Monday, 18 Mei 2026
"Risk comes from not knowing what you are doing." – Warren Buffet.
Indikator Ekonomi

Global Market
Pasar global memasuki pekan yang padat agenda dengan perhatian investor terbagi ke tiga poros utama: arah kebijakan moneter bank sentral, ketegangan geopolitik dan perdagangan global, serta kemampuan sektor teknologi mempertahankan reli pertumbuhan berbasis AI. Fokus utama pasar tetap tertuju pada Paris, dimana para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G-7 berkumpul hingga 19 Mei. Pasar juga akan mencermati risalah rapat FOMC yang dirilis pertengahan pekan.
Dari Eropa, data inflasi Inggris dan kawasan Euro akan menjadi penentu penting arah kebijakan bank sentral. Perlambatan inflasi Inggris diperkirakan hanya bersifat sementara sehingga pasar masih melihat ruang suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Sementara itu, pejabat ECB dan BOE dijadwalkan menyampaikan berbagai pidato yang dapat memberi sinyal tambahan mengenai prospek kebijakan moneter ke depan.
Di Asia, perhatian tertuju pada China dan Jepang. China akan merilis data produksi industri, penjualan ritel, investasi, hingga loan prime rate. Data-data tersebut penting untuk melihat apakah stimulus pemerintah mulai efektif mengangkat permintaan domestik yang selama ini masih lemah. Sejauh ini, sektor manufaktur dan produksi masih relatif bertahan, tetapi konsumsi rumah tangga dan sektor properti belum menunjukkan pemulihan yang kuat. Sementara Jepang akan merilis data PDB dan inflasi. Kombinasi kenaikan inflasi dan pelemahan yen terus menjadi tantangan bagi BOJ.
Indonesia
IHSG melemah 135,57 poin (-1,98%) ke level 6.723,32 pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026). IHSG tertekan sentimen rebalancing MSCI yang mengeluarkan banyak saham dari Indonesia. IHSG tertekan pelemahan mayoritas indeks sektoral di BEI. Sektor yang turun paling dalam adalah barang baku 4,43%, infrastruktur 2,72%, energi 1,61%, barang consumer non primer 1,40%, kesehatan 1,22%, teknologi 0,71%.
BI diagendakan meeting pada hari Rabu di minggu ini. Pemerintah akan melakukan lelang SBSN pada hari Selasa, tanggal 19 Mei 2026 dengan target indikatif 12 Triliun.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.