Jumat, 2 Oktober 2026
"It’s worth reminding ourselves from time to time that gyrations in a stock price may tell us absolutely nothing about the prospects of the company involved." – Peter Lynch
Indikator Ekonomi

Global Market
Pasar saham Amerika bangkit dari tekanan pada awal perdagangan dan berakhir menguat tipis pada sesi perdagangan di hari Kamis. Indeks S&P 500 berhasil rebound dari level terendah setelah aksi jual obligasi global berbalik arah, menyusul kenaikan yield US Treasury ke level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Arah pasar obligasi berubah setelah investor mulai membeli US Treasury sehingga yield berbalik turun. Pelemahan semakin dalam setelah Vice Chair Fed Philip Jefferson mengisyaratkan bank sentral dapat bersikap lebih sabar sebelum kembali menaikan suku bunga setelah kenaikan 25 basis poin pada bulan September kemarin.
Pasar saham Eropa mengawali kuartal terakhir tahun ini dengan kinerja yang kurang baik, setelah saham perbankan turun dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah global naik ke level tertinggi. Kenaikan yield obligasi global dalam beberapa pekan terakhir terjadi ketika investor melepas surat utang pemerintah. Pada saat yang sama, kenaikan tajam biaya energi memicu kekhawatiran terhadap inflasi, sementara pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) memperkuat prospek ekonomi. Kondisi tersebut mendorong ekspektasi bahwa suku bunga dapat bertahan di level tinggi lebih lama.
Pasar saham Asia ditutup naik pada hari Kamis (1/10) sore, didorong oleh laporan laba yang sangat kuat dari produsen cip AI, Micron. Laporan laba yang sangat dinanti dari Micron pemasok utama bagi perusahaan acuan sektor AI, Nvidia mengisyaratkan kuatnya permintaan cip memori AI. Hal ini turut mendorong kenaikan pasar saham Asia yang didominasi sektor teknologi. Indeks Nikkei Jepang naik signifikan, sementara KOSPI Korea Selatan bangkit dari penurunan awal untuk mencatat kenaikan. Begitu pula indeks acuan saham Taiwan juga naik.
Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah di akhir perdagangan hari Kamis (1/10). IHSG ditutup minus 61 poin (-1,02%) ke posisi 6.009. Volume perdagangan yang tercatat mencapai 321,3 juta lot saham. Dengan volume perdagangan tersebut, nilai transaksi yang dibukukan sebanyak Rp10,5 triliun.
Inflasi Indonesia naik menjadi 3,28% secara tahunan pada September 2026, dari 3,19% pada Agustus, dan masih berada dalam target Bank Indonesia (BI). Berdasarkan data BPS, inflasi bulanan tercatat 0,30%, dengan inflasi sejak awal tahun mencapai 2,17%. Kenaikan terutama didorong oleh harga makanan, minuman, tembakau, transportasi, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.