The Product


The Product


Pastikan Anda mengetahui Profil Risiko Anda sebelum memulai berinvestasi.

Pastikan Anda mengetahui Profil Risiko Anda sebelum memulai berinvestasi.


Investasi dan Asuransi

Savings

Mutual Fund

Bonds

Treasury

Bancassurance


Info Investasi


Emerald Daily Update 3 Juni 2026

Wednesday, 3 June 2026

"Don’t let the fear of losing be greater than the excitement of winning." – Robert Kiyosaki.

Indikator Ekonomi

Indikator

Global Market

Bursa saham AS mayoritas menguat, dan harga US Treasury (UST) mayoritas melemah dengan rilis JOLTS Job Openings yang meningkat ke 7618k dari sebelumnya 6887k selama April, meski disertai sentimen kekhawatiran atas terhambatnya negosiasi AS-Iran dan penolakan Hizbullah terhadap gencatan senjata parsial dengan Israel. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 228,91 poin, atau 0,45% ke level 51.307,79, S&P 500 naik 9,94 poin, atau 0,13% ke level 7.609,90 dan Nasdaq Composite naik 7,09 poin, atau 0,03% ke level 27.093,90.

Indeks Dollar (DXY) (02/06) naik tipis +0.018 (+0.02%) di level 99.219. Imbal hasil UST tenor 5 yr naik 2.8 bps di level 4.170% dan yield tenor 10 yr naik 0.7 bps di level 4.444%.

Inflasi zona Eropa melonjak ke 3,2% di bulan Mei, melampaui 3% untuk pertama kalinya sejak 2023 dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB).

Ekonomi Australia diperkirakan tumbuh moderat 0,4% pada kuartal pertama secara QoQ, dengan pertumbuhan tahunan stabil di 2,6%.

Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan pada 2 Juni 2026 naik +1.11% di 6.195, dengan sektor yang paling menguat adalah energi, basic materials, dan infrastructures. Investor asing mencatatkan net capital outflow sebesar IDR 1,39T. Harga SBN (02/06) mayoritas menguat dengan yield tenor 5 yr turun 4 bps di level 6,673% dan yield tenor 10 yr turun 4,3 bps di level 6,658%.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 mencapai 3,08% secara tahunan (YoY). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi Mei 2025 yang sebesar 1,60%. Komponen inti menjadi penyumbang terbesar dengan andil inflasi 1,66% dan tingkat inflasi 2,59%. Sejumlah komoditas yang mendorong inflasi inti antara lain emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi, sewa rumah, serta mobil. Rilis BPS juga menunjukan penyusutan surplus neraca dagang per April menjadi hanya USD 89 juta di tengah lonjakan impor.

Hasil lelang SBSN (02/06) mencatat total bid income sebesar IDR 26,04 T dengan nominal yang diserap sebesar Rp 8,85 T dari target indikatif sebesar Rp12 T. Seri yang paling diminati investor adalah seri SPS01032027 dengan total bid income sebesar IDR 5,33 T.

Index Saham

Index Saham

Sumber data : Bloomberg.

Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.

Divisi Wealth Management.

Manara BNI Lantai 7.

Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.

www.bni.co.id/emerald.

  • Kurs Valas
  • Konversi

Konversi Mata Uang

Special Rates
TT Counter
Bank Notes

Download wondr by BNI, Banking App untuk transaksi, mendapatkan insight, dan merencanakan life goals Anda

Download wondr by BNI, Banking App untuk transaksi, mendapatkan insight, dan merencanakan life goals Anda.

Download di App Store
Download di Play Store