Selasa, 1 September 2026
"I never attempt to make money on the stock market. I buy on the assumption that they could close the market the next day and not reopen it for ten years." – Warren Buffet
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa ekuitas Wall Street melemah, Senin, saat mengakhiri bulan yang penuh gejolak setelah lonjakan harga minyak akibat konflik kembali memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan peluang pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve. Dow Jones Industrial Average ditutup turun 374,09 poin atau 0,70% ke 53.185,90, indeks berbasis luas S&P 500 turun 0,33% ke posisi 7.686,14, sedangkan Nasdaq Composite Index melemah 31,53 poin ke level 26.370,89.
Harga minyak mentah Brent, patokan internasional, ditutup naik 2,71% menjadi USD 90,49 per barel pada hari Senin, setelah kembali pecah aksi militer antara Amerika dan Iran. Eskalasi konflik yang memasuki bulan keenam tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global. Ketegangan meningkat setelah Iran meluncurkan rudal pada malam hari ke dua pangkalan udara Amerika di Yordania. Serangan tersebut merupakan respons terhadap serangan Amerika ke Pulau Larak, Iran.
Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur resmi Tiongkok tetap berada di zona kontraksi pada bulan Agustus, yang mengindikasikan bahwa momentum belum pulih kembali setelah penurunan tajam pada bulan Juli. PMI manufaktur China naik ke 49,8 pada Agustus 2026 lebih tinggi dari ekspektasi. Di tengah pelemahan aktivitas manufaktur secara keseluruhan, sub-indeks manufaktur teknologi tinggi tetap kuat di 52,9 menunjukkan aktivitas masih berada di zona ekspansi.
Indonesia
IHSG pada perdagangan hari Senin (31/08) naik 0.11% di 6,525, dengan sektor yang paling menguat adalah financials, energy, dan industrials. Pada pasar saham Indonesia, per tanggal 31 Agustus 2026 investor asing mencatatkan net capital outflow sebesar IDR 0.43 T. Kemudian selama Agustus net capital inflow sebesar IDR 1.19 T dan secara Ytd net capital outflow sebesar IDR 70.79 T. Harga SBN (31/08) bergerak beragam dengan yield tenor 5 yr naik 5.5 bps di level 6.840% dan yield tenor 10 yr naik 4.4 bps di level 6.981%. Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia per 27 Agustus 2026 berada di level 12.99% dan mencatat capital outflow sebesar IDR 1.88 T. Selama Agustus terjadi net capital inflow sebesar IDR 15.01 T dan selama Ytd terjadi net capital inflow sebesar IDR 28.80 T.
Kementerian Keuangan akan menggelar lelang SUN dengan target indikatif Rp32 triliun, mencakup seri SPN01261003, SPN12261203, SPN12270902, FR0110, FR0111, FR0106, FR0107, FR0102, dan FR0105. Pasar juga menantikan inflasi Indonesia Agustus yang diperkirakan naik menjadi sekitar 3,12% YoY, serta data JOLTS Job Openings AS yang diperkirakan meningkat menjadi 7,332 juta.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.