Tuesday, 21 July 2026
"Do not save what is left after spending; instead spend what is left after saving." – Warren Buffet
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa saham Amerika Serikat ditutup koreksi dengan Dow Jones melemah -0.59%, S&P 500 melemah -0.19% dan Nasdaq melemah -0.05%. Indeks Dollar (DXY) (20/07) naik +0.184 poin (+0.18%) di di level 100.949. DXY menguat, pasar saham AS mayoritas melemah, dan UST melemah dengan meningkatnya tensi antara AS-Iran yaitu dengan kabar bahwa Trump berjanji Iran akan membayar mahal atas kematian tiga tentara AS, sementara mediator (Pakistan & Qatar) berupaya meredakan konflik meski Houthi mengancam blokade Arab Saudi.
Harga minyak kembali melonjak yang kembali membuat kekhawatiran bahwa rilis inflasi selanjutnya tetap tinggi. AS akan memberlakukan tarif baru sebesar 50% pada beberapa barang Kanada dalam 30 hari ke depan dengan alasan perlakuan tidak adil yang dilakukan Kanada terhadap produk-produk Amerika tertentu. Impor utama termasuk energi, mineral penting, mobil, dan logam akan dikecualikan.
Tingkat inflasi Kanada melambat lebih dari yang diperkirakan bulan lalu karena harga bensin turun dan inflasi inti turun di bawah 2% untuk pertama kalinya dalam hampir enam tahun.
Andy Burnham menjanjikan model ekonomi baru untuk Inggris setelah diangkat sebagai PM baru dan mengatakan dia akan mencari "fleksibilitas" dalam aturan fiskal yang ada untuk mendanai anggaran berikutnya. Obligasi pemerintah Inggris terus mengalami penurunan. John Healey diangkat sebagai menteri keuangan, menggantikan Rachel Reeves yang mengundurkan diri.
Pertemuan Politbiro Tiongkok pada bulan Juli mungkin akan menghasilkan kebijakan pelonggaran yang lebih besar ini serupa seperti pertengahan tahun 2024 sebelum paket stimulus besar, menurut analis Goldman.
Indonesia
Pasar saham Indonesia Senin kemarin ditutup menguat dengan IHSG (20/07) naik +0.91% di 6,231, dengan sektor yang paling menguat adalah industrial, energi, dan material dasar. Pada pasar saham Indonesia, per tanggal 20 Juli 2026 asing mencatatkan net capital inflow sebesar IDR 0.09 Triliun. Namun selama Juli net capital outflow sebesar IDR 2.00 Triliun.
Harga SBN (20/07) mayoritas melemah dengan yield tenor 5 tahun naik 4.6 bps di level 7.227% dan yield tenor 10 tahun naik 2.1 bps di level 7.252%. Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia per 17 Juli 2026 berada di level 12.92% dan mencatat capital outflow sebesar IDR 2.39 Triliun. Namun selama Juli terjadi net capital inflow sebesar IDR 2.27 Triliun. USD/IDR (20/07) naik +45.00 poin ditutup di 17,935.
Hari ini (21/07) Kementerian Keuangan akan mengadakan lelang SUN dengan target indikatif sebesar IDR 32 Triliun. Seri yang akan dilelangkan adalah SPN01260822, SPN03261021, SPN12270722, FR0109, FR0108, FR0106, FR0107, FR0102, dan FR0105.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.