Thursday, 23 April 2026
"Risk comes from not knowing what you are doing." – Warren Buffet.
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa Saham Amerika Serikat ditutup mengalami kenaikan, (22/4/26) dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor penutupan baru. Penguatan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, yang meningkatkan optimisme investor di tengah musim laporan keuangan yang solid. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 340,65 poin atau 0,69% menjadi 49.490,03, S&P 500 naik 73,89 poin atau 1,05% ke posisi 7.137,90, sementara Nasdaq Composite Index naik 397,60 poin atau 1,64% jadi 24.657,57.
Bursa Saham Eropa kembali menurun, (22/4/26) memperpanjang penurunan untuk hari ketiga berturut-turut, di tengah sentimen pasar yang tertekan akibat gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Investor juga mencermati gelombang laporan kinerja perusahaan kawasan yang turut memengaruhi arah pasar. Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,35% atau 2,15 poin menjadi 613,88, indeks DAX Jerman menyusut 0,31% atau 75,97 poin jadi 24.194,90, FTSE 100 Inggris turun 0,21% atau 21,63 poin ke posisi 10.476,46 dan CAC 40 Prancis turun 0,96% atau 79,29 poin menjadi 8.156,43.
Ekspor Jepang tumbuh lebih cepat pada bulan Maret seiring dengan pulihnya permintaan di China, dengan nilai ekspor secara keseluruhan meningkat 11,7% pada bulan Maret dibandingkan tahun sebelumnya. Dampak dari konflik Timur Tengah belum banyak memengaruhi impor.
Indonesia
Bursa Saham Indonesia (22/4/26) turun -0.24% ditutup di 7,541 dengan sektor yang paling menurun adalah basic materials, energy, dan properties & real estate. Dipasar saham indonesia, Selasa ( 22/4/2026 ), asing mencatatkan net capital outflow sebesar IDR 0.82 Triliun. Kemudian selama April net capital outflow sebesar IDR 6.97 Triliun dan secara Ytd net capital outflow sebesar IDR 39.82 Triliun.
Harga SBN (22/4/26) bergerak mayoritas menurun dengan yield tenor 5 tahun naik 3.5 bps di level 6.329% dan yield tenor 10 tahun turun 2.3 bps di level 6.595%. Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia, (17/4/26) berada di level 12.75% dan mencatat capital inflow sebesar IDR 1.48 Triliun. Selama April terjadi net capital inflow sebesar IDR 5.06 Triliun dan selama Ytd terjadi net capital outflow sebesar IDR 20.03 Triliun.
Harga SBN hari ini berpotensi bergerak menurun. CDS 5 tahun Indonesia kemarin naik 64 bps ke level 82.615. Yield US Treasury 10 Tahun kemarin cenderung naik dari level 4.292 ke level 4.307 dengan kekhawatiran yang masih tinggi terkait penutupan Selat Hormuz yang belum berakhir, yang berpotensi memicu risiko inflasi dan suku bunga Fed tetap tinggi. Pergerakan obligasi global termasuk SBN pada minggu ini akan didorong sentimen pada dinamika negosiasi perang Amerika Serikat dan Iran dan dengan sentimen pada rilis data ekonomi Amerika Serikat.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.