif dan memerlukan penanganan yang serius dan tepat. BNI sebagai salah satu penyedia jasa dalam layanan transaksi internasional melihat hal ini sebagai peluang besar dalam pengembangan bisnis internasional. Untuk itu perlu dipersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan handal dalam pengelolaan transaksi internasional," tutur Adi.

Related