Monday, 15 April 2026
"Successful investing is about managing risk not avoiding it," – Benjamin Graham.
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa ekuitas Wall Street menguat, Selasa, dengan Nasdaq melesat hampir 2% dan mencatat kenaikan 10 hari berturut-turut. Sementara, S&P 500 mendekati level rekor tertingginya, didorong optimisme terhadap potensi penyelesaian konflik di Timur Tengah serta respons positif investor terhadap laporan keuangan perbankan dan data inflasi terbaru.
Bursa ekuitas Eropa berakhir di level tertinggi dalam lebih satu bulan, Selasa, didorong optimisme investor terhadap kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan damai Timur Tengah, meski LVMH dan sejumlah perusahaan besar lain memperingatkan dampak negatif konflik terhadap kinerja bisnis mereka. Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman untuk tahun ini dan 2027. Revisi tersebut menjadi penurunan terbesar di antara negara- negara utama zona euro.
Saham-saham di Asia bergerak menguat pada perdagangan kemarin sore seiring asa resolusi perang AS - Iran bangkit kembali. Meskipun AS memblokir pelabuhan Iran setelah gagalnya pembicaraan damai pada akhir pekan lalu.
Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terus menguat pada perdagangan hari Selasa (14/4). IHSG naik 175 poin atau +2,34% ke level 7.675. Sebanyak 518,4 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan. Volume perdagangan tersebut membukukan nilai transaksi Rp24,36 triliun.
Rupiah kembali tertekan meski dolar AS terkoreksi setelah kabar bahwa AS dan Iran sedang membahas babak negosiasi tatap muka lainnya sebelum gencatan senjata berakhir pekan depan. Rupiah berpotensi dibuka di level 17,100 – 17,130, pagi ini. DXY melemah setelah AS terus melanjutkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz untuk mengekang ekspor minyak Iran.
Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia per 13 April 2026 berada di level 12.62% dan mencatat capital inflow sebesar IDR 2.34 triliun. Selama April terjadi net capital inflow sebesar IDR 6.81 triliun dan selama Ytd terjadi net capital outflow sebesar IDR 18.28 triliun. Harga SBN hari ini berpotensi bergerak sideways menguat. CDS 5 yr Indonesia kemarin turun sebesar -169 bps ke level 85.250.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 21.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.