Monday, 20 April 2026
"Price is what you pay. Value is what you get." – Warren Buffet.
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa Saham Amerika Serikat, S&P 500 naik 84,78 poin atau 1,20% menjadi 7.126, Indeks Nasdaq yang berbasis teknologi naik 365,78 poin atau 1,52% menjadi 24.468 dan Indeks Dow Jones naik 868,71 poin atau 1,79% menjadi 49.447 pada Jumat (17/4/26). Sementara indeks Dow Jones membukukan penutupan tertinggi sejak akhir Februari, karena investor menyambut keputusan Iran membuka Selat Hormuz dan optimisme terhadap kemungkinan kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.
Bursa saham Eropa, STOXX 600 mengalami kenaikan lebih dari 1% dan mencatat kenaikan mingguan keempat berturut-turut pada Jumat (17/4/26) akhir minggu ini. Kenaikan ini terjadi setelah Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz, jalur yang dilalui seperlima pengiriman energi dunia, kini telah dibuka. Indeks saham pan-Eropa naik 1,6% menjadi 626,58 poin, indeks DAX Jerman, Indeks IBEX Spanyol, dan Indeks CAC 40 Prancis masing-masing naik sekitar 2%.
Inflasi Singapura diperkirakan naik menjadi 1,8% pada Maret akibat lonjakan harga minyak dunia imbas konflik di Iran yang memicu kenaikan biaya impor. Meski pasokan energi terganggu, dampak inflasi ini sedikit tertahan oleh kebijakan pengetatan moneter bank sentral serta mekanisme penyesuaian tarif listrik yang dilakukan secara bertahap.
Indonesia
Bursa saham Indonesia (17/04/26) naik +0.17% ditutup di 7,634 dengan sektor yang paling menguat adalah basic materials, transportasi, dan industrials. Pasar saham Indonesia (17/04/26) asing mencatatkan net capital outflow sebesar IDR 0.93 Triliun. Kemudian selama April net capital outflow sebesar IDR 7.00 Triliun dan secara Ytd net capital outflow sebesar IDR 39.85 Triliun.
Harga SBN (17/04/26) bergerak beragam dengan yield tenor 5 tahun naik 2.6 bps di level 6.269% dan yield tenor 10 tahun naik 0.1 bps di level 6.562%. Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia (16/04/26) berada di level 12.73% dan mencatat capital inflow sebesar IDR 4.41 Triliun. Selama April terjadi net capital inflow sebesar IDR 3.58 Triliun dan selama Ytd terjadi net capital outflow sebesar IDR 21.51 Triliun.
Harga SBN hari ini berpotensi bergerak sideways menguat. CDS 5 tahun Indonesia kemarin turun sebesar -138 bps ke level 82.075. Harga UST bergerak beragam. Pergerakan obligasi global termasuk SBN pada pekan ini akan didorong oleh sentimen perkembangan lanjutan negosiasi konflik AS-Iran terutama setelah keduanya setuju untuk melakukan negosiasi ulang di Islamabad. Selain itu, Hari Selasa (21/04/26) Kementerian Keuangan akan mengadakan lelang SBSN dengan target indikatif sebesar IDR 33 Triliun. Seri yang akan dilelangkan adalah SPNS01062026, SPNS12102026, SPNS03022027, PBS030, PBS040, PBSG002, PBS034, PBS038.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.