Jumat, 9 Oktober 2026
"It’s worth reminding ourselves from time to time that gyrations in a stock price may tell us absolutely nothing about the prospects of the company involved. " – Peter Lynch
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa saham Amerika Serikat ditutup mixed dengan Dow Jones menguat 0.10%, S&P 500 melemah 0.47%, dan Nasdaq melemah 1.25%, sedangkan harga UST bergerak menguat dengan yield tenor 5 tahun turun 3.8 bps ke level 4.990% dan yield tenor 10 tahun turun 5.7 bps ke level 5.228%. DXY bergerak melemah ditengah pernyataan Gubernur Alberto Musalem dari The Fed yang mengisyaratkan bahwa suku bunga perlu dinaikkan dalam enam hingga sembilan bulan ke depan guna membantu mengembalikan inflasi ke target 2% bank sentral.
Harga minyak Brent bertahan di kisaran $105 per barel karena tanda-tanda eskalasi konflik yang lebih dalam di Timur Tengah mengancam peningkatan aliran pasokan dari kawasan tersebut baru-baru ini sehingga menambah kekhawatiran akan percepatan inflasi global. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan umum pada 3 November.
Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, memperingatkan bahwa pemerintah mungkin akan menghadapi penurunan ekonomi berikutnya karena kemampuan kebijakan mereka (amunisi kebijakan) telah dipakai untuk membangkitkan pertumbuhan yang lemah dan serangkaian guncangan hebat. Bailey menyatakan bahwa kebijakan fiskal harus "diarahkan pada stabilitas dan dipandang kredibel oleh pasar," serta mencatat bahwa biaya pinjaman yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang melambat serta meningkatkan rasio utang terhadap PDB. Bailey juga menyebutkan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat mendorong penemuan ilmiah, meningkatkan efisiensi, dan mendongkrak kesejahteraan, namun ia juga melihat adanya risiko dari teknologi tersebut, termasuk kemungkinan pecahnya gelembung AI jika kepercayaan investor terhadap adopsinya memudar.
Jerman menaikkan lebih dari dua kali lipat perkiraan pertumbuhannya untuk tahun ini menjadi 1,3% setelah kinerja semester pertama yang lebih kuat dari perkiraan, yang didorong oleh ekspor dan belanja pemerintah yang kokoh. Pertumbuhan diperkirakan akan melambat menjadi 1,1% pada tahun 2027 dan 0,6% pada tahun 2028.
Indonesia Market
Pasar saham Indonesia Kamis kemarin ditutup melemah dengan IHSG (08/10) turun -1.88% di 6,031 dengan sektor yang paling melemah adalah industrial, energi dan infrastruktur dasar. Pada pasar saham Indonesia, per tanggal 08 Oktober 2026 asing mencatatkan net capital outflow sebesar IDR 0.85 Triliun
Harga SBN (08/10) bergerak beragam dengan yield tenor 5 tahun naik 1.40 bps di level 7.061% dan yield tenor 10 tahun naik 1.40 bps di level 7.194%. Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia per 07 Oktober 2026 berada di level 12.99% dan mencatat capital outflow sebesar IDR 4.71 Triliun. USD/IDR (08/10) naik +15.00 Poin ditutup di 17,895 dengan pelemahan Rupiah secara YtD 7.32%, dan mata uang Asia hari ini kemarin bergerak beragam.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.