Selasa, 11 Agustus 2026
"Financial freedom is available to those who learn about it and work for it." – Robert Kiyosaki
Indikator Ekonomi

Global Market
Indeks Dollar (DXY) (10/08) naik +0.272 poin (+0.27%) di level 99.811. Dow Jones melemah 0.11%, S&P 500 melemah 0.06%, dan Nasdaq melemah 0.32%. Indeks saham melemah tertekan penurunan saham Intel dan sejumlah perusahaan chip. Investor semakin pesimistis terhadap kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
DXY bergerak menguat ditengah kabar Presiden AS Donald Trump mengajukan tuntutan baru terhadap Iran, termasuk kompensasi bagi korban tewas dan terluka akibat bom pinggir jalan serta konflik yang melibatkan Iran.
Meningkatnya ketidakpastian terkait krisis Timur Tengah turut mendorong harga minyak AS naik sekitar 5% menjadi US$82,13 per barel. Jika jalur minyak melalui Selat Hormuz kembali terbuka, tekanan terhadap harga energi dan inflasi dapat berkurang.
Pejabat The Fed, Beth Hammack, menyatakan bahwa sejumlah kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk menurunkan inflasi ke target 2% yang ditetapkan bank sentral.
Bank of Japan (BOJ) menyoroti meningkatnya risiko lonjakan inflasi dalam ringkasan pendapat dari pertemuan bulan Juli; salah satu anggota dewan mengisyaratkan kemungkinan percepatan laju kenaikan suku bunga.
Indonesia
IHSG (10/08) turun -0.69% di 6,365, dengan sektor yang paling melemah adalah sektor consumer non-cyclicals, infrastructures & industrials. USD/IDR (10/08) turun -135.00 poin ditutup di 17,755 dengan pelemahan Rupiah secara YtD 6.48%.
Penguatan IDR membesar pada siang hari setelah Istana mengumumkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI), dimana Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai calon Gubernur BI.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia turun menjadi 116,8 pada Juli 2026 dari 117,8 pada Juni. Meski melemah, IKK masih berada di atas 100 yang berarti masyarakat tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi.
Indonesia resmi meluncurkan produk Exchange Traded Fund (ETF) Emas bertepatan dengan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia pada Senin (10/8/2026). ETF Emas menggunakan emas fisik sebagai aset dasar. Kepemilikannya dicatat secara elektronik melalui Electronic Gold Receipt sebelum unit ETF dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.