Tuesday, 23 June 2026
"Tine in the market beats timing the market." – Ken Fisher
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa ekuitas Wall Street berakhir variatif, Senin, dengan S&P 500 dan Nasdaq melemah, sementara Dow mencatat penguatan. Tekanan utama datang dari saham teknologi berkapitalisasi besar di tengah aksi jual yang meluas pada sektor kecerdasan buatan (AI), saat investor juga mencermati perkembangan negosiasi Amerika Serikat dan Iran.
Analis US Bank, Bill Northey, mengatakan sektor teknologi saat ini sangat dipengaruhi sentimen pasar dan cenderung bergerak searah dalam jangka pendek. Namun, dia menilai fundamental jangka panjang masih kuat, terutama pada area pembangunan pusat data AI yang melibatkan perusahaan hyperscaler serta pemasok komponen pendukungnya.
Keputusan Keir Starmer untuk mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri membuka jalan bagi proses transisi kekuasaan yang diperkirakan berlangsung secara tertib. Tokoh Partai Buruh, Andy Burnham, yang saat ini menjadi kandidat terdepan, berpeluang menjadi pemimpin ketujuh Inggris dalam kurun waktu 10 tahun, bahkan secepatnya bulan depan.
Dari sisi geopolitik, Washington dan Teheran dilaporkan menyepakati peta jalan menuju perjanjian damai final serta langkah-langkah untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Informasi yang disampaikan mediator Qatar dan Pakistan tersebut mendorong harga minyak mentah Brent melemah sekitar 2% hingga di bawah level USD80 per barel.
Indeks saham emerging Asia mencapai level tertinggi hingga menjelang akhir sesi perdagangan hari ini, Senin (22/6). Bursa Taiwan dan Korea Selatan mencatatkan rekor baru penutupan tertinggi berkat reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI).
Indonesia
Bursa Saham Indonesia (22/06/26), ditutup melemah 0.98% dilevel 6.116,68 dengan net sell asing sebesar 1,1 triliun di seluruh pasar dimana BBRI net sell asing sebesar 262 miliar kemudian BBNI dengan net sell asing sebesar 110.6 miliar serta BMRI net sell asing sebesar 95.5 miliar.
Menteri Koordinator BIdang Perekonomian Airlangga Hartanto mengumumkan stimulus ekonomi terbaru senilai Rp. 26,34 triliun untuk semester II-2026 yang mencakup bantuan pangan, insentif transportasi serta magang dan vokasi dalam konferensi pers , Senin (22/06/2026).
Rupiah ditutup melemah 0.22% dilevel Rp. 17.843 per USD pada perdagangan Senin (22/06/2026), karena meningkatnya ketidakpastian global menyusul peryataan Presiden AS Donald Trump yang memperingatkan Iran mengenai kemungkinan aksi militer lanjutan.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.