Chat With Us
Chat With Us
en-USid-ID
X

Bersama BNI, UMKM Go Digital


Pola penyaluran kredit pada pelaku UMKM dari automasi ke digital terbukti efektif untuk menyalurkan kredit dalam jumlah yang masif dengan kualitas yang terjaga. Inovasi yang terus BNI lakukan berdampak pada peningkatan penyaluran debitur UMKM yang mulai tahun 2015 sebesar Rp. 55 Triliun kepada 97.000 debitur UMKM yang hingga tahun 2020 meningkat menjadi Rp. 102 Triliun kepada 280.000 debitur UMKM.

Bersama BNI, UMKM Go Digital

Melalui pola pendampingan baik langsung maupun tidak langsung dari kegiatan seminar nasional online, smartfarming 4.0, BNI terus berupaya menjadi mitra UMKM dalam mengembangkan bisnisnya mulai dari diversifikasi dan peningkatan kualitas produk, peningkatan efisiensi proses, sampai dengan bagaimana cara memasarkan produk dan sebagainya.

Keberhasilan pembinaan UMKM terlihat dari graduasi debitur KUR ke skim komersial yang turut meningkatkan kualitas usaha dari sisi jumlah tenaga kerja, omset dan profit.

Bersama BNI, UMKM Go Digital

BNI telah bekerjasama dan terus melakukan pembinaan terhadap mitra UMKM nya. Sampai dengan saat ini sebanyak 333 Debitur BNI telah menerima tambahan modal sebesar 263 Miliar yang digunakan untuk mengembangkan usahanya hingga dapat melebarkan sayapnya ke PASAR EKSPOR. BNI memfasilitasi UMKM binaannya untuk dapat mengakses pasar ekspor sehingga UMKM mitra binaan BNI tidak perlu takut lagi dalam mencari pasar untuk produknya. Memiliki kantor cabang di luar negeri menjadi salah satu kelebihan BNI dalam membantu UMKM mengakses pasar internasional.

Salah satu rahasia akuisisi UMKM secara masif dengan kualitas yg terjaga di BNI adalah clustering dan pembentukan closed loop ecosystem. Contoh nyatanya adalah penyaluran ke pertanian, perikanan, klaster dan closed loop ecosystem lainnya. Untuk sektor perikanan BNI berkolaborasi dengan Aruna untuk mewujudkan Rumah Nelayan Indonesia sebagai one stop solution untuk layanan usaha dan perbankan kepada nelayan secara end to end mulai dari menabung, transaksi, jual beli, hingga permodalan. BNI dilengkapi menyediakan mini processing unit dan market place penjualan hasil dan kebutuhan melaut, serta memberikan pendampingan pada nelayan. Portofolio penyaluran KUR BNI di sektor perikanan hingga 30 Juni 2020 telah mencapai Rp 7,4 triliun serta menyentuh 97.387 penerima KUR di seluruh Indonesia.

Bersama BNI, UMKM Go Digital
Bersama BNI, UMKM Go Digital

Proses kurasi debitur dilakukan dengan dukungan teknologi dan kerjasama dengan start up, perusahaan telekomunikasi, mitra Big Data, hingga market place dan fintech. Termasuk dengan mendorong pemanfaatan sarana digital dalam transaksi sehingga lebih efisien, cashless sehingga lebih adaptif di era new norma. BNI aktif dalam mendukung UMKM untuk menggunakan cashless transaction, dan mendukung UMKM binaannya untuk mengembangkan usahanya melalui online marketing melalui mitra (online market) BNI. Potensi akusisi UMKM dengan dukungan teknologi yang disasar BNI saat ini sebanyak 335.858 UMKM.

Bersama BNI, UMKM Go Digital
Bersama BNI, UMKM Go Digital

Kegiatan akuisisi di sektor pertanian memanfaatkan BNI MOVE Agriculture, sedangkan untuk pendampingan dilakukan dengan mendorong program smartfarming 4.0 sebagai upaya implementasi pertanian presisi dengan pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan produksi dengan proses budidaya yang semakin efektif.

Bersama BNI, UMKM Go Digital

Untuk masa tanam sampai dengan 2020 BNI telah melaksanakan program smartfarming 4.0 di 5 kabupaten untuk komoditas Kopi (Dairi, Sumut), Padi dan Hortikultura (Situbondo, Jatim, Pasaman Barat Sumut, Garut Jabar dan Sukabumi Jabar), dengan total realisasi sampai dengan saat ini, disalurkan kepada 61.130 petani, maks penyaluran Rp. 1,4 T. Saat ini kerjasama dengan Program Smart Farming berbasis Internet of Things (IOT) melalui Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 telah terdapat 936 Petani On Board di system Aplikasi yang digunakan BNI dalam pendampingan. Adapun potensi akusisi sektor pertanian dengan memanfaatkan BNI Move Agroculture, akan diprioritaskan untuk 13 propinsi yang menjadi penugasan BNI untuk kartu tani dengan potensi sebanyak 1,3 Juta Petani.

Supply Chain Financing BNI

Solusi Keuangan Dalam Mata Rantai Bisnis Nasabah Berbasis Digital

BNI memberikan solusi bisnis dalam suatu mata rantai dari hulu ke hilir yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah dalam rangka mempertahankan keberlangsungan usaha. Nasabah sebagai pelaku bisnis cenderung akan meningkatkan efisiensi dan profit usahanya melalui optimalisasi modal kerja dan cost reduction. Optimalisasi modal kerja saat ini dilakukan melalui pengaturan cash flow dan mempercepat cash convertion cycle dari sisi nasabah dan mitranya.

Bersama BNI, UMKM Go Digital
Bersama BNI, UMKM Go Digital

Dalam pelaksanaannya, BNI memberikan layanan solusi transaksional perbankan terintegrasi yang unggul melalui program Supply Chain Financing (SCF) berbasis digital dengan penggunaan Platform BNI FSCM. (BNI Financial Supply Chain Management) yang dapat membantu nasabah dalam pengaturan cashflow. Selain berbasis digital, keunggulan SCF BNI adalah memberikan pricing yang kompetitif, proses cepat, dan persyaratan yang lebih flexibel.

Bersama BNI, UMKM Go Digital

Sebagai salah satu wujud dukungan BNI kepada program pemerintah, SCF BNI memberikan pembiayaan talangan tagihan klaim faskes mitra BPJS Kesehatan untuk mempercepat penerimaan tagihan sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat lebih optimal. BNI juga menggarap bisnis dalam ekosistem Kesehatan dari hulu ke hilir melalui berbagai produk BNI kepada faskes, tenaga medis, vendor, dan customer sebagai solusi keuangan.

Bersama BNI, UMKM Go Digital

Penyebaran Covid-19 mempengaruhi perekonomian di Indonesia terutama di sektor usaha tertentu. Untuk menjaga kestabilan ekonomi, BNI berperan serta mendukung pemerintah dalam pemulihan ekonomi, BNI berperan serta mendukung pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional, salah satunya melalui pembiayaan kepada nasabah (vendor kementerian) yang mengerjakan proyek dengan sumber anggaran APBN.

Bersama BNI, UMKM Go Digital

Selain pembiayaan kepada mitra BPJS Kesehatan dan vendor kementerian, BNI telah menjalin kerjasama SCF dengan beberapa nasabah korporasi diantaranya Pelindo, Semen Indonesia Group, Cemindo Gelang, Pupuk Indonesia Holding Company, Pertamina group, Telkom group, KAI group, PLN group, Garuda Maintainance Facilities (GMF), dan Sinarmas Group.

Implementasi kerjasama SCF BNI dapat dilihat dari penyaluran sampai dengan saat ini kepada 26.672 nasabah sebesar Rp. 33,3 Triliun. BNI berkomitmen untuk terus tumbuh melalui perluasan kerjasama di sektor usaha lainnya seperti transportasi, industri, konstruksi, perdagangan, pertanian, pangan, energi, telekomunikasi, pendidikan, dan lainnya yang pada akhirnya mendukung upaya pemerintah dalam pemberdayaan UMKM untuk meningkatkan produktivitas, daya saing dan kemandirian.