Friday, 3 July 2026
"Financial freedom is available to those who learn about it and work for it." – Robert Kiyosaki
Indikator Ekonomi

Global Market
Indeks Dollar (DXY) (02/07) turun -0.535 poin (-0.53%) di level 100.857, Dow Jones menguat +1.14%, S&P 500 flat, dan Nasdaq melemah -0.80%, dikarenakan saham produsen chip turun. Sementara itu, harga minyak ditutup sideways.
DXY turun dan harga UST bergerak beragam dengan turunnya yield tenor pendek setelah rilis data tenaga kerja di AS melambat tajam pada bulan Juni yaitu Nonfarm Payrolls meningkat 57.000. Rilis tersebut kembali menggeser ekspektasi kenaikan suku bunga selanjutnya dari pertemuan September ke Oktober sebesar 46%.
Paket reformasi ekonomi Jerman yang mencakup keringanan pajak €10 miliar diperkirakan Kanselir Merz dapat mendorong PDB negara tersebut naik di atas 1% pada 2027.
Korea Selatan membuka perdagangan won selama 24 jam sebagai pelonggaran kontrol mata uang yang belum pernah terjadi, sebagai bagian dari upaya meraih status pasar negara maju dari MSCI.
Indonesia
IHSG (02/07) naik +0.87% di 5,744, dengan sektor yang paling menguat adalah industrials, transportation & logistic, dan basic materials. Dimana reli kenaikan yang terjadi di IHSG didorong saham big banks yang rebound dan saham konglomerat yang sempat menguat.
DPR dan pemerintah menyepakati asumsi makro RAPBN 2027, dengan target pertumbuhan ekonomi 5.8%-6.5%, defisit anggaran 1.8%-2.4% dari PDB, inflasi 1.5%-3.5%, serta nilai tukar rupiah di kisaran Rp16,800-17,500 per dolar AS.
Komisi XI DPR bersama pemerintah sepakat menuntaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (RUU PFII) sehingga dapat disahkan dalam Rapat Paripurna DPR pada 21 Juli 2026, dimana PFII diharapkan menjadi katalis bagi pendalaman sektor keuangan nasional, pengembangan inovasi jasa keuangan, peningkatan investasi, fasilitasi pembiayaan sektor-sektor prioritas dan proyek strategis nasional, pembiayaan berkelanjutan, serta memperkuat kontribusi sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Upaya Indonesia untuk bergabung dengan blok perdagangan bebas terbesar di kawasan Asia-Pasifik, Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dinilai dapat membuka akse pasar yang lebih luas bagi produk ekspor nasional sekaligus menarik lebih banyak investasi asing ke dalam negeri.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.