Friday, 24 July 2026
"Do not save what is left after spending; instead spend what is left after saving." – Warren Buffet
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa saham Amerika Serikat ditutup serentak melemah dengan Dow Jones melemah -0.97%, S&P 500 melemah -1.21%, dan Nasdaq melemah -2.15%. DXY menguat, harga saham AS mayoritas melemah, dan UST mayoritas melemah dengan yield mencapai level tertinggi 2026 dengan data klaim pengangguran AS turun ke level terendah sejak 1969 (187.000, jauh di bawah konsensus), memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter ketat The Fed akan lebih lama, serta ketegangan geopolitik AS-Iran meningkat setelah Trump mempertimbangkan operasi militer besar terhadap Iran. Harga minyak melonjak dengan Brent menembus $100 per barel menyusul serangan terhadap kapal tanker Saudi di Laut Merah dan ancaman gangguan di Selat Hormuz serta Bab al-Mandab.
AS akan mengenakan bea masuk sebesar 10%–12.5% pada impor dari sekitar 60 negara mitra dagang utama menyusul penyelidikan dugaan penyelundupan barang di perdagangan internasional dalam rantai pasokan, inisiasi ini dijadikan Trump untuk membangun kembali kebijakan tarif yang sebelumnya dibatalkan Mahkamah Agung. Bahan bakar, makanan, dan pupuk dikecualikan dari tarif ini, sementara Jepang dan Korea Selatan akan dikenakan pajak pada kisaran tertinggi.
Christine Lagarde mengisyaratkan ECB siap menaikkan suku bunga pada September setelah ECB sesuai konsensus pasar secara bulat mempertahankan suku bunga acuan, serta menyebut risiko inflasi Eropa cenderung meningkat. Ia juga memastikan akan tetap menjabat setidaknya hingga akhir tahun ini.
CPI Jepang untuk bulan Juni diperkirakan mengalami percepatan akibat lonjakan harga minyak yang mendorong biaya energi. Bloomberg Economics memperkirakan hal ini akan membuat bank sentral Jepang (BOJ) tetap pada jalurnya untuk menarik stimulus lebih lanjut.
Departemen Keuangan AS menyoroti Tiongkok karena kurangnya transparansi dalam mengelola mata uangnya, namun tetap mempertahankan daftar pemantauan valuta asing tanpa perubahan dan tidak menetapkan mitra dagang mana pun sebagai manipulator mata uang.
Indonesia
Pasar saham Indonesia Kamis kemarin ditutup melemah dengan IHSG (23/07) turun -0.30% di 6,315, dengan sektor yang paling melemah adalah industrial, konsumen siklikal & finansial. Pada pasar saham Indonesia, per tanggal 23 Juli 2026 asing mencatatkan net capital outflow sebesar IDR 1.22 Triliun.
Harga SBN (23/07) mayoritas melemah dengan yield tenor 5 tahun naik 6.7 bps di level 7.310% dan yield tenor 10 tahun naik 4.7 bps di level 7.317%. Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia per 21 Juli 2026 berada di level 12.91% dan mencatat capital inflow sebesar IDR 0.19 Triliun. USD/IDR (23/07) naik +15.00 poin ditutup di 17,895.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.