Friday, 5 June 2026
"Risk comes from not knowing what you're doing" – Warren Buffett
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa AS ditutup beragam dengan Dow Jones +1,73% dan Nasdaq -0,09% sementara harga US Treasury mayoritas menguat dengan yield tenor 5 yr turun ke 4,185% dan yield tenor 10 yr ke level 4,475%. Sentimen positif pasar didorong oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang akan segera berakhir. Namun demikian pelemahan tajam saham Broadcom sebesar 12,6% memicu aksi jual di Bursa Nasdaq. DPR Amerika Serikat pada Rabu menyetujui rancangan aturan yang dapat membatasi Presiden Donald Trump untuk melanjutkan perang terhadap Iran.
Dari sisi ekonomi, sejumlah data terbaru menunjukkan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Klaim tunjangan pengangguran awal meningkat 6,1 persen di luar perkiraan pasar. Selain itu, biaya tenaga kerja dan produktivitas kuartal pertama direvisi turun cukup signifikan.
Negara yang tergabung dalam OPEC+ diperkirakan akan menyetujui penambahan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari untuk Juli, langkah ini mendekatkan kartel pada pemulihan penuh pasokan minyak yang dipangkas sejak 2023.
Indonesia
IHSG pada penutupan perdagangan Kamis (4/6) turun -1.7% ke level 5.839 dengan investor asing mencatat net capital outflow sebesar Rp 1,27 T. Rupiah yang jatuh ke rekor terendah baru di Rp 18.045 per dollar AS meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan kenaikan biaya pendanaan sehingga mendorong investor asing mengurangi eksposur pada saham dan obligasi. Harga SBN (04/06) mayoritas melemah dengan yield tenor 5 yr naik 7.9 bps di level 6.775% dan yield tenor 10 yr naik ke level 6.782%. Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia berada di level 12.62% dan selama YTD mencatat net capital outflow sebesar IDR 10.73 T.
DPR mengesahkan revisi UU P2SK yang memperluas mandat Bank Indonesia untuk mendukung pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus memberi DPR kewenangan mengevaluasi serta memberikan rekomendasi mengikat kepada lembaga keuangan termasuk BI, OJK dan LPS.
Bursa Efek Indonesia berharap MSCI mempertahankan status pasar berkembang Indonesia, dengan mengandalkan pertumbuhan laba emiten rata-rata 30% yoy di kuartal pertama sebagai bukti fundamental yang kuat..
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.