Wednesday, 22 July 2026
"Do not save what is left after spending; instead spend what is left after saving." – Warren Buffet
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat dengan Dow Jones menguat +0.74%, S&P 500 menguat +0.89% dan Nasdaq menguat +1.29%. Indeks Dollar (DXY) (21/07) naik +0.224 poin (+0.22%) di level 101.173. DXY menguat, harga saham AS mayoritas menguat, dan UST mayoritas melemah di tengah ketegangan yang kembali meningkat antara AS dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda untuk mereda. Trump mengancam serangan besar terhadap situs nuklir Pickaxe Mountain dan menolak berdialog dengan Iran sebelum Teheran "siap", Di tengah itu, Presiden Iran Pezeshkian mengklaim kini punya akses lebih besar ke Mojtaba Khamenei, sementara Israel menarik pasukannya dari sebagian Lebanon selatan sesuai gencatan senjata yang dimediasi AS, bertepatan dengan pertemuan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Trump di Washington.
PM Kanada Mark Carney menyatakan akan mempertimbangkan semua opsi jika Trump merealisasikan ancaman tarif 50% terhadap Kanada, sementara provinsi-provinsi Kanada akan menolak mencabut larangan penjualan minuman keras AS sebagai nilai tawar untuk mencapai kesepakatan dengan AS.
Washington dan Beijing berencana akan membahas bahas AI pada September sebelum kunjungan Xi Jinping, dengan Bessent menyebut AS akan memeriksa model open-source Tiongkok terkait dugaan pencurian kekayaan intelektual.
Bank Sentral Korea diperkirakan menaikkan suku bunga lagi pada Oktober nanti meski sebagian ekonom memperkirakan kenaikan bisa terjadi lebih cepat, yaitu Agustus.
Indonesia
Pasar saham Indonesia Selasa kemarin ditutup menguat dengan IHSG (21/07) naik +1.74% di 6,340, dengan sektor yang paling menguat adalah energi, material dasar dan infrastruktur.
Harga SBN (21/07) mayoritas melemah meski yield tenor 5 tahun turun 1.3 bps di level 7.214% dan yield tenor 10 tahun naik 1 bps di level 7.261%. USD/IDR (21/07) turun -50.00 poin ditutup di 17,885.
Hasil lelang SUN (21/07) mencatat total bid income sebesar IDR 67.98 Triliun dengan nominal yang diserap sebesar IDR 32 Triliun dari target indikatif sebesar IDR 32 Triliun. Seri yang paling diminati investor adalah seri FR0109 dengan total bid income sebesar IDR 24.02 Triliun. Kemudian seri yang paling banyak dimenangkan adalah FR0108 dengan nominal penyerapan sebesar Rp 9.75 Triliun.
Anggaran MBG berpotensi turun menjadi Rp229 triliun dari Rp268 triliun demi efisiensi, sementara Kemenkeu tetap pertahankan target penerbitan obligasi neto 2026 meski defisit anggaran melebar.
BI akan umumkan hasil RDG hari ini dengan konsensus terbagi antara menahan suku bunga di 5,75% atau menaikkan 25 bps ke 6,00%, di tengah depresiasi Rupiah yang terus berlanjut.
Fitch ('BBB') dan Moody's ('Baa2') menyetarakan rating obligasi dolar Danantara dengan sovereign Indonesia berkat dukungan pemerintah yang kuat.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.