Chat With Us
Chat With Us
en-USid-ID
X

Siaran Pers

Premier Non-Cash Food Aid (BPNT) Launched by Ministry of Social RI & BNI Distributed to 2,205 Beneficiaries

Surabaya, 12 Februari 2017 --- Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melaksanakan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) secara perdana. Pada penyaluran pertama ini BPNT didistribusikan kepada lebih dari 2.205 keluarga penerima manfaat di Surabaya dan Lamongan, Jawa Timur yang disalurkan melalui agen-agen branchless banking BNI atau yang disebut Agen46 BNI sebagai percontohan awal.

Acara Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan Menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera tersebut dilaksanakan di Gedung Olah Raga Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (12 Februari 2017). Launching Penyaluran BPNT tersebut dilaksanakan oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa. Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI Andi ZA Dulung, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Hary Khidmat, serta Koordinator Penyaluran Bantuan Sosial Himbara sekaligus Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto.

Khofifah mengatakan BPNT merupakan arahan Presiden Joko Widodo. Dalam Rapat Terbatas Maret, April, dan Juni 2016, Presiden memberi arahan agar bansos makin diintegrasikan secara non tunai dan subsidi pangan akan dikonversi dengan bantuan pangan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Presiden mengarahkan agar penerapan penyaluran bantuan pangan pengganti subsidi pangan yang dikenal raskin atau rastra dapat mulai diterapkan pada tahun 2017.

"Program Subsidi Pangan ini dulunya raskin lalu diubah menjadi rastra (beras sejahtera). Subsidi Pangan saat ini dikonversikan menjadi Bantuan Pangan Non Tunai. Bapak, Ibu akan ditanya tentang hal ini. Maka kuasai hal ini karena secara terminologis mempunyai perbedaan yang signifikan," papar Mensos.

Tahun 2017 nilai BPNT mencapai Rp 1,6 Triliun. Jumlahnya begitu besar, "Maka saya minta pemda dan dinsos kuasai mekanismenya. Sebab nanti akan muncul pertanyaan-pertanyaan terkait sistem baru penyaluran bantuan ini. Apa itu subsidi pangan, apa bedanya dengan bantuan pangan. Jelaskan kepada penerima manfaat," terang Mensos

Suprajarto mengungkapkan, sebanyak 2.205 keluarga penerima manfaat tersebut juga merupakan bagian dari penerima Bantuan Sosial PKH Non Tunai dari Total 24.000 KPM yang ada di Kota Surabaya. Untuk Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Surabaya ini, BNI telah menyiapkan 279 Agen yang siap menyalurkannya. Penyaluran BPNT di Lamongan telah dilakukan sehari sebelumnya.

Sistem yang dipakai dalam penyaluran BPNT ini menggunakan Kartu yang memiliki multi fungsi, yaitu sebagai e-wallet yang dapat menyimpan data penyaluran bantuan Pangan serta berfungsi sebagai kartu tabungan. Dengan sistem ini, Bantuan pangan Non Tunai akan langsung disalurkan ke rekening Penerima Manfaat dalam hal ini E-wallet dan hanya dapat digunakan untuk membeli barang sesuai program yang ditetapkan pemerintah.

Dalam sistem penyaluran ini, dibangun pula sistem monitoring berupa Dashboard yang bersifat online untuk pemantauan, penyaluran, dan penyerapan bantuan sosial serta rekonsiliasinya. Sistem ini dapat diakses untuk kepentingan secara nasional sampai dengan Desa.

"Untuk pengembangan kedepan, metode ini juga dapat diterapkan untuk penyaluran Bantuan Sosial atau Subsidi lainnya seperti Pupuk, Elpiji, sehingga dapat mendukung program Pemerintah untuk bantuan sosial dan subsidi," ujar Suprajarto.

Penerima BPNT dapat mendatangi Agen46 BNI atau Agen-agen Branchless Banking lain dari Bank Himbara untuk memanfaatkan bantuan pangan tersebut. Kekhususan BPNT adalah pada penyalurannya yang hanya bisa dicairkan dalam bentuk komoditas pangan.

Pada Penyaluran BPNT perdana di Surabaya kali ini, BPNT hanya dapat dicairkan menjadi beras bersubsidi sebanyak 10 kilogram (kg) dan gula sebanyak 2 kg atau senilai Rp 110.000 per penerima. Bantuan tersebut tidak dapat dicairkan dalam bentuk uang. Untuk itu, BPNT juga dapat dicairkan melalui Rumah Pangan Kita (RPK) yang dikelola BULOG dan Warung Gotong Royong Elektronik (E-Warong) yang dioperasikan oleh koperasi dibawah koordinasi Kementeriaan Sosial RI.

Jaringan Agen Bank HIMBARA, saat ini mencapai lebih dari 165.000 agen yang cukup banyak dan luas sehingga dapat mengakomodir penyaluran beragam bantuan sosial. Sebanyak 16.000 agen diantaranya siap menyalurkan BPNT.

Untuk tahun 2017 sebanyak 1,4 Juta orang Penerima Manfaat yang berada di 51 Kota/Kabupaten akan menerima bantuan Pangan Non tunai melalui Bank-Bank Himbara. Agen Bank Himbara bekerjasama dengan Perum Bulog untuk menyediakan Barang Natura dimana pada tahap awal ini telah di sepakati bersama Kementerian Sosial bahwa komoditas barang terdiri dari Beras dan Gula dengan nilak bantuan sebesar Rp. 110.000 / bulan dapat dicairkan untuk belanja barang tersebut.

Total penyaluran Bantuan Sosial di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2017 ditetapkan akan mencapai Rp 6 triliun lebih. Khusus untuk Surabaya Rp 145 miliar lebih. Bantuan Sosial (Bansos) tersebut terdiri atas Program Keluarga Harapan, Beras Sejahtera (Rastra), Bansos Lansia, dan Bansos Disabilitas.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Kiryanto, Corporate Secretary BNI

Telp : 021-5728387, Email : bni@bni.co.id

Surabaya, 12 February 2017 - Ministry of Social of The Republic of Indonesia in collaboration with PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk held premier Non-Cash Food Aid (BPNT) distribution. This first BPNT distribution is designated to more than 2,205 beneficiary families in Surabaya and Lamongan, East Java, distributed through BNI branchless banking agents or called Agen46 BNI as the initial pilot. 

The distribution event of Non-Cash Food Aid (BPNT) and Non-Cash Social Aid, Family Hope Program Uses Welfare Family Card was held in Bung Tomo Sport Center, Surabaya, East Java, Sunday (12 February 2017). Launching of that BPNT Distribution was performed by the Social Minister of the Republic of Indonesia, Khofifah Indar Parawansa. Present in that occasion were Director General of Poverty Management of Ministry of Social of the Republic of Indonesia Andi ZA Dulung, Director General of Protection and Social Security of Ministry of Social of the Republic of Indonesia Hary Khidmat, as well as Coordinator of Social Aid Distribution Himbara concurrently Vice President Director of BNI Suprajarto. 

Khofifah said that BPNT is a direction from President Joko Widodo. In the Limited Meeting in March, April, and June 2016, President given direction that social aid should be more integrated in non-cash form and food subsidy will be converted to food aid through Welfare Family Card (KKS). President directed that implementation of food aid distribution as food subsidy substitution known as rice for poor people (raskin) or rice for prosper people (rastra) can be started in 2017. 

"This Food Subsidy Program which was rice for poor people (raskin) then it is changed to be rice for prosper people (rastra). Food subsidy is not converted to be Non-Cash Food Aid. Ladies and gentlemen will all be asked about this, so please familiar yourself with this, as in terminology it has significant difference," Mrs. Minister explained. 

In 2017 the BPNT value reached Rp 1.6 Trillion. The amount is very large, "So I asked regional government and social agency to be familiar with the mechanism. Because later there will arise questions related to new system of this aid distribution. What is food subsidy, what is the difference with food aid. Explain to the beneficiaries," Mrs. Minister described. 

Suprajarto conveyed, as many as 2,205 families are also the part of Non Cash PKH Social Aid beneficiaries from the total 24,000 KPM exist in Surabaya City. For Distribution of Non-Cash Food Subsidy in Surabaya City, BNI has prepared 279 Agents ready to distribute the aid. BPNT Distribution in Lamongan has been carried out one day before.

The system used in this BPNT distribution uses multifunction Card, namely as e-wallet to store Food aid distribution data and functions as saving card. By this system, Non-Cash food Aid will directly distributed to Beneficiaries’ accounts in this matter is E-wallet and only can be used to buy goods according to the program set by government. 

In this distribution system, monitoring system is also built in the form of online Dashboard for social aid monitoring, distribution, and absorption as well as reconciliation. This system can be accessed nationally up to village.

"For the future development, this method also can be applied for distribution of Social Aid or other subsidies such as Fertilizer, LPG, so that can support Government program for social aid and subsidy," said Suprajarto.

A BPNT beneficiary can visit Agen46 BNI or other Branchless Banking Agents from Himbara Bank to utilize that food aid. BPNT specialty is that the distribution only can be disbursed in the form of food commodities.

In the premier BPNT distribution in Surabaya this time, BPNT can only be disbursed to be 10 kilograms (kg) subsidized rice and 2 kg sugar or in the amount of Rp 110,000 per beneficiary. That aid cannot be disbursed in cash. Therefore, BPNT also can be disbursed through Rumah Pangan Kita (RPK) managed by BULOG and Electronic Mutual Aid Warong (E-Warong) operated by cooperation coordinated by Ministry of Social of the Republic of Indonesia.

HIMBARA Bank Agent network, currently has reached more than 165,000 agent widely spread so that can accommodate distribution of various social aids. As many as 16,000 agents among them are ready to distribute BPNT.

In 2017 as many as 1.4 million people Beneficiaries live in 51 Cities/Regencies will receive Non-Cash Food Aid through Himbara Bank. Himbara Bank Agents in collaboration with Perum Bulog provide Goods where in this initial stage has been mutually agreed with Ministry of Social, that the item commodities consist of Rice and Sugar with aid value of Rp. 110,000 / month can be disbursed to purchase that items.

The total distribution of Social Aid in East Java Province in 2017 is set to reach over Rp 6 trillion. Particularly for Surabaya is over Rp 145 billion. Social Aid (Bansos) consists of Family Hope Program, Rice for Prosper People (Rastra), Elderly Social Aid, and Disability Social Aid.

For more information, please call :

Kiryanto, Corporate Secretary BNI
Tel : 021-5728387, Email : bni@bni.co.id

Related