Senin, 12 Oktober 2026
"It’s worth reminding ourselves from time to time that gyrations in a stock price may tell us absolutely nothing about the prospects of the company involved. " – Peter Lynch
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat dengan Dow Jones menguat 0.83%, S&P 500 menguat 0.59%, dan Nasdaq menguat 0.64%, sedangkan harga UST bergerak mayoritas melemah dengan yield tenor 5 tahun naik 2.7 bps ke level 5.017% dan yield tenor 10 tahun naik 1.2 bps ke level 5.240%. DXY bergerak menguat ditengah menurunnya sentimen konsumen AS pada awal Oktober dan pandangan mengenai kondisi ekonomi saat ini mencapai titik terendah sepanjang masa akibat tekanan inflasi terhadap rumah tangga. Indikator kondisi saat ini merosot ke angka 44,7, level terendah yang pernah tercatat dan konsumen memperkirakan harga akan naik sebesar 4,7% dalam satu tahun ke depan. Persepsi konsumen mengenai situasi keuangan mereka saat ini relatif stabil namun pandangan mereka terhadap kondisi pembelian barang tahan lama (durable goods) turun ke rekor terendah akibat kekhawatiran akan kenaikan harga dan suku bunga.
Presiden Donald Trump mendesak Volodymyr Zelenskyy untuk menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia dan menyarankan agar ia mempertimbangkan untuk mundur sebagai presiden Ukraina. Trump mengatakan ia sedang bekerja sama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait pasokan diesel untuk sejumlah bahan bakar Rusia yang terkena sanksi dari Departemen Keuangan AS.
Bandara utama Arab Saudi kembali diserang oleh pemberontak Houthi, sebuah proyektil tak dikenal menghantam terminal penumpang di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Pengeluaran rumah tangga Jepang turun selama sembilan bulan berturut-turut karena inflasi yang terus berlanjut menekan daya beli. Pengeluaran rumah tangga yang disesuaikan dengan inflasi turun 3,1% pada bulan Agustus dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan terbesar terjadi pada sektor pendidikan, makanan, dan utilitas. Penurunan pengeluaran rumah tangga ini mempersulit komunikasi Bank of Japan (BOJ) di tengah pertimbangan otoritas untuk kembali menaikkan suku bunga, sementara para ekonom memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga yang terlalu cepat dapat membebani perekonomian.
Indonesia Market
Pasar saham Indonesia Jumat kemarin ditutup menguat dengan IHSG (09/10) naik +1.04% di 6,093 dengan sektor yang paling menguat adalah material dasar, industrial, dan infrastruktur. Pada pasar saham Indonesia, per tanggal 09 Oktober 2026 asing mencatatkan net capital inflow sebesar IDR 0.03 Triliun.
Harga SBN (09/10) bergerak beragam dengan yield tenor 5 tahun turun 4.00 bps di level 7.021% dan yield tenor 10 tahun turun 0.30 bps di level 7.191%. Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia per 08 Oktober 2026 berada di level 13.02% dan mencatat capital inflow sebesar IDR 2.24 Triliun. USD/IDR (09/10) turun -15.00 Poin ditutup di 17,880 dengan pelemahan Rupiah secara YtD 7.23%, dan mata uang Asia kemarin bergerak mayoritas menguat.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.