Monday, 8 June 2026
"Risk comes from not knowing what you're doing" – Warren Buffett
Indikator Ekonomi

Global Market
Indeks Dollar (DXY) (05/06/2026) menguat +0.656 poin (+0.66%) di level 100.109, Dow Jones melemah 1.35%, S&P 500 melemah 2.64%, dan Nasdaq melemah 4.18%, sedangkan harga UST bergerak melemah dengan yield tenor 5 yr naik 8.40 bps di level 4.269% dan yield tenor 10 yr naik 5.60 bps di level 4.531%. Kawasan Teluk kembali memanas setelah pasukan Amerika Serikat menyerang situs radar pantai Iran pada hari Sabtu (6/6/2026) setelah menembak jatuh drone yang diluncurkan Iran ke arah Selat Hormuz. Eskalasi terbaru ini akan mempersulit upaya untuk mengakhiri perang antara kedua negara.
Penutupan Selat Hormuz merupakan upaya untuk membentuk kembali aturan pasar energi global demi menguntungkan Amerika Serikat. Langkah-langkah yang diambil untuk memblokir selat tersebut ditujukan kepada Iran, tetapi justru berbalik merugikan seluruh dunia.
Penawaran saham perdana SpaceX yang sangat dinantikan pasar global berhasil menarik perhatian besar dari investor ritel. SpaceX disebut tengah mempertimbangkan untuk mengalokasikan hingga 30% dari total penawaran saham kepada investor ritel.
Indonesia
Pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026), indeks berada di level 5.594,76. Pelemahan indeks terjadi juga seiring dengan kondisi dana arus keluar dari investor asing sebesar Rp 61,36 triliun sejak awal tahun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah bertemu dengan S&P Lembaga Rating Kredit Global. Salah satu fokus dalam pertemuan adalah komitmen pemerintah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto.
Pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat mulai mendorong perbankan memperketat penyaluran kredit dalam valuta asing. Kondisi tersebut memicu kehati-hatian lebih tinggi karena meningkatnya risiko nilai tukar.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membeberkan hasil Rapat Koordinasi dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa guna menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.