Monday, 13 April 2026
"Successful investing is about managing risk not avoiding it," – Benjamin Graham.
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa saham AS ditutup bervariasi pada hari Jumat (10/4), dengan investor memilih untuk mengambil jeda saat memasuki akhir pekan sambil terus memantau negosiasi perdamaian Timur Tengah yang sedang berlangsung. Indeks Harga Konsumen (IHK) dari Departemen Tenaga Kerja Amerika, indikator inflasi utama pertama yang dirilis sejak awal perang, menunjukkan harga konsumen mencatat lonjakan bulanan terbesar dalam hampir empat tahun akibat lonjakan harga energi yang diperkirakan, yang memicu kenaikan 21,2% pada harga bensin.
Bursa saham Eropa menguat tipis pada perdagangan hari Jumat (10/4), mencatat kenaikan selama tiga minggu berturut-turut seiring optimisme hati-hati menjelang pembicaraan akhir pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang mampu mengimbangi ketegangan dalam gencatan senjata yang masih rapuh.
Bursa saham emerging market Asia bergerak menguat hingga menjelang akhri sesi perdagangan pada hari Jumat (10/4), dan bersiap mencatatkan kinerja mingguan terbaik dalam lebih dari satu dekade. Namun sebagian besar mata uang EM Asia bergerak cenderung melemah, di tengah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bertahan di zona positif hingga tutup perdagangan hari Jumat (10/4). IHSG naik 150 poin atau +2,07% ke level 7.458. Sebanyak 422,4 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan. Volume perdagangan tersebut membukukan nilai transaksi Rp17,76 triliun.
Rupiah tertekan secara terbatas terhadap dolar AS di tengah dinamika tensi geopolitik antara AS-Iran, yaitu dengan Donald Trump menuntut agar Iran membuka kembali Selat Hormuz, meningkatkan tekanan pada Teheran menjelang pembicaraan perdamaian yang akan dimulai di Pakistan pada Sabtu (11/04). Selain itu, Rupiah tertekan dengan rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat mengalami penurunan ke level 122,9 dari sebelumnya sebesar 125,2. Meski turun, kondisi IKK saat ini masih berada di zona optimistis karena tetap berada di atas 100.
Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia per 08 April 2026 berada di level 12.60% dan mencatat capital inflow sebesar IDR 0.18 triliun. Selama April terjadi net capital inflow sebesar IDR 4.04 triliun dan selama Ytd terjadi net capital outflow sebesar IDR 21.05 triliun.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 21.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.