Tuesday, 2 June 2026
"Don’t let the fear of losing be greater than the excitement of winning." – Robert Kiyosaki.
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa saham AS mayoritas menguat dengan Dow Jones +0.09%, S&P 500 +0,26%, dan Nasdaq menguat +0,42%, sedangkan harga US Treasury (UST) mayoritas melemah dengan yield tenor 5 yr naik ke level 4.166% dan yield tenor 10 yr berada di level 4,454%. Ketiga indeks AS tersebut tidak hanya mencetak rekor tertinggi (all time high atau ATH) penutupan, tetapi juga sempat menyentuh rekor all time high intraday selama sesi perdagangan. Penguatan pasar dipimpin oleh Nvidia yang melonjak lebih dari 6% setelah meluncurkan prosesor baru untuk komputer pribadi (PC).
Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 5,93% dan ditutup di level US$ 92,54 per barel. Sementara minyak Brent menguat 4,24% menjadi US$ 94,98 per barel. Lonjakan harga minyak dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa para negosiator negara itu menghentikan komunikasi dengan AS. Presiden AS Donal Trump mengklaim Hezbollah dan Israel telah sepakat menghentikan serangan, meski Netanyahu menegaskan kampanye militer Israel di Lebanon selatan akan terus berlanjut.
Aktivitas manufaktur AS meningkat pada bulan Mei dengan laju tercepat dalam empat tahun di tengah lonjakan investasi AI, ketentuan pajak yang lebih menguntungkan, dan berkurangnya ketidakpastian kebijakan perdagangan.
Nikkei 225 Jepang naik 0,91% ke level 66.934,33, sementara Topix terkoreksi 0,42% dan ditutup di level 3.940,7. Di Australia, S&P/ASX 200 relatif flat di level 8.729,4.
Indonesia
Nilai tukar Rupiah kembali mencetak rekor terendah menembus Rp 17.900/USD pada perdagangan 28 Mei 2026. Kenaikan suku bunga acuan sebesar 50bps belum mampu meredam tekanan pada Rupiah. Yield SRBI tenor 12m sudah melonjak ke kisaran 6,75%, kenaikan imbal hasil ini merupakan langkah proaktif dari BI setelah menaikan suku bunga menjadi 5,25% guna menarik arus modal asing dan melindungi nilai tukar Rupiah.
Presiden Prabowo resmi mengesahkan PP No. 20 Tahun 2026 yang merevisi aturan sebelumnya (PP 55/2022) dan mencabut hak badan usaha berbentuk CV, Firma, serta PT biasa untuk menggunakan tarif PPh Final UMKM sebesar 0,5%.
Hari ini (02/06) Kementerian Keuangan akan mengadakan lelang SBSN dengan target indikatif sebesar IDR 12 T. Seri yang akan dilelangkan adalah SPNS13072026, SPNS23112026, SPNS01032027, PBS030, PBS040, PBS034, PBS005, dan PBS038.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.