Chat With Us
Chat With Us
en-USid-ID
X

BNI PerisaiPlus & Perlindungan Asuransi Bebas Premi


  • PerisaiPlus
  • Perlindungan Asuransi Bebas Premi

PerisaiPlus


Memberikan perlindungan bagi Peserta PerisaiPlus terhadap resiko kematian, cacat (ketidakmampuan sementara), cacat tetap akibat sakit/kecelakaan serta perlindungan terhadap 40 penyakit kritis (Critical Illness) dengan premi per bulan sebesar 0,60% dari saldo terhutang.


Benefit Asuransi PerisaiPlus

  1. Santunan Meninggal Dunia
  2. Jika Peserta meninggal dunia karena Sakit* atau Kecelakaan selama berlakunya program Asuransi ini, maka Pihak Asuransi akan membayarkan santunan sebesar 250% (dua ratus lima puluh persen) dari Saldo Terhutang Kartu Kredit BNI Peserta sampai dengan tanggal kematian Peserta meliputi :

    1. Pelunasan Saldo Terhutang Kartu Kredit BNI Peserta kepada BNI dan.
    2. Santunan tambahan sebesar 150% (seratus lima puluh persen) Saldo Terhutang Kartu Kredit BNI Peserta yang dipertanggungkan yang akan dibayarkan kepada Ahli Waris Peserta (jika Saldo Terhutang Peserta yang Meninggal Dunia melebihi nilai pertanggungan maksimum dan/atau Peserta memiliki Kartu Kredit BNI lainnya yang tidak terdaftar dalam program Asuransi PerisaiPlus, maka santunan tambahan yang akan dibayarkan kepada Ahli Waris Peserta akan dipergunakan terlebih dahulu untuk melunasi sisa tagihan Kartu Kredit BNI lainnya tersebut), dengan Nilai Santunan Maksimum yang akan dibayarkan jika Peserta meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan yaitu :
      • Kartu Biru (kartu kredit utama) sebesar Rp 50.000.000,-.
      • Kartu Emas (kartu kredit utama) sebesar Rp 100.000.000,-.
      • Kartu Titanium/Platinum/Signature/Infinite (kartu kredit utama) sebesar Rp 500.000.000,-.

      Selanjutnya kepesertaan PerisaiPlus otomatis berakhir.


  3. Ketidakmampuan Sementara
  4. Jika selama berlakunya Program Asuransi ini, Peserta menderita Sakit atau mengalami Kecelakaan yang menyebabkan Peserta tidak dapat melakukan pekerjaan apapun sedikitnya selama 30 (tiga puluh) hari berturut-turut, yang menurut pertimbangan medis harus dilakukan perawatan rumah sakit dan/atau masih dibutuhkan perawatan tambahan di rumah sebagai tindak lanjut dari perawatan rumah sakit, maka mulai hari ke-31 (tiga puluh satu) Pihak Asuransi akan membayar tagihan bulanan Peserta yang telah jatuh tempo untuk Kartu Kredit BNI yang dipertanggungkan, sebesar tagihan minimum bulanan atau Rp 50.000,-, untuk kartu Biru dan Emas dan Rp 100.000,-, untuk kartu Titanium/Platinum/Signature/Infinite, tergantung mana yang lebih besar.

    Perhitungan klaim ketidakmampuan sementara dimulai sejak tanggal dimulainya ketidak-mampuan sampai dengan tanggal pengajuan klaim maksimum 6 (enam) bulan atau hingga nilai santunan maksimum sesuai ketentuan pada Santunan Meninggal Dunia.

    Jika setelah pengajuan klaim ternyata Ketidakmampun Sementara masih berlanjut dan klaim yang dibayarkan belum mencapai maksimum 6 (enam) bulan, maka Peserta dapat mengajukan klaim kembali untuk sisa bulan yang belum dibayarkan klaimnya. Jika sebelum masa 6 (enam) bulan Peserta meninggal dunia, maka akan dibayarkan benefit meninggal dunia yaitu sebesar 250% dari Saldo Hutang tagihan Kartu Kredit BNI dan selanjutnya pertanggungan berakhir.


  5. Ketidakmampuan Tetap Total
  6. Jika selama berlakunya Program Asuransi ini Peserta menderita Sakit* atau mengalami Kecelakaan, yang menyebabkan Peserta tidak dapat melakukan suatu pekerjaan, memegang suatu jabatan atau profesi apapun untuk memperoleh penghasilan, imbalan, atau keuntungan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut dan diakui oleh Pihak Asuransi sebagai Ketidakmampuan Tetap Total, akibat Ketidakmampuan sementara dan/atau berdasarkan diagnosa medis ketidakmampuan akan berlanjut selama sisa hidup Peserta (bersifat permanen), maka Pihak Asuransi akan membayarkan sisa saldo terhutang Kartu Kredit BNI Peserta yang dipertanggungkan, sebesar nilai transaksi sampai dengan tanggal dimulainya ketidakmampuan hingga Nilai Santunan Maksimum sesuai ketentuan pada Santunan Meninggal Dunia, dan selanjutnya pertanggungan ketidakmampuan sementara/ tetap total berakhir. Kepesertaan Asuransi akan berakhir jika Santunan Cacat Tetap Total telah dibayarkan.

    * Sakit yang dipertanggungkan dibawah Program asuransi ini adalah sakit yang diderita oleh Peserta setelah Peserta dipertanggungkan di bawah Program Asuransi ini untuk masa sedikitnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal berlakunya asuransi.

  7. Santunan Critical Illness
  8. Jika Peserta mengalami sakit kritis (40 penyakit) dalam Masa Asuransi maka akan dibayarkan manfaat asuransi sebesar 100% dari Saldo terhutang dengan batas maksimum Uang Pertanggungan sebesar :

    1. Kartu Biru (kartu kredit utama) : Rp 10.000.000,-.
    2. Kartu Emas (kartu kredit utama) : Rp 20.000.000,-.
    3. Kartu Titanium/Platinum/Signature/Infinite (kartu kredit utama) : Rp 50.000.000,-.

    selanjutnya pertanggungan Critical Illness berakhir, tetapi benefit asuransi kematian dan Ketidakmampuan sementara/tetap total tetap berjalan.


Pengajuan Klaim

Pemberitahuan dan kelengkapan dokumen klaim disampaikan ke BNI selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari kalender sejak dimulainya kejadian.

Dokumen yang harus dilengkapi pada saat pengajuan klaim untuk Ketidakmampuan Sementara atau Penyakit Kritis adalah :

  • Surat pengajuan klaim dari Peserta.
  • Berita acara dari kepolisian, apabila ketidak-mampuan sementara disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas.
  • Resume medis/Medical Report dari Rumah Sakit/Dokter yang merawat (memakai formulir klaim dari perusahaan Asuransi).
  • Fotokopi tagihan 2 (dua) bulan terakhir sebelum kejadian.
  • Surat keterangan ketidakmampuan bekerja dari perusahaan tempat Peserta bekerja.
  • Fotokopi kuitansi dan perincian biaya rawat inap selama di Rumah Sakit yang telah dilegalisir.

Dokumen yang harus diserahkan untuk klaim Meninggal Dunia dan Ketidakmampuan Tetap adalah :

  • Surat pengajuan Klaim dari Peserta/Ahli waris.
  • Surat keterangan kematian dari kelurahan/Pamong Praja setempat atas nama Peserta.
  • Berita acara dari kepolisian apabila meninggal dunia disebabkan karena kecelakaan lalu lintas.
  • Surat keterangan dari Rumah Sakit/Dokter mengenai penyebab kematian yang dilegalisir atau surat keterangan kronologis kematian dari Ahli Waris jika meninggal secara wajar bukan di Rumah Sakit dan tanpa penanganan Dokter (jika meninggal karena sakit).
  • Resume medis/Medical Report ketidakmampuan tetap dari Dokter/Rumah Sakit untuk Peserta.
  • Surat keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia setempat (apabila meninggal di luar wilayah Republik Indonesia).
  • Fotokopi tagihan 2 (dua) bulan terakhir sebelum kejadian.
  • Dokumen lain sebagaimana diperlukan, yaitu :
    • Fotokopi Kartu Keluarga.
    • Fotokopi KTP Para Ahli Waris.
    • Fotokopi Surat Keterangan Ahli Waris disaksikan oleh Kelurahan/Pamong Praja setempat dan diketahui oleh Camat (oleh notaris jika WNI Keturunan).
    • Fotokopi Surat permintaan transfer dari Para Ahli Waris (jika klaim disetujui dan ada santunan tambahan yang diterima Ahli Waris) yang berisi nomor rekening, nama bank dan cabang, atas nama (jika Peserta yang meninggal dunia memiliki Kartu Kredit BNI lainnya yang tidak terdaftar PerisaiPlus, maka santunan tambahan yang akan dibayarkan kepada Ahli Waris Peserta akan dipergunakan terlebih dahulu untuk melunasi sisa tagihan Kartu Kredit BNI lainnya tersebut).
    • Fotokopi surat kuasa dari seluruh Ahli Waris kepada salah seorang Ahli Waris untuk mewakili seluruh Ahli Waris dalam mengurus dan menerima hasil klaim (dalam hal seluruh Ahli Waris tidak dapat melakukan pengurusan klaim secara bersama-sama).

Dokumen Klaim dikirimkan melalui :

BNI Contact Center

Telepon : (021) 1500046
(021) 1500098 (untuk Infinite).
Ponsel : (021) 1500046
(021) 1500098 (untuk Infinite).
Fax : (021) 572 8800/572 8774
Website : www.bni.co.id
E-mail : bnicall@bni.co.id
bniemerald@bni.co.id (untuk Infinite)

Perlindungan Asuransi Bebas Premi


Ketentuan di atas berlaku hingga 13 Juli 2019.

Sebagai Pemegang Kartu Kredit BNI Platinum (Reguler, Affinity, Co Branding, JCB), Corporate (Gold dan Platinum), Signature serta Infinite, Anda akan mendapatkan Perlindungan Asuransi Bebas Premi secara otomatis sebagai berikut :


  1. Tabel Manfaat & Jumlah Pertanggungan
  2. Jenis Kartu Manfaat Benefit Limit (IDR)
    Platinum Kecelakaan Dalam Perjalanan (Travel Accident). Rp 4,000,000,000,-.
    Perlindungan Pembelian Harta Benda (Purchase Protection). Rp 50,000,000,- per barang.
    Rp 100,000,000,- per kejadian.
    Kecelakaan Diri 24 Jam (Personal Accident-24 hours). Rp 25,000,000,-.
    Kecelakaan Diri di Kendaraan Umum (PA-Public Conveyance). Rp 100,000,000,-.
    Corporate Kecelakaan Dalam Perjalanan (Travel Accident). Rp 1,000,000,000,-.
    Perlindungan Ketidaknyamanan Perjalanan Udara (Travel Inconvenience) :
    • Penundaan Penerbangan > 6 Jam (Flight Delay > 6 Hours).
    Rp 500,000,-.
    • Kehilangan Bagasi > 48 Jam (Luggage Loss > 48 Hours).
    Rp 500,000,-.
    Signature Kecelakaan Dalam Perjalanan (Travel Accident). Rp 7,000,000,000,-.
    Perlindungan Ketidaknyamanan Perjalanan Udara (Travel Inconvenience) :
    • Penundaan Penerbangan > 6 Jam (Flight Delay > 6 Hours).
    Rp 500,000,-.
    • Kehilangan Bagasi > 48 Jam (Luggage Loss > 48 Hours).
    Rp 500,000,-.
    Perlindungan Pembelian Harta Benda (Purchase Protection). Rp 75,000,000,- per barang.
    Rp 150,000,000,- per kejadian.
    Kecelakaan Diri 24 Jam (Personal Accident-24 hours). Rp 50,000,000,-.
    Kecelakaan Diri di Kendaraan Umum (PA-Public Conveyance). Rp 150,000,000,-.
    Infinite Kecelakaan Dalam Perjalanan (Travel Accident). Rp 10,000,000,000,-.
    Perlindungan Ketidaknyamanan Perjalanan Udara (Travel Inconvenience) :
    • Penundaan Penerbangan > 6 Jam (Flight Delay > 6 Hours).
    Rp 500,000,-.
    • Kehilangan Bagasi > 48 Jam (Luggage Loss > 48 Hours).
    Rp 500,000,-.
    Perlindungan Pembelian Harta Benda (Purchase Protection). Rp 75,000,000,- per barang.
    Rp 150,000,000,- per kejadian.
    Kecelakaan Diri 24 Jam (Personal Accident-24 hours). Rp 50,000,000,-.
    Kecelakaan Diri di Kendaraan Umum (PA-Public Conveyance). Rp 150,000,000,-.
    Perawatan Medis di Luar Negeri (Overseas Medical Insurance). Rp 300,000,000,- per pemegang kartu.
    Rp 500,000,000,- per keluarga.
    Evakuasi Medis & Pemulangan Jenasah (Medical Evacuation & Repatriation). Rp 300,000,000,-.
    Layanan Bantuan 24 Jam (24 hours assistance). Tidak terbatas.

  3. Ketentuan Umum (untuk semua Manfaat)
    1. Maksimum periode perlindungan adalah 30 (tiga puluh) hari untuk satu kali perjalanan.
    2. Untuk Anak dari Pemegang Kartu berusia kurang dari 23 (dua puluh tiga) tahun, belum bekerja dan belum menikah.
    3. Pemegang Kartu dan pasangannya yang sah (WNI atau WNA yang memiliki KIMS/ KITAS), berusia 18 - 80 tahun (kecuali untuk benefit Overseas Medical insurance dan Personal Accident maksimum usia yang ditanggung asuransi adalah 65 tahun). Pada saat berlakunya asuransi ini, Tertanggung harus dalam keadaan sehat, siap untuk bepergian dan sama sekali tidak menyadari adanya keadaan yang dapat menyebabkan pembatalan atau gangguan pada perjalanan.
    4. Pembayaran atas biaya perjalanan menggunakan Kartu Kredit BNI.
    5. Meninggal Dunia atau Cacat Tetap akibat kecelakaan dalam angkutan umum tidak bisa double cover dengan manfaat Kecelakaan Perjalanan.

  4. Penjelasan Benefit
    1. Asuransi Kecelakaan Perjalanan (Travel Accident)
      1. Merupakan penumpang suatu alat moda transportasi umum berijin.
      2. Maksimum 30 hari selama dalam perjalanan.
      3. Khusus untuk Perjalanan Udara, perlindungan dimulai saat dalam perjalanan menuju bandara atau pada saat meninggalkan bandara dan menaiki pesawat mencapai tempat tujuan akhir.
      4. Besaran nilai pertanggungan untuk pasangan Tertanggung (suami/istri) adalah 50% dari jumlah Pertanggungan dan untuk Anak yang masih dalam tanggungan adalah 10% dari jumlah Pertanggungan.
        Manfaat Pertanggungan: Limit Benefit
        a. Meninggal Dunia dan Cacat Tetap Total. 100%
        b. Kehilangan atas kedua tangan atau kaki. 100%
        c. Kehilangan atas satu tangan dan kaki. 100%
        d. Kehilangan seluruh penglihatan kedua mata. 100%
        e. Kehilangan seluruh penglihatan satu mata dan kehilangan atas satu tangan atau satu kaki. 100%
        f. Kehilangan atas satu tangan atau satu kaki. 50%
        g. Hilangnya penglihatan pada satu mata. 50%
        h. Kehilangan kemampuan berbicara dan mendengar. 50%
      5. Kehilangan” sebagaimana dimaksud di atas dalam kaitannya dengan tangan atau kaki, berarti kehilangan atau kehilangan fungsi secara utuh dan permanen sampai melalui atau di atas pergelangan tangan atau sendi pergelangan kaki, sedangkan jika dalam kaitannya dengan mata berarti hilangnya seluruh kemampuan melihat pada mata dimaksud dan tidak dapat disembuhkan.


        Pengecualian :

        1. Bunuh diri atau usaha untuk itu baik dalam keadaan waras atau tidak, pengrusakan diri sendiri atau sesuatu usaha untuk itu baik dalam keadaan waras atau tidak.
        2. Perang baik yang dinyatakan/diumumkan dan tidak atau bagian dari keadaan tersebut.
        3. Tindakan-tindakan tidak sah Pemegang Kartu, ahli waris yang ditunjuk oleh Pemegang Kartu, pelaksana atau administrator atau pewaris-pewaris sah atau wakil-wakil pribadi yang sah.
        4. Cidera yang didapat sewaktu bertugas sebagai operator atau anggota kru dari alat angkutan atau cidera yang didapat sewaktu mengendarai kendaraan sewaan.
        5. Pemegang Kartu menggunakan obat bius, kecuali dibuktikan obat tersebut digunakan berdasarkan resep dokter yang benar dan tidak untuk penyembuhan kecanduan obat bius.
        6. Kehamilan, kelahiran atau keguguran.
        7. Penyakit, sumber penyakit atau setiap infeksi yang disebabkan bakteri atau infeksi virus walaupun disebabkan karena kecelakaan. Hal ini tidak mengecualikan infeksi yang disebabkan bakteri secara langsung dari luka yang tidak disengaja atau keracunan makanan.
        8. Secara langsung atau tidak secara langsung hasil dari cacat fisik atau mental atau kelemahan yang sudah diketahui oleh Pemegang Kartu pada saat kejadian yang mengakibatkan cidera badan kecuali telah dinyatakan dan disetujui secara tertulis oleh Pemegang Kartu.
        9. Bahan nuklir dan bahan bakar nuklir, pencemaran dari radio aktivitas, sisa/sampah nuklir termasuk pemecahan nuklir.
        10. Aksi teroris yang menggunakan nuklir, kimia dan biologi.
        11. “Kegagalan Keuangan” berarti salah satu dari pemberhentian operasi secara menyeluruh dikarenakan hal yang berhubungan dengan keuangan apakah ada atau tidak ada pengajuan petisi kebangkrutan atau pemberhentian sebagian dari operasi disebabkan dari pengajuan petisi kebangkrutan.

    2. Asuransi Ketidaknyamanan Perjalanan (Travel Inconvinience)

      Penundaan Penerbangan

      Apabila pada saat keberangkatan pesawat yang akan digunakan oleh Tertanggung (cardholder) mengalami penundaan sekurang-kurangnya selama enam (6) jam berturut-turut pada satu lokasi tunggal (tertunda dari jam yang seharusnya) sebagai akibat dari pemogokan atau aksi industrial, cuaca buruk atau kerusakan mekanik/gagal kerja dari Angkutan Umum tersebut, atau karena pesawat tidak diperkenankan untuk tinggal landas akibat adanya kerusakan mekanis atau struktural, maka pihak asuransi akan membayar kepada Tertanggung dimaksud maksimum sebesar pertanggungan yang terdapat dalam Tabel Manfaat.


      Kehilangan Bagasi

      Apabila pada saat Tertanggung melakukan suatu perjalanan, bagasi yang dibawa atau dicheck-in pada Angkutan Umum ternyata tidak sampai kepadanya dalam jangka waktu 48 jam sejak kedatangan Tertanggung pada tempat tujuan menurut jadwal, bagasi tersebut akan diasumsikan hilang secara permanen dan pihak asuransi akan mengganti kerugian Tertanggung atas biaya yang timbul dalam waktu 4 (empat) hari kalender sejak tiba di tempat tujuan sehubungan dengan pembelian darurat (pakaian atau kebutuhan penting lainya) sampai dengan Batas Ganti Rugi yang tertera pada Tabel Manfaat.


      Pengecualian :

      1. Penyitaan atau pengambilan oleh Bea Cukai atau pejabat pemerintah lainnya.
      2. Kegagalan untuk mengambil tindakan yang cukup untuk menyelamatkan atau mendapatkan kembali bagasi yang hilang.
      3. Kegagalan untuk memberitahu pejabat maskapai penerbangan yang terkait mengenai bagasi yang hilang di tempat tujuan dan mendapatkan Laporan Property Irregularity Report.
      4. Perang baik yang dinyatakan/diumumkan atau tidak atau bagian dari keadaan tersebut.
      5. Bahan nuklir dan bahan bakar nuklir, pencemaran dari radioaktivitas, sisa/sampah nuklir termasuk pemecahan nuklir.
      6. Aksi teroris yang mengunakan Nuklir, kimia dan biologi.
      7. Bunuh diri atau usaha untuk itu baik dalam keadaan waras atau tidak, pengrusakan diri sendiri atau sesuatu usaha untuk itu baik dalam keadaan waras atau tidak.
      8. Tindakan tidak sah Pemegang Kartu, ahli waris yang ditunjuk oleh Pemegang Kartu, pelaksana atau administrator atau Pewaris sah atau wakil-wakil pribadi yang sah.
      9. Penyakit atau penyebab penyakit.
      10. Keterlambatan kedatangan Pemegang Kartu di Bandara setelah waktu “check in” yang ditentukan oleh perusahaan penerbangan.
      11. “Kegagalan Keuangan” berarti salah satu dari pemberhentian operasi secara menyeluruh dikarenakan hal yang berhubungan dengan keuangan apakah ada atau tidak ada pengajuan petisi kebangkrutan atau pemberhentian sebagian dari operasi disebabkan dari pengajuan petisi kebangkrutan.

    3. Asuransi Medis di Luar Negeri (Overseas Medical Insurance)
      • Jika Pemegang Kartu Kredit BNI mengalami cedera tubuh atau sakit yang tak diduga selama melakukan perjalanan ke luar negeri, pihak asuransi akan mengganti kerugian atas biaya pengobatan yang terjadi selama melakukan perawatan di luar negeri dengan ketentuan bahwa biaya perawatan yang timbul tersebut telah dibebankan/dibayar sepenuhnya dengan menggunakan kartu kredit BNI.
      • Apabila terdapat risiko sendiri yang harus ditanggung oleh Pemegang Kartu, maka jumlah tersebut akan dikurangkan dengan ganti rugi yang dibayarkan.
      • Risiko sendiri (deductible) sebesar Rp 1.000.000,- akan menjadi tanggungan Pemegang Kartu untuk setiap kejadian.
      • Biaya pengobatan meliputi dan terbatas dengan ketetentuan sebagai berikut :
        1. Biaya kamar rumah sakit semi-private, penggunaan ruang operasi, ruang gawat darurat, dan jasa ambulans.
        2. Biaya Dokter.
        3. Biaya pengobatan, rawat inap atau rawat jalan, termasuk: tes laboratorium, jasa ambulans (ke atau dari Rumah Sakit), resep obat, therapeutics, anesthesi (termasuk administrasi), transfusi, anggota gerak palsu atau mata palsu (tidak termasuk penggantian atau perbaikan), sinar rontgen, peralatan prosthetic.
        4. Biaya jurur rawat.
      • Bila Pemegang Kartu mempunyai polis asuransi perawatan rumah sakit lainnya selain yang ditanggung program asuransi ini, maka kewajiban pihak asuransi akan terbatas pada proporsi kerugiannya terhadap polis asuransi perawatan rumah sakit yang lain.
      • Batas usia maksimum adalah 65 tahun.
      • Periode pertanggungan dimulai sejak tanggal keberangkatan dan berakhir pada, mana yang terjadi lebih dahulu :
        1. Berakhirnya hari ke-30 (tiga puluh) terhitung sejak tanggal keberangkatan; atau.
        2. Pemegang Kartu telah kembali/tiba di tempat asal keberangkatan.

      Pengecualian :

      1. Biaya-biaya Medis yang terjadi jika perjalanan yang dilakukan oleh Tertanggung tidak sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh praktisi medis berijin.
      2. Biaya-biaya Medis yang terjadi terkait dengan suatu perjalanan yang mana tujuan dari perjalanan tersebut adalah untuk keperluan berobat atau konsultasi medis.
      3. Kondisi-kondisi medis yang memang sudah ada sebelumnya (Pre-Existing), suatu kondisi yang sebelumnya pernah diperiksa oleh Dokter atau pernah mendapat perawatan atau mendapat pengobatan dari Dokter selama 12 (dua belas) bulan sebelum Perjalanan, atau suatu kondisi yang mana dari tanda-tanda atau gejala-gejalanya, seseorang dalam keadaan tersebut diharapkan dapat mengetahui kondisi tersebut selama 12 (dua belas) bulan sebelum Perjalanan.
      4. Biaya-biaya Medis yang terjadi di dalam wilayah hukum Republik Indonesia, atau negara Tempat Tinggal dari Tertanggung, jika beda.
      5. Biaya-biaya yang terkait dengan tindakan medis, obat atau obat-obatan, yang diresepkan atau yang langsung digunakan, sebelum periode perlindungan asuransi.
      6. Semua jenis perawatan gigi.
      7. Cedera Badan atau Penyakit yang disebabkan atau yang dimunculkan secara sengaja oleh Tertanggung.
      8. Cedera Badan atau Penyakit yang disebabkan oleh paparan atas bahaya yang dilakukan secara sengaja, cedera yang dilakukan secara sengaja, bunuh diri atau percobaan bunuh diri, atau yang disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap saran medis.
      9. Cedera Badan atau Penyakit yang muncul atau diderita pada saat Tertanggung berada dalam, atau yang diakibatkan oleh karena Tertanggung sedang dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan atau narkotika kecuali jika hal tersebut diberikan oleh Dokter, atau kecuali jika hal tersebut dilakukan berdasarkan resep dari atau dilakukan sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Dokter.
      10. Cedera Badan yang terjadi pada saat ikut serta atau akibat keikutsertaan dalam suatu kegiatan olah raga sebagai seorang pemain profesional.
      11. Cedera Badan yang terjadi pada saat ikut serta atau akibat keikutsertaan dalam suatu kompetisi yang melibatkan penggunaan kendaraan bermotor darat, laut atau udara.
      12. Cedera Badan yang terjadi pada saat atau akibat dari mengendarai atau mengemudikan sepeda motor atau skuter di atas 125 cc.
      13. Cedera Badan atau Penyakit yang disebabkan oleh atau yang muncul dari kondisi penyakit yang disebut dengan Sindroma Penurunan Kekebalan Tubuh (AIDS) atau Virus Penurunan Kekebalan Tubuh Manusia (HIV) dan/atau kondisi atau penyakit yang terkait, termasuk semua jenis turunan atau variasinya bagaimanapun terjadinya atau munculnya. Tertanggung berkewajiban untuk membuktikan bahwa Cedera Badan atau Penyakit tersebut tidak disebabkan oleh atau tidak muncul sebagai akibat adanya AIDS atau HIV.
      14. Cedera Badan atau Penyakit yang disebabkan oleh atau yang muncul dari penyakit kelamin atau yang terkait dengan kelamin.
      15. Tindakan-tindakan atau pengobatan untuk masalah kejiwaan atau mental, apapun jenis klasifikasinya, kondisi-kondisi psychiatric atau psychotic, depresi apapun jenisnya, atau ormental insanity.
      16. Kasus-kasus retak tulang akibat penyakit/pathological fracture.
      17. Tindakan-tindakan pengobatan apapun serta segala jenis rawat inap pada institusi-institusi yang berjangka panjang (rumah-rumah peristirahatan, pusat penyembuhan, pusat detoksifikasi, dan lain sebagainya).
      18. Penyelidikan, operasi atau perlakuan medis yang sepenuhnya bersifat kosmetik, atau untuk mengatasi kegemukan, atau yang dilakukan untuk memfasilitasi kehamilan atau untuk mengobati impotensi atau untuk meningkatkan vitalitas.
      19. Cedera Badan yang terjadi pada saat atau yang diakibatkan oleh keikutsertaan dalam kegiatan-kegiatan olahraga yang berbahaya seperti terjun payung, hangliding, parasailing, off-piste skiing atau bungee jumping.

    4. Manfaat Evakuasi dan Repatriasi Jenasah (Medical Evacuation & Repatriation)

      Apabila pada saat melakukan suatu Perjalanan, Tertanggung meninggal dunia akibat dari suatu “Kondisi Medis Kritis”, maka rekanan pihak asuransi atau kuasa sahnya akan membuat pengaturan-pengaturan yang diperlukan untuk merepatriasi (memulangkan) jenazah Tertanggung kembali ke Indonesia. Pihak asuransi akan membayar biaya-biaya yang ditanggung langsung kepada rekanan pihak asuransi tersebut atas jasa repatriasi dimaksud maksimum sesuai tabel manfaat di atas, dengan tetap memenuhi syarat-syarat dan kondisi-kondisi yang ditentukan.

      * Dalam hal penanganan kasus ini pihak asuransi akan bekerjasama dengan AAI (Asia Assistance International).

      Kondisi Medis Kritis

      Yaitu suatu kondisi medis yang diderita oleh Tertanggung akibat Cidera Badan atau Penyakit yang dianggap dapat mengancam jiwa, dinyatakan oleh Dokter yang ditunjuk rekanan pihak asuransi atas diskresi penuh dari Dokter tersebut.


      Pengecualian :

      • Kondisi Pre-Existing
      • Biaya-biaya atas jasa pihak lain untuk pengaturan repatriasi yang tidak dibuat oleh pihak asuransi.

    5. Asuransi Perlindungan Pembelian (Purchase Protection)
      Batas Wilayah Seluruh Dunia
      Jaminan Pihak asuransi akan memberikan penggantian dalam hal kerugian atau kerusakan harta benda yang diasuransikan hilang atau rusak dalam batas wilayah asuransi dengan pembayaran atau berdasarkan perbaikan, pemulihan atau penggantian setelah dikurangi dengan risiko sendiri.
      Periode Jaminan 30 hari terhitung sejak tanggal pembelian di wilayah Indonesia dan 45 hari terhitung sejak tanggal pembelian di seluruh daerah di dunia (kecuali Indonesia).
      Risiko Sendiri
      • 25% dari jumlah klaim yang dapat dibayarkan dengan ketentuan minimum Rp 500,000,- per kejadian.
      • Maksimum penggantian sebanyak 2 (dua) Handphone/Gadget pertahun untuk setiap pemegang kartu. Penggantian HandPhone/Gadget yang dibeli menggunakan Kartu Kredit BNI, dimana pembayaran klaim tidak dapat dibayarkan tunai tetapi dengan mengkreditkan ke Kartu Kredit BNI dengan harus menyertakan bukti pembelian kembali Handphone/Gadget yang sama atau yang sama nilainya menggunakan Kartu Kredit BNI terlebih dahulu.
      Penilaian Pihak asuransi tidak akan bertanggung jawab sampai melebihi dari harga pembelian harta benda yang dilakukan oleh Pemegang Kartu Kredit BNI sebagaimana tercatat pada bukti pembelian atau sampai dengan Batas Manfaat (diambil mana yang lebih rendah).

      Harta Benda yang Dikecualikan :

      1. Kendaraan yang digerakkan secara mekanik dan kapal laut.
      2. Harta benda yang dibeli sehubungan dengan kegiatan bisnis kecuali juga digunakan untuk keperluan pribadi dan tidak diasuransikan ditempat lain.
      3. Segala harta benda yang dibuat atau mengandung emas atau perak, barang-barang perhiasan.
      4. Mata uang, cek, travel cek, surat-surat berharga, dan alat pembayaran lainnya.
      5. Ternak, binatang peliharaan, tumbuhan, atau makhluk hidup lainnya.
      6. Kendaraan bermotor dan asesorisnya.
      7. Untuk kerugian yang timbul dari barang-barang yang dikirim melalui pesanan pos, jaminan hanya dimulai dari tanggal Pemegang kartu memiliki fisik dari harta benda tersebut.
      8. Lensa kontak dan kaca mata.
      9. Gigi palsu dan alat medis lainnya tetapi tidak terbatas pada alat pendengaran, lengan buatan, tongkat, kursi roda, alat pembantu untuk berjalan dan penahan.
      10. Yang dapat dikonsumsi dan barang-barang yang tak tahan lama.
      11. Harta benda yang dijual atau diberikan kepada pihak lain kecuali harta benda tersebut diberikan kepada anggota keluarga inti.
      12. Harta benda yang diasuransikan dibawah Polis asuransi lainnya kecuali jaminannya tidak dapat diperluas utuk menjamin kerugian atau kerusakan tersebut.
      13. Harta benda yang dijamin dibawah garansi atau jaminan kecuali kerugian atau kerusakan tersebut tidak dijamin.

      Pengecualian Umum

      Pihak asuransi tidak akan bertanggung jawab untuk kerugian atau kerusakan pada harta benda yang diasuransikan yang timbul dari :

      1. Kerusakan mekanik atau kerusakan elektrik, kerusakan lainnya yang disengaja atau kekacauan.
      2. Produk yang cacat atau desain yang cacat, bahan-bahan atau pembuatan, cacat tersembunyi.
      3. Kecurian pada kendaraan yang tidak dikunci atau diawasi dengan baik.
      4. Kebocoran, kehilangan berat, penyusutan, sifat dari benda itu sendiri, penguapan atau kontaminasi, serangga atau kutu, pemakaian dan penyusutan, karat, jamur dan segala proses yang berangsur-angsur.
      5. Segala proses pembersihan atau pengeringan, perbaikan, renovasi, pemutihan, pencelupan, perbaikan, atau pelayanan.
      6. Akibat dari kerugian atau kerusakan yang disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menggunakan harta benda yang dibeli.
      7. Penyitaan atau Penahanan oleh pejabat yang berwenang atau pejabat lainnya.
      8. Kehilangan yang aneh atau kerugian yang tidak dapat dijelaskan.
      9. Transit dengan udara, kapal laut, kereta api atau kendaraan, atau segala transportasi umum lainnya kecuali harta benda dibawa dengan tangan oleh Pemegang kartu selama transit tersebut.
      10. Suara super sonic, tekanan gelombang yang disebabkan oleh pesawat udara atau perlengkapan udara lainnya.
      11. Perang, perang saudara, Pemogokan, Kerusuhan dan Huru Hara Segala akibat dari pemogokan, kerusuhan dan huru hara, perang, invasi, tindakan dari perang saudara, musuh asing (apakah perang dinyatakan atau tidak), perang saudara, pemberontakan, revolusi, pemberontakan, atau perebutan kekuasaan secara militer.
      12. Radioaktif & pemasangan nuklir.
        • Radiasi ionisasi, radiasi atau kontaminasi oleh dan radioaktif nuklir dengan dan radioaktif nuklir dari segala pembuangan nuklir dari pemasangan, pembakaran tenaga nuklir.
        • Racun radioaktif, peledakan dari harta benda yang berbahaya dari segala pemasangan nuklir atau komponen nuklir.
      13. Terorisme yang menggunakan nuklir, bahan kimia dan biologis.
      14. Bencana alam (termasuk dan tidak terbatas pada gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, angin ribut, angin topan, dan banjir termasuk meluapnya air laut, badai pasir).
      15. Tindakan yang melanggar hukum dari orang yang diasuransikan, ahli waris yang ditunjuk, pengawas atau pengurus atau ahli waris yang sah atau wakil pribadi yang sah.

    6. Kecelakaan Diri 24 Jam (Personal Accident 24 Hours)
      Kehilangan Benefit yang dibayarkan % dari Santunan yang Tercantum di Daftar Polis
      A. KEMATIAN 100%
      B. CACAT TETAP
      1. Cacat Total Tetap. 100%
      2. Kelumpuhan total seluruh anggota tubuh. 100%
      3. Kehilangan dari atau kehilangan fungsi dari kedua tangan atau kedua kaki. 100%
      4. Kehilangan dari atau kehilangan fungsi dari satu kaki atau satu tangan. 100%
      5. Kehilangan penglihatan pada satu atau kedua mata. 100%
      6. Kehilangan ingatan/sakit jiwa/akal budi atau penyakit jiwa yang tidak dapat disembuhkan. 100%
      7. Kehilangan kemampuan berbicara dan mendengar. 75%
      8. Kehilangan kemampuan mendengar pada :
      a. Kedua Telinga. 50%
      b. Satu Telinga. 15%
      9. Kehilangan Kemampuan Berbicara : 50%
      10. Kehilangan dari atau kehilangan fungsi dari Lensa Penglihatan pada satu mata. 50%
      11. Kehilangan satu ibu jari tangan. Kanan Kiri
      a. Kedua Ruas Jari. 20% 15%
      b. Satu Ruas Jari. 15% 10%
      12. Kehilangan dari atau kehilangan fungsi dari empat jari atau ibu jari (semua ruas jari). 70% 50%
      13. Kehilangan dari atau kehilangan fungsi dari empat jari (semua ruas jari). 40% 30%
      14. Kehilangan dari atau kehilangan fungsi dari salah satu jari tangan.
      a. Pada tiga ruas jari. 10% 7%
      b. Pada dua ruas jari. 8% 6%
      c. Pada satu ruas jari. 5% 3%
      15. Kehilangan dari atau kehilangan fungsi dari jari kaki.
      a. Semua ruas. 15%
      b. Jempol, kedua ruas jari. 5%
      c. Jempol, satu ruas jari. 2%
      d. Selain ibu jari kaki, jika kehilangan lebih dari satu, masing-masing. 1%
      16. Patah tulang kaki atau tempurung lutut dengan kondisi terpisah (established non union). 10%
      17. Pemendekan kaki setidaknya 5 cm. 7.5%
      18. Luka bakar tingkat 3 (tiga).
      Area Kerusakan sesuai prosentase dari area permukaan tubuh.
      - Kepala Sama dengan atau lebih dari 2% tapi kurang dari 5%. 50%
      Sama dengan atau lebih dari 5% tapi kurang dari 8%. 75%
      Sama dengan atau lebih dari 8%. 100%
      - Tubuh Sama dengan atau lebih dari 10% tapi kurang dari 15%. 50%
      Sama dengan atau lebih dari 15% tapi kurang dari 20%. 75%
      Sama dengan atau lebih dari 20%. 100%
      19. Kehilangan fungsi anggota tubuh yang lain yang tidak tercantum di atas.
      Perusahaan akan mengambil persentasi yang sesuai dengan skala di atas tanpa memandang pekerjaan Tertanggung.

      Ketentuan-ketentuan :

      1. Batas usia maksimum adalah 65 tahun.
      2. Perlindungan hanya dapat diberikan untuk pemegang kartu utama.
      3. Kehilangan kemampuan fungsi anggota tubuh secara tetap akan diperlakukan sebagai kehilangan anggota tubuh.
      4. Untuk santunan 11 sampai dengan 14, kiri dibaca kanan dan sebaliknya jika tertanggung kidal.
      5. Jumlah dari seluruh penggantian yang dapat dibayarkan di bawah Santunan A sampai B akibat satu kecelakaan tidak boleh melebihi jumlah santunan tertinggi yang tertera pada Tabel Manfaat.
      6. Jika penggantian yang dibayarkan adalah untuk kehilangan atau kehilangan kemampuan penggunaan dari seluruh anggota tubuh, maka penggantian untuk bagian-bagian dari anggota tubuh tersebut tidak dapat dibayarkan.
      7. Santunan A dan B akan dibayarkan jika kehilangan berlangsung dalam 365 hari sejak kecelakaan yang dijamin mengakibatkan luka tubuh.

      PENGAJUAN KLAIM

      1. Cardholder harus melaporkan ke BNI dalam waktu 3 (tiga) hari setelah kejadian atau setelah tiba di Indonesia.
      2. Mengirimkan dokumen klaim ke BNI dalam waktu 15 (lima belas) hari setelah pelaporan.
      3. Penyerahan kelengkapan dokumen klaim yang tersisa, ditunggu paling lambat 90 hari setelah pengajuan dokumen klaim pertama (apabila belum lengkap).

      Berikut adalah detail dokumen yang harus dilengkapi :

      Manfaat Dokumen yang harus dilengkapi
      Semua manfaat/benefit
      • Mengisi dengan lengkap formulir klaim.
      • Fotokopi Kartu Kredit BNI.
      • Fotokopi Billing Statement yang menyatakan pembelian tiket/barang.
      • Tiket dan Boarding Pass (atau dokumen lain yang menyatakan bahwa tertanggung sebagai penumpang angkutan umum yang dimaksud).
      • Fotokopi Kartu Identitas/Passport/Kartu Keluarga.
      Kecelakaan dalam Perjalanan
      • Surat keterangan dari Maskapai Penerbangan atau Pihak yang berwenang sehubungan dengan terjadinya kecelakaan yang dimaksud.
      • Surat Keterangan Kematian dari Rumah Sakit.
      • Laporan kepolisian (untuk kecelakaan lalu lintas).
      • Surat Keterangan dari Rumah Sakit atas cacat tubuh yang terjadi.
      • Lain-lain (bila diperlukan).
      Keterlambatan Penerbangan
      • Surat Keterangan dari Maskapai Penerbangan sehubungan dengan terjadinya Keterlambatan Penerbangan (dari jam berapa sampai dengan jam berapa) atau Dokumen lain sehubungan dengan peristiwa yang dimaksud.
      • Kuitansi asli beserta perincian biaya yang dikeluarkan atas akomodasi hotel atau biaya makan/minum selama terjadinya keterlambatan penerbangan.
      • Lain-lain (bila diperlukan).
      Kehilangan Bagasi
      • Surat Keterangan dari Maskapai Penerbangan sehubungan dengan terjadinya Kehilangan Bagasi (Property Irregularity Report) atau Dokumen lain dari pihak berwenang yang mendukung peristiwa tersebut.
      • Kuitansi asli beserta perincian atas biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pembelian keperluan darurat selama terjadinya Kehilangan Bagasi.
      • Lain-lain (bila diperlukan).
      Biaya Medis di Luar Negeri
      • Laporan/Resume medis lengkap (asli) dari Dokter/rumah sakit yang merawat.
      • Kuitansi beserta perincian biaya (asli) dari rumah sakit.
      • Hasil pemeriksaan laboratorium (asli), jika ada.
      • Laporan Kepolisian (kecelakaan lalu lintas).
      • Lain-lain (bila diperlukan).
      Perlindungan pembelian barang
      • Tiket dan Boarding Pass (apabila melakukan pembelian barang diluar negeri).
      • Surat Keterangan Polisi/Pihak berwenang.
      • Asli bukti jual beli/kwitansi/print out invoice.
      • Sales Draft yang membuktikan bahwa pembelian barang dengan menggunakan Kartu Kredit BNI.
      • Fotokopi Billing Statement yang membuktikan bahwa pembelian barang dengan menggunakan Kartu Kredit BNI.
      • Foto dari harta benda yang mengalami kerusakan.
      • Harta benda pribadi yang ditanggung yang mengalami kerusakan, apabila diminta, atas biaya Tertanggung.
      • Dokumen lainnya (tergantung pada jenis kasus klaim).
      Kecelakaan Diri
      • Surat Keterangan Kematian atau cacat tubuh dari Dokter/rumah sakit.
      • Laporan Kepolisian (untuk kecelakaan lalu lintas).
      • Fotokopi SIM yang masih berlaku (untuk kecelakaan lalu lintas).
      • Lain-lain (bila diperlukan).
      Evakuasi dan Repatriasi Jenasah
      • Surat Keterangan dari Dokter/rumah sakit yang memberi rujukan untuk evakuasi.
      • Kwitansi beserta perincian biaya evakuasi dimaksud.
      • Lain-lain (bila diperlukan).