Tuesday, 30 June 2026
"Financial freedom is available to those who learn about it and work for it." – Robert Kiyosaki
Indikator Ekonomi

Global Market
Indeks Dollar (DXY) (29/06) turun tipis -0.252 (-0.25%) di level 101.105, Dow Jones menguat 0.59%, S&P 500 menguat 1.17%, dan Nasdaq menguat 2.07%.
DXY turun dan harga US Treasury mayoritas melemah di tengah sentimen pasca kabar tercapainya kesepakatan sementara antara US dan Iran serta sikap hawkish dari The Fed yg didukung oleh data ekonomi US yang kuat. Harga minyak kembali mengalami kenaikan lebih dari 1% setelah kembali memanasnya ketegangan antara US dan Iran.
Pasar masih mencermati perkembangan terbaru di Timur Tengah setelah Amerika Serikat menyerang target militer Iran pada akhir pekan sebagai respons atas serangan Teheran di sepanjang Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump kemudian mengancam akan menghancurkan Iran. Setelah sebelumnya di tgl 17 Juni di tandatangani perjanjian perdamaian antara US dan Iran, kondisi sekarang dilaporkan kembali memanas dan harga minyak mulai kembali naik.
Ketidakpastian politik di Inggris menyebabkan Investor Asing menjual obligasi pemerintah Inggris senilai 5,5 Miliar Poundsterling bulan lalu, hal ini mengakhiri tren pembelian obligasi sejak bln Agustus.
Saham Asia ditutup stabil di zona hijau pada sesi perdagangan di hari Senin (29/6) sore setelah Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk menghentikan permusuhan yang kembali terjadi. Diplomasi kembali terjadi di Timur Tengah setelah serangan balasan AS terhadap Iran. Pihak Iran menghantam kapal kargo di selat Hormuz pekan lalu. Kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata sementara.
Indonesia
IHSG (29/06) turun -1.28% di 5,820, dengan sektor yang paling melemah adalah basic materials, industrials & financials.
Beberapa hari yang lalu pemerintah yang mengatakan akan menarik dana SAL yang sebelumnya di tempatkan di bank bank Himbara justru dilaporkan akan adanya penambahan dana (suntikan baru) sebesar 400 T.Perubahan arah kebijakan yang cepat dan dalam waktu singkat bisa memunculkan persepsi ketidak pastian bagi pelaku pasar, karena konsistensi kebijakan itu penting untuk mempengaruhi keyakinan investor terhadap Indonesia ke depannya.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetujui seluruh agenda yang diajukan perseroan, laporan Tahunan 2025 serta pengangkatan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama BEI.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.