Wednesday, 22 April 2026
"Never invest in a business you cannot understand." – Warren Buffet.
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa Saham Amerika Serikat menurun pada perdagangan, (21/4/26) setelah penguatan di awal sesi mulai menurun akibat meningkatnya kekhawatiran terkait konflik di Timur Tengah yang menutupi optimisme terhadap kinerja keuangan perusahaan. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 293,18 poin atau 0,59% menjadi 49.149,38, sementara S&P 500 turun 45,13 poin atau 0,63% ke posisi 7.064,01, dan Nasdaq Composite Index menurun 144,43 poin atau 0,59% jadi 24.259,96.
Bursa Saham Eropa menurun pada perdagangan (21/4/26), seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap ketidak pastian pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran, hanya beberapa jam sebelum masa gencatan senjata dijadwalkan berakhir. Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,87% atau 5,43 poin menjadi 616,03, Indeks CAC 40 Prancis menurun 1,14% atau 95,33 poin jadi 8.235,72, FTSE 100 Inggris turun 1,05% atau 110,99 poin ke posisi 10.498,09, dan DAX Jerman turun 0,60% atau 146,93 poin menjadi 24.270,87.
Bank Sentral Jepang (BOJ) dikabarkan akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah minggu depan di tengah ketidakpastian yang terkait dengan perang Iran. Mayoritas ekonom sekarang memperkirakan kenaikan suku bunga berikutnya akan terjadi pada bulan Juni.
Indonesia
Bursa Saham Indonesia (21/4/26) turun -0.49% ditutup di 7,556 dengan sektor yang paling menurun adalah Healtcare, infrastructures, dan energy. Pada pasar saham Indonesia (21/4/26) asing mencatatkan net capital inflow sebesar IDR 0.47 Triliun. Kemudian selama April net capital outflow sebesar IDR 6.14 Triliun dan secara Ytd net capital outflow sebesar IDR 39.00 Triliun.
Harga SBN (20/4/26) bergerak beragam dengan yield tenor 5 tahun naik 0.8 bps di level 6.294% dan yield tenor 10 tahun turun 0.2 bps di level 6.572% Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia (17/4/26) berada di level 12.75% dan mencatat capital inflow sebesar IDR 1.48 Triliun. Selama April terjadi net capital inflow sebesar IDR 5.06 Triliun dan selama Ytd terjadi net capital outflow sebesar IDR 20.03 Triliun.
Harga SBN hari ini berpotensi bergerak naik. CDS 5 tahun Indonesia Jumat pekan lalu naik 68.5 bps ke level 81.975. Harga UST kemarin cenderung menurun di tengah kabar bahwa JD Vance membatalkan perjalanannya ke Pakistan akibat jeda negosiasi AS-Iran. Hasil lelang SBSN (21/4/26) mencatat total bid income sebesar IDR 33.55 Triliun dengan nominal yang diserap sebesar Rp 15 Triliun dari target indikatif sebesar Rp12 Triliun. Seri yang paling banyak diminati adalah PBS038 dengan jumlah penawaran yang masuk sebesar IDR 8.46 Triliun. Seri yang terbanyak dimenangkan adalah PBSG002 dengan jumlah nominal dimenangkan sebesar IDR 4 Triliun.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.