Friday, 22 Mei 2026
"How many millionaires do you know who have become wealthy by investing in savings accounts? I rest my case." – Robert G. Allen.
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa saham Wall Street ditutup naik sedikit lebih tinggi pada perdagangan Kamis setelah sesi yang bergejolak. Pergerakan ini terjadi seiring harga minyak yang awalnya menguat kemudian berbalik melemah di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi. DJIA menguat +0,55%, mencatat rekor tertinggi baru. S&P 500 naik +0,17%, sementara Nasdaq Composite Index naik +0,09%.
Harga minyak melonjak pada Kamis kemarin setelah Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan arahan bahwa uranium yang diperkaya hingga mendekati tingkat senjata, tidak boleh dikirim ke luar negeri. Hal itu mengisyaratkan bahwa Teheran memperkeras pendiriannya terhadap salah satu tuntutan utama AS dan mempersulit pembicaraan damai. Brent oil naik +3,3% menjadi US$ 108,53/barel pukul 13.30 GMT, dan WTI AS naik +3,7% menjadi US$ 101,93/barel.
Presiden AS Donald Trump akan melantik Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve pada hari Jumat ini di Gedung Putih. Warsh menggantikan Jerome H. Powell sebagai ketua The Fed, meskipun Powell tetap akan berada di dewan gubernur hingga 2028. Warsh selama ini dikenal mendukung penurunan suku bunga sambil memangkas neraca keuangan The Fed. Trump memilihnya sebagai benteng guna mencegah kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Aktivitas ekonomi sektor swasta Prancis terpuruk pada Mei 2026. Data PMI komposit Prancis turun ke level 43,5 pada Mei, dari 47,6 pada April. Pelemahan tajam di sektor jasa dan kembali tertekannya manufaktur membuat risiko resesi di ekonomi terbesar kedua zona euro itu semakin meningkat.
Dalam berita lainnya, Presiden China Xi Jinping dikabarkan kemungkinan akan melawat ke Korea Utara paling cepat pekan depan. Langkah ini diambil seiring upaya Beijing dan Pyongyang untuk mempererat kembali hubungan aliansi yang telah terjalin lama di antara kedua negara.
Indonesia
IHSG kembali melemah di zona merah untuk 8 hari perdagangan berturut-turut. IHSG tertekan berbagai sentimen baik domestik maupun global. IHSG melemah 223,55 poin (-3,53%) ke level 6.094,94 pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026). Pelemahan IHSG kali ini terjadi di tengah penguatan sejumlah bursa Asia. Kospi (Korsel) menguat 8,42%, Nikkei 225 (Jepang) melaju 3,14% dan Taiex (Taiwan) melesat 3,37% ke 41.368.
Pemerintah sedang menggodok aturan pembatasan ketat untuk pembelian BBM subsidi (Pertalite dan Solar) agar lebih tepat sasaran. Kebijakan ini akan merevisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 dengan membatasi konsumen berdasarkan jenis kendaraan dan kapasitas mesin (kubik sentimeter/CC). Kendaraan yang dilarang yakni mobil bensin dengan kapasitas mesin di atas 1.400 CC dan mobil diesel di atas 2.000 CC. Kebijakan ini diklaim mampu menghemat konsumsi subsidi energi nasional hingga 10 % sampai 15 %.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.