Thursday, 21 Mei 2026
"Be fearful when others are greedy and greedy only when others are fearful." – Warren Buffett.
Indikator Ekonomi

Global Market
Risalah rapat bank sentral AS Federal Reserve menunjukkan semakin banyak pejabat yang membuka peluang kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya risiko inflasi akibat perang Iran. Dalam risalah rapat FOMC pada 28-29 April yang dirilis Rabu malam, mayoritas pejabat The Fed menilai pengetatan kebijakan moneter kemungkinan diperlukan apabila inflasi tetap bertahan di atas target 2%.
Indeks utama bursa saham AS (Wall Street) ditutup lebih tinggi dan berhasil mencapai rekor tertinggi baru. Kenaikan ini didorong oleh solidnya kinerja laba korporasi serta meredanya kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah. DJIA mencapai level 50.012,56 (+1,31%),S&P 500 ditutup di angka 7.427,89 (+1,01%), sementara Nasdaq Composite berada di posisi 26.224,96 (+1,37%).
Nvidia pada hari Rabu melaporkan kinerja keuangan kuartalan yang melebihi ekspektasi, baik dari segi pendapatan maupun laba, dan memberikan panduan pendapatan kuartal berjalan yang juga melampaui perkiraan. Produsen chip ini juga meluncurkan program pembelian kembali saham senilai $80 miliar dan melakukan beberapa perubahan pada struktur pelaporannya.
Pemerintah China memberikan sinyal bersedia menerima sedikit kenaikan tarif impor dari Amerika Serikat (AS), sepanjang nominalnya tidak melewati batas kesepakatan tahun lalu. Langkah ini diambil Beijing demi melanjutkan negosiasi perpanjangan gencatan senjata dagang—sebuah indikasi kuat bahwa hubungan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia ini kian bergerak stabil.
Indonesia
IHSG kembali melemah pada perdagangan Rabu (20/5/2026), di tengah tekanan sentimen domestik dan global yang masih membayangi pasar. IHSG turun 0,82% atau 52,18 poin ke level 6.318,50. Tekanan pasar datang dari berbagai faktor, mulai dari aksi rebalancing MSCI, kenaikan suku bunga BI, hingga kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan pemerintah terkait ekspor sumber daya alam.
RDG Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) ke 5.25%. Kenaikan suku bunga acuan ini dinilai berpotensi menahan laju ekspansi usaha di dalam negeri, terutama melalui dampaknya terhadap bunga kredit perbankan. Kenaikan ini langsung memengaruhi biaya pinjaman, baik untuk kredit baru maupun kredit lama dengan floating rate.
Pemerintah mewajibkan seluruh DHE sumber daya alam masuk ke sistem keuangan domestik mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini tertuang dalam PP Nomor 21 Tahun 2026 yang diteken Presiden Prabowo Subianto sebagai revisi atas PP Nomor 36 Tahun 2023. Lewat aturan tersebut, eksportir SDA wajib merepatriasi 100% DHE ke dalam sistem keuangan IndonesiaKebijakan tersebut mewajibkan penjualan ekspor sejumlah komoditas SDA dilakukan melalui BUMN baru yang didirikan pemerintah sebagai pengekspor tunggal. Adapun badan tersebut bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.