Senin, 02 November 2026
"Investing isn’t about beating others at their game. It’s about controlling yourself at your own game." – Benjamin Graham
Indikator Ekonomi

Global Market
Pada perdagangan Jumat kemarin (30/10) bursa Amerika ditutup kompak melemah, indeks Dow ditutup koreksi 1,09%, indeks S&P500 turun 1,82% dan indeks Nasdaq melemah 2,86%. Investor dan eksekutif di bidang AI dan teknologi di AS secara signifikan mencari perlindungan akan potensial penurunan pasar teknologi dan AI. Beberapa instrumen lindung nilai termasuk put option dan credit-default swap mengalami peningkatan permintaan seiring dengan penurunan tajam di saham teknologi. Indeks dolar AS (DXY) (30/10) melemah ke level 101,87, imbas hasil rilis data Chicago PMI yang tercatat menurun di level 55,3. Yield US Treasury tenor 10 tahun turun ke level 4,930%.
Harga minyak naik setelah pupusnya harapan diplomasi dan kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak. Pada pertemuan anggota OPEC+ (1/11) menyetujui untuk menjaga target produksi minyak di bulan Desember. Adapun ketujuh anggota inti yang mengikuti pertemuan ini antara lain Arab Saudi, Rusia, Iraq, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman.
Bursa Eropa diperdagangkan beragam sedikit turun pada perdagangan Jumat (30/10). Saham-saham teknologi berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran tentang imbal hasil investasi AI.
Bursa saham Asia lesu pada perdagangan Jumat (30/10) karena investor terus mengevaluasi pendapatan terbaru perusahaan teknologi AS dan juga memperhatikan perkembangan di Timur Tengah dan pemilihan presiden paruh waktu AS. Sementara itu pada Minggu (1/11) pemerintah Korea Selatan melaporkan bahwa ekspornya naik 93,7% di bulan Oktober dari tahun lalu, pertumbuhan tertinggi lebih dari 5 dekade lalu didukung oleh penjualan semikonduktor dan permintaan AI yang tinggi dari global.
Indonesia Market
IHSG melemah pada perdagangan Jumat (30/10), ditutup di level 5.057,05, turun 0,80%. Nilai transaksi mencapai 10,9 triliun rupiah dengan volume perdagangan sebesar 37,03 miliar saham. IHSG tanpa saham-saham HSC (High Shareholding Concentration) barlaku hari ini (2/11). BEI menyesuaikan divisor, karena yang berubah adalah komposisi indeks, bukan levelnya, sehingga level pembukaan hari ini (2/11) sama dengan penutupan Jumat (30/10).
Penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) untuk bank umum konvensional dari 9% ke 8% berlaku mulai 1 November 2026. Penerapan kebijakan GWM (Giro Wajib Minimum) merupakan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga likuiditas perbankan.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis pada perdagangan Jumat (30/10) ditutup di 18.125 per dolar AS. Harga SBN (30/10) bergerak melemah dengan yield tenor 10 tahun naik ke level 7,707%. Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia per 29 Oktober 2026 berada di level 12,97%. Selama Oktober terjadi net capital inflow sebesar 7,38 triliun rupiah dan selama ytd terjadi net capital inflow sebesar 36,18 triliun rupiah.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.