Selasa, 15 September 2026
"Investing isn’t about beating others at their game. It’s about controlling yourself at your own game." – Benjamin Graham
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa Amerika pada perdagangan Senin kemarin (14/9) kompak melemah setelah pernyataan perlambatan pengembangan AI. Indeks Dow ditutup melemah 0,29%, indeks S&P500 turun 0,48% dan indeks Nasdaq melemah 0,56%. Sementara itu aksi jual obligasi pemerintah AS yang semakin intens mendorong imbal hasil obligasi tenor 10 tahun melampaui angka 5% untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023.
Di sektor minyak, harga minyak Brent naik 4% akibat serangan baru terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal di kawasan teluk yang memicu kekhawatiran pasar. Serangan terhadap pipa minyak Saudi dan pergerakan maju kelompok Houthi Yaman mengancam dan memperparah gangguan pasokan energi global.
Bursa saham Eropa dan Asia diperdagangkan tertekan saham AI setelah OpenAI dan Anthropic menyerukan perlambatan pengembangan AI demi mengelola resiko dan kekhawatiran penyalahgunaan. Di Asia, saham perusahaan raksasa Korea Selatan SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing turun lebih dari 6% dan 4%. Saham SoftBank, salah satu investor terbesar di OpenAI juga turun 10% di Jepang.
Pasar juga mengantisipasi peluang sekitar 76% bahwa Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar seperempat poin, menjadi 1,25%.
Indonesia
Pada perdagangan Senin (14/09) IHSG ditutup turun 0,10% ke level 6.534,69 dengan sektor kesehatan paling terpuruk turun 2,95% sedangkan sektor keuangan ditutup di zona positif. Nilai transaksi mencapai 17,4 triliun rupiah dengan volume perdagangan sebesar 34,71 miliar saham. Sektor keuangan menjadi yang terkuat naik 0,55% ditopang oleh saham-saham perbankan.
Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinetnya dengan mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara di posisi menteri keuangan. Penunjukan ini diharapkan membawa energi baru bagi pengelolaan fiskal Indonesia di tengah tantangan global dan domestik yang semakin kompleks.
Sementara itu defisit APBN di bulan Agustus 2026 masih terkendali sebesar 0,9% terhadap PDB. Untuk tahun 2027, pemerintah memproyeksikan defisit APBN sekitar 2,4% terhadap PDB, dengan tetap menjaga batas 3%.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup kembali melemah terbatas pada perdagangan Senin(14/9) di 17.635 per dolar AS. Rupiah masih dihadapkan pada risiko inflasi dan aksi wait-and-see rapat FOMC (Federal Open Market Committee) AS minggu ini.
Hari ini akan dilaksanakan lelang SUN dengan target indikatif sebesar 32 triliun rupiah dengan target maksimal 150% dari target indikatif. Adapun seri lelang antara lain FR 110, FR 111, FR 106, FR 107, FR 102 dan FR 105.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.