Thursday, 4 June 2026
"Risk comes from not knowing what you're doing" – Warren Buffett
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa saham AS mayoritas melemah dengan Dow Jones -1.21%, S&P 500 -0.74%, dan Nasdaq melemah -0.89%, harga obligasi Pemerintah (UST) mayoritas melemah dengan yield tenor 5 yr naik 4.7 bps di level 4.217% dan yield tenor 10 yr naik 5.1 bps di level 4.496% di tengah eskalasi perang AS-Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan tidak ada kemajuan "nyata" yang dicapai dalam pembicaraan, sementara Presiden Donald Trump mengatakan Teheran hampir menandatangani kesepakatan secara "teori." Di sisi lain, DPR AS yang dipimpin Partai Republik memilih untuk menghentikan perang, berbeda dengan Trump.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melesat USD1,81 atau 1,89 persen menjadi USD97,81 per barel, demikian laporan Reuters, di New York, Rabu (3/6) atau Kamis (4/6) pagi WIB. Sementara itu harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melompat USD2,26 atau 2,41 persen ke posisi USD96,02 per barel.
Dari sisi fundamental, data persediaan minyak Amerika turut memperkuat kenaikan harga. Badan Informasi Energi (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS merosot 8 juta barel menjadi 433,7 juta barel pada pekan yang berakhir 29 Mei. Penurunan tersebut jauh lebih besar dibandingkan perkiraan analis dalam survei Reuters sekitar 4 juta barel. Berkurangnya stok minyak terjadi di tengah kuatnya permintaan ekspor dan aktivitas pengolahan kilang, sementara konflik yang melibatkan Amerika, Israel, dan Iran memasuki bulan keempat.
Indonesia
IHSG (03/06) turun -4.11% ditutup di 5,941 dengan sektor yang paling melemah adalah infrastructures, basic materials, dan financials. Investor asing mencatatkan net capital outflow sebesar IDR 0.99 T. Kemudian selama Juni net capital outflow sebesar IDR 2.38 T.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan S&P Global Ratings yang diwakili oleh Managing Director Sovereign S&P Asia Pasifik, Kim Eng Tan. Dalam pertemuan tersebut membahas mengenai ketahanan ekonomi Indonesia dalam situasi global yang penuh ketidakpastian. Tidak ada pengumuman yang mengubah peringkat kredit rating Indonesia yang di-spekulasi oleh pasar.
S&P Ratings memberikan peringkat (BBB/Stable/A-2) untuk PT Danantara Investment Management (DIM), sesuai dengan peringkat kredit sovereign Indonesia. Sedangkan Moody's menetapkan rating Baa2 dengan outlook negatif untuk Danantara Investment Management (DIM), selaras dengan rating sovereign Indonesia.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.