Tuesday, 26 Mei 2026
"Risk comes from not knowing what you are doing." – Warren Buffet.
Indikator Ekonomi

Global Market
Presiden Donald Trump mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan dengan baik, meskipun kembali memperingatkan bahwa serangan bisa dilakukan lagi jika diskusi mereka gagal. Disebutkan bahwa kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz bersama dengan isu lainnya, sebagian besar telah dinegosiasikan dan akan segera diumumkan. Harga patokan internasional Brent turun sekitar 7% dan ditutup pada USD 96.14 per barel. West Texas Intermediate (WTI) merosot lebih dari 6% menjadi USD 91.42 per barel. Hari Senin kemarin merupakan hari libur nasional memperingati Memorial Day di USA.
Pemerintahan Jepang mengumumkan akan menambah cadangan sebesar USD 19 miliar, yang digunakan untuk subsidi biaya bahan bakar, membantu mengatasi tekanan biaya hidup, sambil berusaha meredakan kekhawatiran pasar obligasi dengan menjanjikan bahwa tidak akan ada tambahan utang baru. Tindakan ini diambil untuk mengatasi resiko yang meningkat ditengah resiko krisis berkepanjangan di Timur Tengah.
Indonesia
IHSG mencatat net foreign outflow Rp 2.2 Triliun kemarin, namun beberapa indeks mengalami kenaikan diatas dua persen yang ditenagai oleh kenaikan empat bank besar utama di bursa. Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun telah turun dari 6,78% menjadi 6,68% menyikapi kenaikan BI Rate dan intervensi Pemerintah di pasar SUN.
DPR akan memulai pembahasan rancangan undang–undang (RUU) keuangan negara melalui skema Omnibus Law. Disebutkan bahwa RUU tersebut belum akan membahas perubahan limit defisit anggaran sebesar 3% terhadap PDB, namun akan mengharmonisasikan beberapa UU yang terpengaruh oleh pembentukan Danantara. Danantara nantinya akan berfungsi sebagai pemegang saham negara di BUMN, menggantikan kementerian keuangan, sehingga dividen BUMN tidak lagi diklasifikasikan sebagai pendapatan negara non pajak.
Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan skema impor dan regulasi untuk rencana impor 150 juta barel minyak dari Rusia pada tahun ini. Indonesia perlu mendatangkan sekitar 700 ribu barrel minyak per hari dari Rusia, sementara Rusia kemungkinan perlu mengalihkan pasokan impornya yang mencapai 5 juta barrel per hari dari pembeli existing.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.