Kamis, 13 Agustus 2026
"Financial freedom is available to those who learn about it and work for it." – Robert Kiyosaki
Indikator Ekonomi

Global Market
Indeks Dollar (DXY) (12/08) naik +0.186 poin (+0.19%) di level 100.014. Dow Jones melemah 0.04%, S&P 500 menguat 0.26%, dan Nasdaq menguat 0.54%. Dimana Mayoritas indeks menguat setelah laporan inflasi AS menunjukkan tekanan harga yang relatif terkendali.
DXY bergerak menguat ditengah kabar Iran yang telah melakukan reorganisasi militer agar lebih agresif di luar negeri di tengah kebuntuan pembicaraan mengenai pengakhiran konflik dengan AS.
Inflasi inti AS tercatat rendah pada bulan Juli, yang berpotensi mengurangi tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga, dimana inflasi inti naik 0.2% MoM dan inflasi tahunan mencapai 3.4%.
AS dan Jepang telah menunjukkan sikap kompak dalam upaya memperkuat nilai tukar yen, namun ketegangan mendasar antara Scott Bessent dan Sanae Takaichi terkait kebijakan Bank of Japan (BOJ) berisiko menggagalkan upaya tersebut.
People's Bank of China (PBOC) akan melaksanakan transaksi reverse repurchase agreement (repo balik) tenor overnight di pertengahan bulan; ini merupakan langkah perdana yang memperluas penggunaan instrumen likuiditas yang diperkenalkan pada bulan Juni.
Indonesia
IHSG (12/08) naik +1.69% di 6,373, dengan sektor yang paling menguat adalah infrastructures, energy, dan basic materials. USD/IDR (12/08) naik +35.00 poin ditutup di 17,870 dengan pelemahan Rupiah secara YtD 7.17%.
Hasil rebalancing MSCI diumumkan Kamis dini hari. Investor pada pasar hari ini diperkirakan akan mencermati hasil evaluasi indeks MSCI yang diumumkan pada dini hari tadi, dimana tidak ada saham Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard Index, sementara dua saham dikeluarkan, yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
MSCI tidak memberikan pengumuman tambahan terkait kelanjutan pembekuan dan lainnya hingga pengumuman lanjutan sebelum rebalancing MSCI November 2026 mendatang.
Presiden Prabowo Subianto mengusulkan empat nama untuk mengisi posisi Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI). Empat nama yang diajukan yakni Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI, Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI, Solikin M. Juhro sebagai calon Deputi Gubernur BI, dan Anwar Bashori sebagai calon Deputi Gubernur BI.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.