Kamis, 05 November 2026
"Investing isn’t about beating others at their game. It’s about controlling yourself at your own game." – Benjamin Graham
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa Amerika pada perdagangan Rabu (4/11) ditutup menguat solid, dengan indeks Dow ditutup menguat 3,03%, indeks S&P500 naik 1,58% dan indeks Nasdaq menguat 1,44%. Indeks dolar (DXY) melemah ke level 101,523, kemudian yield obligasi AS tenor 10 tahun di level 4,889%. Sementara itu, hasil perhitungan pemilu paruh waktu (Midterm Election) mengumumkan Demokrat unggul dan memenangkan kedua kongres AS, menguasai Senat dan DPR (House) tadi malam. Diproyeksikan 53+ kursi Senat dan 227+ kursi DPR (House). Kongres yang baru akan dilantik pada 3 Januari 2027. Presiden Trump menyatakan ke media New York Times bahwa dia akan menerima hasil dari Midterm Election tanpa perdebatan.
Harga minyak dunia anjlok seiring meningkatnya harapan meredanya ketengangan geopolitik dengan Iran. Investor dan pasar berharap perang Iran berakhir usai kemenangan Demokrat di pemilu sela AS. Wakil presiden AS JD Vance secara terbuka menyebut perang melawan Iran sebagai penyebab kekalahan partai Republik dalam pemilu sela.
Bursa saham Eropa dibuka menguat solid didukung oleh emiten kesehatan Novo Nordisk yang melaporkan laba tahun berjalan melampaui ekspektasi. Sementara itu inflasi di kawasan Eropa naik tertinggi dalam 3 tahun terakhir pada bulan Oktober dikarenakan mahalnya biaya energi.
Pasar saham Asia ditutup beragam dengan kondisi mayoritas menguat pada perdagangan Rabu (4/11). Investor cenderung menunggu hasil dari pemilu sela AS.
Indonesia Market
IHSG menguat terbatas pada perdagangan Rabu (4/11), ditutup di level 4.919,77, naik 0,31%. Nilai transaksi mencapai 10,5 triliun rupiah dengan volume perdagangan sebesar 25,18 miliar saham. Semua sektor mayoritas melemah, dimana hanya sektor industri dasar dan sektor keuangan yang menunjukkan penguatan.
Menteri Keuangan Suahasil menegaskan Kementerian Keeuangan tidak akan menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam proses demutualisasi bursa. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan hasil asesmen menunjukkan bahwa stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan sepanjang kuartal III 2026 tetap terjaga. Namun tekanan meningkat pada Oktober seiring eskalasi konflik geopolitik global dan gejolak pasar saham domestik yang dipengaruhi kabar MSCI.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada perdagangan Rabu (4/11) ditutup di 18.160 per dolar AS. Sementara itu pemerintah merevisi kebijakan DHE (Devisa Hasil Ekspor) untuk meningkatkan konversi valuta asing ke Rupiah. Harga SBN bergerak beragam dengan yield tenor 10 tahun di level 7,72%.
Hari ini (5/11) akan dirilis data pertumbuhan ekonomi dimana konsensus Bloomberg Economics memperkirakan pertumbuhan ekonomi kemungkinan melambat pada kuartal lalu, menjadi 5,1% secara tahunan dari 5,29%, akibat melemahnya investasi dan belanja pemerintah.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.