Rabu, 04 November 2026
"Investing isn’t about beating others at their game. It’s about controlling yourself at your own game." – Benjamin Graham
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa Amerika pada perdagangan Selasa (3/11) ditutup beragam mayoritas menguat, dengan indeks Dow ditutup melemah 0,38%, indeks S&P500 naik 0,36% dan indeks Nasdaq menguat 0,83%. Indeks Nasdaq menguat ditopang oleh rebound saham-saham teknologi dan produsen semikonduktor. Sementara itu investor juga mencermati hasil pemilu paruh waktu (Midterm Election) yang menjadi salah satu faktor penentu arah kebijakan pemerintahan presiden Trump. Indeks dolar (DXY) menguat ke level 101,868. DXY bergerak menguat di tengah hasil rilis ketenagakerjaan data JOLTS Job Openings AS yang mencatatkan kenaikan melampaui estimasi.
Harga minyak naik pada hari Selasa (3/11) sore setelah seorang pejabat Iran mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang masih jauh. Sementara itu AS kembali menyerang Iran di pulau Qeshm, yang memicu kekhawatiran atas eskalasi permusuhan dan risiko terhadap pasokan energi.
Bursa saham Eropa dibuka lebih rendah dengan indeks regional Stoxx 600 turun 0,62% pada pembukaan pasar. Kekhawatiran akan kesehatan keuangan perusahaan teknologi terus membebani pasar. Bank sentral Eropa kemungkinan besar akan menaikkan biaya pinjaman bulan depan akibat inflasi.
Pasar saham Asia kembali ditutup tertekan. Saham sektor teknologi di Asia tertekan seiring kekhawatiran investor terhadap pengeluaran dan laba di bidang AI. Indeks MSCI untuk Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,4%, mencapai level terendah sejak 23 Oktober. Penurunan ini dipimpin oleh bursa saham Korea Selatan yang merosot tajam. Sementara itu bursa saham Taiwan dan China juga ikut turun. Sebaliknya pasar saham Australia justru menguat setelah bank sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga acuan.
Indonesia Market
IHSG terkoreksi pada perdagangan Selasa (3/11) dipicu aksi jual investor asing dan peningkatan ekspektasi risiko negara berkembang. IHSG ditutup di level 4.904,29, turun 3,78%. Nilai transaksi mencapai 11,7 triliun rupiah dengan volume perdagangan sebesar 27,1 miliar saham. Semua sektor melemah tajam dengan sektor industri dasar menjadi sektor dengan penurunan terdalam.
Pada pasar saham Indonesia, per tanggal 3 November asing mencatatkan net capital outflow sebesar 570 milyar rupiah, secara YTD net capital outflow sebesar 98,6 triliun rupiah.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis pada perdagangan Selasa (3/11) ditutup di 18.140 per dolar AS. Harga SBN bergerak beragam dengan yield tenor 10 tahun di level 7,17%. Hasil lelang SBSN kemarin (3/11) mencatat total penawaran yang masuk sebesar 28,56 triliun rupiah dengan nominal yang diserap sebesar 16,65 triliun rupiah dari target indikatif sebesar 10 triliun rupiah.
Hasil lelang SVBI (Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia) (3/11), dengan total penerbitan sebesar 113 juta dolar AS dengan total outstanding 2,7 milyar dolar AS.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.