Chat With Us
Chat With Us
en-USid-ID
X

BNI PerisaiPlus & Perlindungan Asuransi Bebas Premi


  • PerisaiPlus Kartu Kredit BNI
  • Perlindungan Asuransi Bebas Premi Kartu Kredit BNI

ASURANSI PERISAIPLUS KARTU KREDIT BNI


Sebagai komitmen BNI untuk meningkatkan layanan kepada para nasabah khususnya peserta PerisaiPlus, kami akan memberikan penambahan Benefit PerisaiPlus melalui penyesuaian Premi menjadi 0,69% dari saldo terhutang Kartu Kredit BNI Anda efektif mulai tanggal 5 September 2017.

Asuransi PerisaiPlus memberikan perlindungan bagi Peserta PerisaiPlus terhadap resiko kematian, cacat (ketidakmampuan sementara), cacat tetap akibat sakit/kecelakaan serta perlindungan terhadap 40 penyakit kritis (Critical Illness).


SANTUNAN BAGI PESERTA

  1. Santunan Meninggal Dunia
  2. Jika Tertanggung meninggal dunia karena Sakit* atau kecelakaan selama berlakunya program asuransi ini, maka Penanggung akan membayarkan santunan sebesar 300% (tiga ratus persen) dari saldo terhutang Kartu Kredit BNI Tertanggung sampai dengan tanggal kematian Tertanggung meliputi :

    1. Pelunasan Saldo Hutang Kartu Kredit BNI Tertanggung kepada BNI dan.
    2. Santunan tambahan sebesar 200% (dua ratus persen) saldo terhutang Kartu Kredit BNI Tertanggung yang akan dibayarkan kepada ahli Waris Tertanggung dengan ketentuan nilai santunan maksimum yang akan dibayarkan jika Tertanggung meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan tersebut sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) per Kartu Kredit Utama untuk Kartu Kredit BNI Silver, Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) per Kartu Kredit Utama untuk Kartu Kredit BNI Gold dan Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) per Kartu Kredit Utama untuk Kartu Kredit BNI Titanium, Visa Platinum, JCB Platinum, Garuda Platinum, Garuda Signature, Infinite, dan Kepesertaan Program Asuransi otomatis berakhir.

    Batas nilai santunan maksimum untuk jenis Kartu Kredit BNI mengacu pada ketentuan batas maksimum masing-masing jenis kartu yaitu Silver, Gold, Titanium, Visa Platinum, JCB Platinum, Garuda Platinum, Garuda Signature, Infinite, dan BNI Kartu Tunai.

    Jika Tertanggung yang meninggal dunia memiliki Kartu Kredit BNI lainnya yang tidak terdaftar dalam Program Asuransi, maka santunan tambahan yang akan dibayarkan kepada ahli waris Tertanggung akan dipergunakan terlebih dahulu untuk melunasi sisa tagihan Kartu Kredit BNI Tertanggung lainnya tersebut.


  3. Santunan Ketidakmampuan Sementara
  4. Jika selama berlakunya program asuransi ini, Tertanggung menderita Sakit* atau mengalami kecelakaan yang menyebabkan Tertanggung tidak dapat melakukan pekerjaan apapun sedikitnya selama 30 (tiga puluh) hari berturut-turut, yang menurut pertimbangan medis harus dilakukan perawatan rumah sakit dan/atau masih dibutuhkan perawatan tambahan di rumah sebagai tindak lanjut dari perawatan rumah sakit, maka mulai hari ke-31 (tiga puluh satu) Penanggung akan membayar Tagihan bulanan Kartu Kredit BNI yang telah jatuh tempo untuk Kartu Kredit BNI yang dipertanggungkan, sebesar tagihan minimum bulanan yaitu 10% (sepuluh persen) dari total jumlah tagihan Kartu Kredit BNI Tertanggung pada bulan tersebut atau Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) untuk Kartu Kredit BNI Silver dan Gold, atau Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) untuk Kartu Kredit BNI Visa Platinum, JCB Platinum, Garuda Platinum, Garuda Signature, Infinite tergantung mana yang lebih besar. Besarnya klaim Ketidakmampuan Sementara untuk transaksi Kartu Kredit dihitung sejak tanggal dimulainya Ketidakmampuan sampai dengan maksimum 6 (enam) bulan berturut-turut atau hingga nilai santunan maksimum yang telah ditentukan pada nomor 1 di atas. Jika sebelum masa 6 (enam) bulan Tertanggung meninggal dunia, maka Penanggung akan membayarkan santunan meninggal dunia yaitu sebesar 300% (tiga ratus persen) dari Saldo terhutang Kartu Kredit BNI Tertanggung sampai dengan tanggal kematian Tertanggung meliputi poin a) dan b) seperti nomor 1 di atas dan selanjutnya Kepesertaan Program Asuransi berakhir.


  5. Santunan Ketidakmampuan Tetap Total
  6. Jika selama berlakunya program asuransi ini Tertanggung menderita Sakit* atau mengalami kecelakaan, yang menyebabkan Tertanggung tidak dapat melakukan pekerjaan apapun sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut akibat Ketidakmampuan sementara dan/atau berdasarkan diagnosa medis Ketidakmampuan akan berlanjut selama sisa hidup Tertanggung (bersifat permanen), maka Penanggung akan membayarkan Sisa Saldo Hutang Kartu Kredit BNI Tertanggung yang dipertanggungkan sebesar nilai transaksi sampai dengan tanggal dimulainya Ketidakmampuan Tetap Total hingga nilai santunan maksimum seperti nomor 1 di atas dan selanjutnya pertanggungan Ketidakmampuan Tetap Total berakhir. Kepesertaan Program Asuransi akan berakhir jika Santunan Ketidakmampuan Tetap Total telah dibayarkan.


  7. Santunan Penyakit Kritis
  8. Jika Tertanggung mengalami salah satu Penyakit Kritis (40 penyakit) dalam masa asuransi, maka akan dibayarkan santunan asuransi sebesar 100% (seratus persen) dari Saldo Hutang dengan batas maksimum Uang Pertanggungan Penyakit Kritis, selanjutnya pertanggungan Penyakit Kritis berakhir. Jika santunan Penyakit Kritis telah dibayarkan, maka pertanggungan Meninggal Dunia dan Ketidakmampuan Sementara/Tetap Total tetap berjalan. Batas maksimum Uang Pertanggungan Penyakit Kritis adalah sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) untuk Kartu Kredit BNI Silver, Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) untuk Kartu Kredit BNI Gold dan Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) untuk Kartu Kredit BNI Titanium, Visa Platinum, JCB Platinum, Garuda Platinum, Garuda Signature, Infinite.

    *Sakit yang dipertanggungkan di bawah program asuransi ini adalah sakit yang diderita oleh Tertanggung setelah Tertanggung dipertanggungkan di bawah program asuransi ini untuk masa sedikitnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal berlakunya asuransi.

PREMI

Pembayaran premi dilakukan setiap bulan sebesar 0,69% (nol koma enam puluh sembilan persen) dari Saldo terhutang Kartu Kredit BNI setiap bulannya.


MASA ASURANSI

1 (satu) bulan dan dapat diperpanjang secara otomatis.


Klaim

Pemberitahuan wajib disampaikan selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari kalender dari tanggal dimulainya kejadian/peristiwa Pemegang Kartu Kredit BNI mengalami Ketidakmampuan Sementara/Tetap, Penyakit Kritis atau meninggal dunia ke BNI Call di 1500046 atau melalui e-mail bnicall@bni.co.id dan dokumen dikirimkan ke BNI Contact Center, Gedung BNI BSD Lt. 10, CBD BSD City Lot 1 No. 5, Jl. Pahlawan Seribu, Lengkong Gudang Serpong, Tangerang Selatan 15310.

Persyaratan dan dokumen Klaim yang harus dilengkapi pada saat pengajuan Klaim adalah :

  1. Surat pengajuan klaim pembayaran Manfaat Asuransi oleh Ahli Waris yang sah dari Tertanggung melalui Pemegang Polis.
  2. Permintaan pembayaran Manfaat Asuransi harus diajukan secara tertulis oleh Pemegang Polis kepada Penanggung.
  3. Penanggung hanya akan membayarkan seluruh Manfaat Asuransi kepada Pemegang Polis.
  4. Pemegang Polis wajib mengirimkan Nomor Rekening untuk menerima pembayaran Manfaat Asuransi dari Penanggung dan selanjutnya Pemegang Polis akan melakukan pembayaran Manfaat Asuransi ke Ahli Waris.
  5. Dokumen yang harus dilengkapi pada saat pengajuan klaim untuk Ketidakmampuan Sementara (cacat Sementara) atau Penyakit Kritis adalah :
    1. Berita acara dari kepolisian apabila Ketidakmampuan Sementara (Cacat Sementara) disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas.
    2. Resume medis/medical report dari Rumah Sakit/dokter yang merawat (memakai formulir klaim dari Penanggung).
    3. Fotokopi tagihan 2 (dua) bulan terakhir sebelum kejadian.
    4. Surat keterangan Ketidakmampuan Sementara (Cacat Sementara) bekerja dari perusahaan tempat Tertanggung/Peserta bekerja.
    5. Fotokopi kuitansi dan perincian biaya rawat inap selama di Rumah Sakit yang telah dilegalisir.
  6. Dokumen yang harus diserahkan untuk klaim Meninggal Dunia dan Ketidakmampuan Tetap Total (Cacat Tetap) adalah :
    1. Surat keterangan kematian dari kelurahan/Pamong Praja setempat atas nama Tertanggung/Peserta.
    2. Berita acara dari kepolisian apabila Meninggal Dunia disebabkan karena kecelakaan lalu lintas.
    3. Surat keterangan dari Rumah Sakit/Dokter mengenai penyebab kematian yang dilegalisir atau surat keterangan kronologis kematian dari ahli waris jika Meninggal Dunia secara wajar bukan di Rumah Sakit dan tanpa penanganan Dokter (jika Meninggal Dunia karena Sakit).
    4. Resume medis/medical report Ketidakmampuan Tetap Total (Cacat Tetap) dari Dokter/Rumah Sakit untuk Tertanggung/Peserta.
    5. Surat keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia setempat (apabila Meninggal Dunia di luar wilayah Republik Indonesia).
    6. Fotokopi tagihan 2 (dua) bulan terakhir sebelum kejadian.
  7. Dokumen lain untuk Klaim meninggal dunia sebagaimana diperlukan Penanggung, yaitu :
    1. Fotokopi Kartu Keluarga.
    2. Fotokopi KTP Tertanggung/Peserta dan para ahli waris.
    3. Fotokopi Surat Keterangan Ahli Waris disaksikan oleh Kelurahan/Pamong Praja setempat dan diketahui oleh Camat (oleh notaris jika WNI Keturunan).
    4. Fotokopi Surat permintaan transfer dari para ahli waris (jika klaim disetujui dan ada santunan tambahan yang diterima Ahli Waris) yang berisi nomor rekening, nama Bank dan cabang, atas nama (jika Tertanggung/Peserta yang Meninggal Dunia memiliki Kartu Kredit BNI lainnya yang tidak terdaftar AsuransiPerisai Plus, maka santunan tambahan yang akan dibayarkan kepada ahli waris Tertanggung/Peserta akan dipergunakan terlebih dahulu untuk melunasi sisa tagihan Kartu Kredit BNI lainnya tersebut).
    5. Fotokopi surat kuasa dari seluruh ahli waris kepada salah seorang ahli waris untuk mewakili seluruh ahli waris dalam mengurus dan menerima hasil klaim (dalam hal seluruh ahli waris tidak dapat melakukan pengurusan klaim secara bersama-sama).
    6. Surat Kuasa Mengurus dan Menerima Pembayaran Manfaat Asuransi (formulir dapat diunduh di sini) serta Surat Pernyataan dan Pembebasan (formulir dapat diunduh di sini).
  8. Penanggung berhak memeriksa Tertanggung/Peserta dan meminta hasil autopsi dan atau visum et repertum atau keterangan lain apabila diperlukan.
  9. Penanggung berhak meminta keterangan tambahan dari instansi yang berwenang sehubungan dengan kematian yang dialami diri Tertanggung/Peserta.
  10. Pengajuan dokumen klaim oleh Pemegang Polis dan/atau Tertanggung/Peserta/Ahli waris diterima oleh Penanggung paling lambat 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak tanggal kejadian klaim dialami oleh Tertanggung/Peserta kecuali dalam hal Tertanggung/Peserta atau ahli waris tidak mengetahui kepesertaan asuransi tersebut maka klaim dapat diajukan paling lambat 365 (tiga ratus enam puluh lima) hari kalender atau 1 (satu) tahun kalender sejak tanggal terjadinya peristiwa.
  11. Apabila dalam pengajuan klaim masih terdapat berkas klaim yang kurang lengkap yang diberitahukan melalui surat pemberitahuan dari Pemegang Polis kepada Penanggung, maka Penanggung memberikan batas waktu maksimum kepada Tertanggung/Peserta untuk melengkapi kekurangan kelengkapan berkas klaim tersebut selama 60 (enam puluh) hari kalender sejak tanggal surat pemberitahuan tersebut. Apabila Tertanggung/Peserta/ahli waris sampai dengan batas waktu maksimum yang telah ditentukan belum dapat memenuhi kekurangan kelengkapan berkas klaim, maka Tertanggung/Peserta/Ahli waris dapat meminta perpanjangan waktu secara tertulis kepada Penanggung sampai dengan batas waktu paling lama 60 (enam puluh) hari kalender sejak akhir batas maksimum yang telah diberikan sebelumnya oleh Penanggung.
  12. Pembayaran Klaim dilaksanakan dengan segera atau selambat lambatnya 10 (sepuluh) hari kerja setelah diterimanya dokumen-dokumen dengan lengkap sesuai persyaratan yang tercantum di dalam Polis.

Dokumen Klaim dikirimkan ke BNI Contact Center, Gedung BNI BSD Lt. 10, CBD BSD City Lot 1 No. 5, Jl. Pahlawan Seribu, Lengkong Gudang Serpong, Tangerang Selatan 15310, dan selanjutnya BNI akan menyampaikan pemberitahuan Klaim tersebut kepada Penanggung untuk ditindaklanjuti. Perusahaan Asuransi merupakan pihak yang bertanggung jawab sepenuhnya mengenai hasil keputusan Klaim. Tertanggung bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku atas kebenaran dokumen Klaim tersebut.


PENGHENTIAN PERLINDUNGAN

Perlindungan akan berakhir pada saat terjadinya salah satu peristiwa berikut ini :

  1. Masa berlaku Polis berakhir atau Polis dibatalkan; atau
  2. Berakhirnya atau ditutupnya Kartu Kredit BNI; atau
  3. Kegagalan pembebanan premi melalui Kartu Kredit pada saat jatuh tempo selama 3 (tiga) bulan berturut-turut, namun apabila dilakukan pembayaran tagihan dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari sejak pertanggungan dibatalkan setidaknya sebesar minimum pembayaran yang telah ditentukan, maka kepesertaan dapat aktif kembali; atau
  4. Tertanggung meninggal dunia atau menderita Ketidakmampuan Tetap Total; atau
  5. Tertanggung mencapai usia 75 (tujuh puluh lima) tahun; atau
  6. Tertanggung membatalkan Program Asuransi ini; atau
  7. Penanggung membatalkan Program Asuransi ini karena adanya pernyataan yang tidak benar atau adanya pemalsuan data dalam pengajuan klaim; atau
  8. Nilai Santunan Maksimum telah dibayarkan.

PENGECUALIAN :

Penanggung tidak akan membayarkan santunan sesuai dengan program asuransi ini jika Kematian, Ketidakmampuan Sementara, Ketidakmampuan Tetap dan Penyakit Kritis yang terjadi diakibatkan oleh :

  1. Perang (baik dinyatakan secara resmi oleh Pemerintah maupun tidak), invasi suatu negara ke negara lain, permusuhan suatu negara dengan negara lainnya, perang saudara, pemberontakan, revolusi, huru-hara, tindakan militer dan terorisme.
  2. Tertanggung terlibat dalam tugas militer pada angkatan bersenjata atau suatu badan internasional.
  3. Bunuh diri atau usaha yang mengarah pada bunuh diri, menyakiti diri sendiri baik dalam keadaan waras atau tidak waras dalam 2 (dua) tahun pertama kepesertaan.
  4. Pengaruh alkohol dan obat-obatan, kecuali jika terbukti bahwa obat tersebut digunakan atas petunjuk dokter dan bukan dalam hubungan dengan upaya perawatan kecanduan obat.
  5. Tertanggung terlibat dalam tindakan melawan hukum dan/atau peraturan yang berlaku di negara dimana tindakan tersebut dilakukan oleh Tertanggung.
  6. Tertanggung terlibat dalam olah raga profesional dan/atau berbahaya termasuk namun tidak terbatas pada olah raga menyelam dengan alat bantu pernafasan, pendakian gunung dengan alat apapun. terjun payung, layang gantung, olah raga musim dingin dan/atau melibatkan es atau salju, termasuk namun tidak terbatas pada ski es dan kereta luncur, hoki es, bungee jumping atau perlombaan lainnya yang menggunakan kaki dan/atau kendaraan tertentu.
  7. Tertanggung terlibat dalam penerbangan selain sebagai penumpang pada penerbangan terjadwal:
  8. Terinfeksi HIV, AIDS, ARC, dan segala yang berkaitan dengan akibatnya.
  9. Semua yang berkaitan dengan kehamilan, melahirkan, keguguran dan semua komplikasinya.
  10. Penyakit bawaan sejak lahir.
  11. Kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya kecuali jika Tertanggung telah dipertanggungkan di bawah program asuransi ini selama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal berlakunya asuransi.
  12. Gangguan mental dan kejiwaan atau sakit jiwa.
  13. Reaksi nuklir, radiasi, atau terkontaminasi zat radio aktif.

DAFTAR 40 PENYAKIT KRITIS

Penyakit-penyakit tersebut meliputi dan didefinisikan sebagai berikut :

  1. Stroke

    Serangan serebrovaskuler apapun, yang mengakibatkan gejala sisa neurologis yang permanen, yang berlangsung lebih dari 24 (dua puluh empat) jam, termasuk infark jaringan otak, pendarahan otak, trombosis atau embolisasi dari sumber di luar tengkorak. Bukti defisit neurologis permanen harus ada.

    Stroke yang diakibatkan langsung oleh penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan merupakan perkecualian.


  2. Kanker

    Pertumbuhan baru sel-sel abnormal yang otonom dan berakibat invasi ke jaringan normal. Kanker harus didiagnosa secara positif berdasarkan pemeriksaan mikroskopis atas jaringan yang difiksasi, atau preparat dari sistem darah. Diagnosa tersebut harus semata-mata didasarkan pada kriteria baku mengenai keganasan berdasarkan gambaran histologis akan arsitektur atau pola dari tumor, jaringan atau spesimen yang dicurigai. Kanker kulit kecuali Melanoma Ganas, dan karsinoma in-situ serta lesi CIN (Cervical Intraepithelial Neoplasia) dalam bentuk, tingkat atau klasifikasi apapun tidak termasuk dalam definisi ini.


  3. Serangan Jantung

    Infark sebagian otot jantung sebagai akibat kurangnya suplai darah ke jantung. Kriteria diagnostik yang harus dipenuhi pada saat terjadinya serangan tersebut adalah :

    1. Adanya nyeri dada khas pada saat serangan.
    2. Terjadinya peningkatan yang baru pada kadar enzim-enzim jantung.
    3. Terjadinya perubahan-perubahan yang baru pada gambaran elektro-kardiografi.

  4. Operasi Jantung Koroner

    Operasi dengan membuka dinding dada, untuk melakukan operasi pada satu atau lebih pembuluh darah arteri jantung karena penyakit pada pembuluh arteri tersebut. Angioplasti, laser atau prosedur intra arterial lainnya tidak termasuk dalam definisi ini.


  5. Operasi Penggantian Katup Jantung

    Operasi dengan membuka jantung untuk mengganti katup-katup jantung sebagai akibat rusaknya katup jantung yang terjadi setelah tanggal dikeluarkannya atau tanggal pemulihan kontrak tambahan ini, yang mana kemudian.


  6. Fulminant Viral Hepatitis

    Penyakit ini didefinisikan sebagai nekrosis hati submassive sampai massive yang disebabkan oleh virus Hepatitis yang dengan cepat mengakibatkan kegagalan fungsi hati. Kriteria diagnostik berikut ini harus dipenuhi :

    1. Berkurangnya volume hati dengan cepat.
    2. Nekrosik meliputi seluruh lobus, dan hanya menyisakan kerangka retikuler yang rusak.
    3. Menurunnya tes fungsi hati dengan cepat sekali.
    4. Kuning yang makin mendalam.

  7. Penyakit Hati Kronis

    Penyakit hati tahap akhir yang ditandai dengan semua hal berikut :

    1. Kuning yang permanen.
    2. Ascites.
    3. Enselofati hepatikus.

    Penyakit hati yang disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan tidak termasuk dalam definisi ini.


  8. Pulmonary Arterial Hypertension (primer)

    Penyakit ini didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah arteri pulmonalis yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan pada kapiler pulmonalis, meningkatnya aliran darah pulmonalis atau resistensi pembuluh darah pulmonalis. Kriteria dibawah ini harus dipenuhi :

    1. Dyspnea dan fatigue
    2. Meningkatnya tekanan pembuluh arteri kiri (sedikitnya meningkat 20 unit).
    3. Resistensi Pulmonalis sedikitnya 3 unit di atas normal.
    4. Tekanan arteri pulmonalis sedikitnya 40 mm Hg.
    5. Tekanan wedge pulmonalis sedikitnya 6 mm Hg.
    6. Tekanan end-diastolik ventrikel kanan sedikitnya 8 mm Hg.
    7. Hipertrofi ventrikel kanan, dilatasi dan tanda-tanda gagal jantung sebelah kanan dan dekompensasi cordis.

  9. Penyakit Paru-Paru Tahap Akhir

    Penyakit paru-paru tahap akhir termasuk penyakit paru-paru intersisial, yang memerlukan terapi oksigen yang ekstensif dan permanen serta hasil test FEV 1 harus kurang dari 1 liter yang diperoleh dengan menggunakan bronchial dilator.


  10. Gagal Ginjal

    Gagal ginjal tahap akhir, yang diperlihatkan sebagai gagal berfungsinya kedua ginjal yang kronis dan tidak dapat pulih kembali, sehingga memerlukan dialysis ginjal yang teratur atau transplantasi ginjal.


  11. Anemia Aplastis

    Gagal berfungsinya sumsum tulang yang kronis dan persisten yang mengakibatkan anemia, neutropenia, yang memerlukan sedikitnya salah satu perawatan di bawah ini :

    1. Transfusi produk darah.
    2. Obat penstimulasi sumsum tulang.
    3. Obat immunosupresif.
    4. Transplantasi sumsum tulang gangguan pembentukan sel-sel darah ini bukan disebabkan bawaan lahir atau penyalahgunaan obat.

  12. Transplantasi Organ Tubuh Penting

    Mengalami operasi sebagai penerima transplantasi organ-organ yaitu: ginjal, jantung, hati, paru-paru, sumsum tulang atau pankreas.


  13. Kehilangan Kemampuan Melihat (buta)

    Hilangnya penglihatan pada kedua mata secara total dan tidak dapat pulih kembali, disebabkan oleh karena rusaknya sistem syaraf penglihatan disebabkan karena penyakit maupun kecelakaan dan disahkan oleh laporan dokter ahli mata, sebagai akibat penyakit akut atau kecelakaan.


  14. Kehilangan Kemampunan Mendengar (tuli)

    Kehilangan pendengaran untuk semua jenis suara secara total dan tidak dapat pulih kembali, yang disebabkan penyakit akut atau kecelakaan yang menyebabkan rusaknya syaraf-syaraf pendengaran. Bukti medis harus diberikan oleh dokter ahli yang sesuai (dokter ahli Telinga, Hidung dan Tenggorokan) dan bukti tersebut meliputi test audiometri dan ambang suara.


  15. Kehilangan Kemampuan Berbicara (bisu)

    Kehilangan kemampuan berbicara dan ketidakmampuan melakukan gerakan otot-otot berbicara yang memberikan kontrol motorik koordinasi dan sensasi yang akurat disebabkan oleh karena lesi neurologik secara total dan tidak dapat pulih kembali, yang harus berlangsung selama 12 (dua belas) bulan terus-menerus. Bukti medis harus diberikan oleh dokter ahli yang sesuai (dokter ahli Telinga, Hidung dan Tenggorokan) dan bukti tersebut harus memastikan adanya luka atau penyakit pada pita suara. Segala sebab yang berhubungan dengan masalah kejiwaan tidak termasuk dalam definisi ini. Yang dimaksud dengan kehilangan kemampuan berbicara adalah ketidakmampuan untuk mengeluarkan kata-kata yang dapat dipahami atau bahasa verbal yang dapat dimengerti.


  16. Koma

    Keadaan tidak sadar tanpa adanya reaksi atau respon terhadap rangsangan eksternal atau kebutuhan internal yang berlangsung terus-menerus sehingga memerlukan alat penunjang kehidupan termasuk harus digunakannya respirator selama sedikitnya 96 (Sembilan puluh enam) jam. Defisit neurologis permanen harus ada.

    Koma yang diakibatkan langsung oleh penyalahgunaan alkohol atau obat merupakan perkecualian.


  17. Multiple Sclerosis

    Penyakit yang menyebabkan kerusakan sistem syaraf pusat secara progresif yang menyebabkan kerusakan otak dan balans otak. Diagnosis yang pasti tanpa keraguan oleh dokter ahli saraf yang menegaskan kombinasi berikut ini :

    1. Gejala-gejala yang mengarah pada serabut-serabut (substansi putih) yang meliputi saraf optik, batang otak, dan sumsum tulang belakang, yang mengakibatkan defisit neorologis.
    2. Lesi-lesi yang timbul berlainan dan bermacam-macam.
    3. Riwayat eksaserbasi dan berhentinya gejala-gejala/defisit neurologis.

  18. Kelumpuhan

    Hilangnya fungsi kedua tangan atau kedua kaki, atau satu lengan atau satu kaki, secara total dan tetap/permanen, baik kelumpuhan yang disebabkan oleh penyakit ataupun kecelakaan, kecuali jika luka tersebut akibat perbuatan sendiri.


  19. Muscular Dystrophy

    Gangguan pada otot-otot yang disebabkan oleh penyakit ataupun kecelakaan, dimana adanya gangguan neurologis pada syaraf-syaraf motorik yang bersifat permanen. Berdasarkan kontrak ini, diagnosa dystrophy harus dikonfirmasikan oleh dokter ahli syaraf, dan bukti tersebut harus didasarkan atas kombinasai tiga dari empat hal berikut, yang menurut pendapat dokter ahli memastikan diagnosa muscular dystrophy :

    1. Riwayat keluarga orang yang bersangkutan.
    2. Bukti klinis termasuk tidak adanya gangguan panca indra, cairan serebo-spinal yang normal dan berkurangnya refleks tendon yang ringan.
    3. Gambaran elektromyogram yang khas.
    4. Kecurigaan klinis yang ditegaskan dengan biopsi otot.

  20. Penyakit Alzheimer

    Kemunduran atau hilangnya kemampuan intelektual atau tingkah laku yang tidak normal yang dibuktikan melalui keadaan klinis dan kuesioner atau test standar yang dapat diterima mengenai penyakit Alzheimer atau gangguan otak organik degenatif yang tidak dapat pulih kembali, yang mengakibatkan penurunan fungsi mental dan sosial yang nyata sehingga diperlukan pengawasan terus-menerus terhadap tertanggung. Kondisi ini hanya disebabkan oleh karena post traumatic. Terjadinya degenerasi progretif dari sel-sel kornu anterior medula spinalis (lesi lower motor neuron) traktus kortiko spinalis (lesi upper motor neuron) dan nuklei motorik batang otak. Diagnosa harus secara klinis dikonfirmasikan oleh dokter ahli yang sesuai.


  21. Penyakit Motor Neoron

    Diagnosa yang pasti tanpa keraguan mengenai penyakit Motor Neuron yang diberikan oleh dokter ahli syaraf yang didukung oleh bukti yang pasti dari tanda-tanda dan investigasi neurologis yang sesuai dan relevan berdasarkan :

    1. Penyusutan otot.
    2. Elektromiografi.

  22. Penyakit Parkinson

    Diagnosa yang pasti tanpa keraguan mengenai penyakit Parkinson yang diberikan oleh dokter ahli saraf dimana keadaan tertanggung seperti di bawah ini :

    1. Tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan.
    2. Menunjukan tanda-tanda kerusakan yang progresif.
    3. Penilaian kegiatan sehari-hari menegaskan ketidakmampuan tertanggung untuk melakukan tanpa bantuan, tiga atau lebih kegiatan berikut: mandi, berpakaian, menggunakan kamar kecil, makan dan kemampuan untuk naik atau turun tempat tidur atau kursi.

    Pertanggungan ini hanya untuk penyakit parkinson idiopatik saja. Parkinsonisme yang disebabkan oleh obat-obatan atau bahan toksik merupakan pengecualian.


  23. Operasi Pembuluh Aorta

    Operasi yang dilakukan untuk penyakit pada pembuluh aorta yang memerlukan eksisi dan operasi penggantian aorta yang sakit dengan graft. Aorta yang dimaksud dengan definisi ini adalah aorta thorakalis dan abdominalis, dan bukan cabang-cabangnya.


  24. Luka Bakar Besar

    Luka bakar derajat tiga (kerusakan atas seluruh lapisan kulit) yang meliputi sedikitnya 20% luas permukaan tubuh.


  25. Poliomyelitis

    Infeksi kuman polio yang menyebabkan terjadinya paralisis yang permanen dan dibuktikan dengan adanya kelumpuhan fungsi motorik.


  26. Bedah Aorta

    Pembedahan yang bertujuan untuk memperbaiki penyempitan dissection atau aneurisma dari aorta abdominal atau thoracal, tetapi tidak tidak termasuk cabangnya. Kateterisasi tidak termasuk dalam Bedah Aorta.


  27. Meningitis Bakteri

    Radang selaput otak yang dapat menimbulkan eksudasi yang disebabkan oleh kuman. Kriteria meningitis yang dimaksud adalah meningitis yang menyebabkan komplikasi yang menimbulkan cacat neurologik yang permanen berupa paralisis, sampai deserebrasi hydrocephalus.


  28. Radang Otak

    Infeksi jaringan otak yang menimbulkan komplikasi atau sekuele (gejala sisa) seperti paralisis, gangguan penglihatan, atau gejala neurologik lain secara permanen berdasarkan diagnosa dokter.


  29. Tumor Otak Jinak

    Tumor otak jenis angioma yang menyebabkan perdarahan subarachnoid sehingga memerlukan tindakan operasi.


  30. Cardiomyopathy

    Kondisi jantung yang serius, dimana otot jantung tidak mampu secara efektif menerima atau memompa darah dari dan keseluruh tubuh yang bersifat permanen yang diagnosanya berdasarkan :

    1. Sesak dan lemas.
    2. Tekanan ventrikel kanan dan tekanan diastolik paling sedikit 8 mmHg.
    3. Hipertrofi ventrikel kanan, dilatasi dan tanda dari gagal jantung kanan dan dekompensasi.

  31. Pulmonary Valve Surgery

    Adalah prosedur valvotomy atau valvuloplasty dengan cara merobek katub-katub dengan tujuan mengoreksi valvular stenesis. Katub-katub dapat ditempatkan kembali dengan cara mekanikal atau bioprostesis.


  32. Pulmonary Incompetence

    Pulmonary incompetence adalah memburuknya aliran darah dari arteri pulmoner ke ventrikal kanan yang disebabkan ketidakmampuan dari katub pulmonal, ditunjukkan dengan adanya pulmonik regurgitation. Diagnosa pasti harus dikonfirmasikan oleh dokter spesialis jantung dengan dibuktikan adanya pemeriksaan echocardiography, yang menunjukkan dilatasi Ventrikal kanan, dengan hipertensi pulmoner.


  33. Mitral Valvotomy

    Mitral valvotomy adalah suatu tindakan operasional untuk merobek katub-katub dan commisura pada atrio ventricular kiri (katub mitral) dengan tujuan untuk memperbaiki fungsi katub mitral. Tindakan dapat dilakukan dengan atau tanpa pisau ataupun dengan cara mekanikal dilator.


  34. Mitral Valve Replacement

    Mitral valve Replacement adalah suatu tindakan prosedur pembedahan dengan cara annuloplasty dan valvuloplasty untuk memperbaiki kerusakan katub-katub mitral. Prosedur tindakan dapat dilakukan dengan mekanikal atau dengan bioprosthesis.


  35. Appalic Syndrome

    Appalic Syndrome (Kematian Jaringan Kortek Otak) adalah kematian jaringan lapisan luar korteks otak secara menyeluruh dimana batang otak masih intak. Diagnosa pasti harus dikonfirmasikan oleh dokter spesialis syaraf. Keadaan tersebut harus didokumentasikan secara medik paling tidak selama satu bulan.


  36. Terminal Illness

    Dalam kondisi penyakit atau stadium akhir yang diderita Tertanggung berdasarkan diagnosis dari dokter pemeriksa serta hal tersebut telah disetujui oleh dokter Penanggung memprediksi bahwa harapan hidup Tertanggung kurang dari 12 (dua belas) bulan.

    Terminal Illness yang disebabkan oleh infeksi HIV dikecualikan dari penyakit ini.


  37. HIV due to blood transfusion and occupatioanal acquired HIV
    1. Tertanggung terinfeksi oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) melalui transfusi darah dengan kondisi sebagai berikut :
      • Transfusi darah yang secara medis diperlukan dan diberikan karena merupakan bagian dari pengobatan.
      • Transfusi darah dilakukan di Indonesia setelah Tanggal Polis berlaku, Tanggal Perubahan polis atau Tanggal Pemulihan polis yang mana yang terjadi paling akhir.
      • Sumber infeksi dipastikan berasal dari lembaga yang menyelenggarakan transfusi darah dan lembaga tersebut dapat melacak asal dari darah yang terinfeksi HIV tersebut.
      • Tertanggung bukan merupakan penderita Thalassaemia major atau Haemophilia.
    2. Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) didapatkan dari suatu kecelakaan akibat dari pekerjaannya yang terjadi setelah Tanggal Polis berlaku atau tanggal perubahan Polis atau Tanggal Pemulihan Polis, mana yang paling akhir, selama Tertanggung melaksanakan tanggung jawab profesi yang normal dari pekerjaannya di Indonesia, dengan mengikuti bukti dan ketentuan yang ada di perusahaan sebagai berikut :
      • Infeksi HIV yang timbul dikarenakan kecelakaan akibat dari pekerjaannya tersebut harus dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal kecelakaan terjadi.
      • Bukti bahwa kecelakaan akibat dari pekerjaannya tersebut adalah penyebab timbulnya infeksi HIV.
      • Bukti bahwa sero-conversion dari HIV negatif menjadi HIV positif terjadi dalam waktu 180 (seratus delapan puluh) hari setelah kecelakaan terjadi. Bukti ini harus dilengkapi dengan melakukan test antibody HIV negatif dalam waktu 5 (lima) hari sejak tanggal kecelakaan akibat dari pekerjaannya.
      • Infeksi HIV yang disebabkan oleh penyebab lain termasuk kegiatan seksual dan penggunaan obat-obatan secra Intavena dikecualikan dari penyakit ini.

      Manfaat ini hanya berlaku jika pekerjaan Tertanggung adalah Tenaga Medis, pelajar Tenaga Medis, perawat berijazah, teknisi laboratorium, dokter gigi, paramedis, bekerja di pusat kesehatan dan klinik (di Indonesia).
      Manfaat ini tidak berlaku apabila point A dan B telah dilakukan pengobatan medis untuk mengobati AIDS atau untuk mengobati dampak dari infeksi virus HIV atau penatalaksanaan untuk mencegah terjadinya AIDS. Pengobatan yang dimaksud adalah pengobatan yang membuat HIV tidak aktif dan tidak menyebabkan infeksi.

  38. Sytemetic Lupus Erythematosus with lupus nephiritis

    Penyakit autoimun yang multisistemik dan multifactor yang ditandai oleh peningkatan auto-antibodi yang menyerang berbagai antigen tubuh.

    Jenis Lupus Eritematosus yang ditanggung dalam manfaat Pertanggungan Tambahan ini hanya dibatasi pada jenis-jenis Lupus Eitematosus Sistemik yang melibatkan ginjal (Class III sampai Class IV Lupus Nefritis, yang dipastikan dengan biopsy ginjal dan sesuai dengan klasifikasi WHO).

    Yang tidak termasuk dalam klaim penyakit kritis Lupus Eritematosus Sistemik ini adalah jenis lupus lainnya, yaitu jenis lupus discoid dan jenis-jenis yang melibatkan persendian dan system hematology. Penegakan diagnosis Lupus Eritematosus Sistemik harus dilakukan oleh seorang Dokter Spesialis Rheumatologi dan Imunologi.

    Klasifikasi WHO Lupus Nefritis :

    Class I   Minimal Change Lupus Glomerulonephritis
    Class II   Messangial Lupus Glomerulonephritis
    Class III   Focal Segmental Proliferative Lupus Glomerulonephritis
    Class IV   Diffuse Proliferative Lupus Glomerulonephritis
    Class V   Membranous Lupus Glomerulonephritis

  39. Encephalitis

    Diagnosa inflamasi dari otak (cerebral hemisphere, brainstem atau cerebellum) yang diakibatkan karena infeksi virus, yang menimbulkan komplikasi bermakna yang berlangsung paling sedikit selama 6 (enam) minggu yang mencakup defisit syaraf permanen/menetap dan dikonfirmasi oleh dokter ahli syaraf. Defisit syaraf permanen / menetap dapat berupa retardasi mental, emosi yang labil, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan berbicara, kelemahan atau kelumpuhan.

    Radang otak yang disebabkan oleh infeksi HIV dikecualikan dari penyakit ini.


  40. Major Head Trauma

    Kecelakaan yang menyebabkan luka pada kepala sehingga mengakibatkan defisit neurologi permanen yang timbul kurang dari 6 (enam) minggu sejak kecelakaan terjadi sehingga Tertanggung tidak dapat melakukan 3 (tiga) dari 5 (lima) aktifitas hidup sehari-hari selama minimal 6 (enam) bulan. Diagnosa ini harus ditegakkan oleh dokter ahli syaraf dan didukung oleh tehnik Magnetic Resonance Imaging, Computerized Tomography atau tehnik lainnya yang diakui. Kecelakaan harus terjadi secara langsung dari luar tubuh secara kasat mata dan tidak tergantung dari sebab yang lain.

    Kondisi dibawah ini dikecualikan dari penyakit ini :

    • Luka/Trauma pada spinal cord, dan
    • Luka pada kepala dikarenakan sebab lainnya.


  41. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kepesertaan Program Asuransi PerisaiPlus, hubungi BNI Call di 1500046 atau melalui e-mail : bnicall@bni.co.id.

PERLINDUNGAN ASURANSI BEBAS PREMI KARTU KREDIT BNI

(Berlaku mulai tanggal 23 Oktober 2019 – 22 Oktober 2020)


Sebagai Pemegang Kartu Kredit BNI Visa Platinum (Reguler, Affinity, Co Branding), Visa Corporate (Gold dan Platinum), Visa Signature, Visa Infinite, Mastercard World serta JCB Precious, Anda akan mendapatkan Perlindungan Asuransi Bebas Premi secara otomatis sebagai berikut :


  1. Tabel Manfaat dan Jumlah Pertanggungan
  2. No Type of Cards Coverage Benefit Limit (IDR)
    1 Visa Platinum Travel Accident Rp 1,000,000,000,-.
    2 Corporate Travel Accident
    Travel Inconvenience :
    - Flight Delay > 6 hours
    - Luggage Loss > 48 hours
    Rp 1,000,000,000,-.

    Rp 1,000,000,-.
    Rp 1,000,000,-.
    3 Visa Signature Travel Accident
    Travel Inconvenience :
    - Flight Delay > 6 hours
    - Luggage Loss > 48 hours
    Personal Accident-24 hours
    PA-Public Conveyance
    Overseas Medical Insurance

    Medical Evacuation and Repatriation
    Layanan Bantuan 24 Jam
    Rp 3,000,000,000,-.

    Rp 1,000,000,-.
    Rp 1,000,000,-.
    Rp 50,000,000,-.
    Rp 150,000,000,-.
    Rp 150,000,000,-/Cardholder
    Rp 200,000,000,-/Family
    Rp 100,000,000,-.
    Ada
    4 Mastercard World Travel Accident
    Travel Inconvenience :
    - Flight Delay > 6 hours
    - Luggage Loss > 48 hours
    Personal Accident-24 hours
    PA-Public Conveyance
    Overseas Medical Insurance

    Medical Evacuation and Repatriation
    Layanan Bantuan 24 Jam
    Rp 3,000,000,000,-.

    Rp 1,000,000,-.
    Rp 1,000,000,-.
    Rp 50,000,000,-.
    Rp 150,000,000,-.
    Rp 150,000,000,-/Cardholder
    Rp 200,000,000,-/Family
    Rp 100,000,000,-.
    Ada
    5 Visa Infinite Travel Accident
    Travel Inconvenience :
    - Flight Delay > 6 hours
    - Luggage Loss > 48 hours
    Personal Accident-24 hours
    PA-Public Conveyance
    Overseas Medical Insurance

    Medical Evacuation and Repatriation
    Layanan Bantuan 24 Jam
    Rp 5,000,000,000,-.

    Rp 1,000,000,-.
    Rp 1,000,000,-.
    Rp 50,000,000,-.
    Rp 150,000,000,-.
    Rp 200,000,000,-/Cardholder
    Rp 300,000,000,-/Family
    Rp 200,000,000,-.
    Ada
    6 JCB Precious Purchase Protection Rp 20,000,000,-.

  3. Ketentuan Umum (untuk semua Manfaat)
    1. Maksimum periode perlindungan adalah 30 (tiga puluh) hari untuk satu kali perjalanan.
    2. Untuk Anak dari Pemegang Kartu berusia kurang dari 23 (dua puluh tiga) tahun, belum bekerja dan belum menikah.
    3. Pemegang Kartu dan pasangannya yang sah (WNI atau WNA yang memiliki KIMS/KITAS), berusia 18 - 80 tahun (kecuali untuk benefit Overseas Medical insurance dan Personal Accident maksimum usia yang ditanggung asuransi adalah 65 tahun).
    4. Pada saat berlakunya asuransi ini, Tertanggung harus dalam keadaan sehat, siap untuk bepergian dan sama sekali tidak menyadari adanya keadaan yang dapat menyebabkan pembatalan atau gangguan pada perjalanan.
    5. Pembayaran atas biaya perjalanan/rumah sakit/pembelian barang menggunakan Kartu Kredit BNI.
    6. Meninggal Dunia atau Cacat Tetap akibat kecelakaan dalam angkutan umum tidak bisa double cover dengan manfaat Kecelakaan Perjalanan.

  4. Penjelasan Benefit
    1. Asuransi Kecelakaan Perjalanan (Travel Accident)

      Ketentuan Khusus :

      • Merupakan penumpang suatu alat moda transportasi angkutan umum terjadwal.
      • Nilai Pertanggungan untuk suami/istri adalah 50% dan anak yang masih dalam tanggungan adalah 10% (dari jumlah Pertanggungan Pokok).

      Periode Perlindungan :

      Perlindungan atas Perjalanan Udara dimulai saat :

      • Dalam perjalanan menuju Bandar Udara.
      • Berada dalam lingkungan Bandar Udara.
      • Pada saat meninggalkan Bandar Udara dan menaiki pesawat mencapai tempat tujuan akhir.

      Pengecualian :

      1. Bunuh diri atau usaha untuk itu baik dalam keadaan waras atau tidak, pengrusakan diri sendiri atau sesuatu usaha untuk itu baik dalam keadaan waras atau tidak.
      2. Perang baik yang dinyatakan/diumumkan dan tidak atau bagian dari keadaan tersebut.
      3. Tindakan-tindakan tidak sah Pemegang Kartu, ahli waris yang ditunjuk oleh Pemegang Kartu, pelaksana atau administrator atau pewaris-pewaris sah atau wakil-wakil pribadi yang sah.
      4. Cidera yang didapat sewaktu bertugas sebagai operator atau anggota kru dari alat angkutan atau cidera yang didapat sewaktu mengendarai kendaraan sewaan.
      5. Pemegang Kartu menggunakan obat bius, kecuali dibuktikan obat tersebut digunakan berdasarkan resep dokter yang benar dan tidak untuk penyembuhan kecanduan obat bius.
      6. Kehamilan, kelahiran atau keguguran.
      7. Penyakit, sumber penyakit atau setiap infeksi yang disebabkan bakteri atau infeksi virus walaupun disebabkan karena kecelakaan. Hal ini tidak mengecualikan infeksi yang disebabkan bakteri secara langsung dari luka yang tidak disengaja atau keracunan makanan.
      8. Secara langsung atau tidak secara langsung hasil dari cacat fisik atau mental atau kelemahan yang sudah diketahui oleh Pemegang Kartu pada saat kejadian yang mengakibatkan cidera badan kecuali telah dinyatakan dan disetujui secara tertulis oleh Pemegang Kartu.
      9. Bahan nuklir dan bahan bakar nuklir, pencemaran dari radio aktivitas, sisa/sampah nuklir termasuk pemecahan nuklir.
      10. Aksi teroris yang menggunakan nuklir, kimia dan biologi.
      11. Dan lain-lain yang terdapat di dalam Polis.

      Tabel Persentase Manfaat Pertanggungan :

      Manfaat Pertanggungan: Limit Benefit
      a. Meninggal Dunia 100%
        Cacat Tetap Total:
      b. Kehilangan atas kedua tangan atau kaki. 100%
      c. Kehilangan atas satu tangan dan kaki. 100%
      d. Kehilangan seluruh penglihatan kedua mata. 100%
      e. Kehilangan seluruh penglihatan satu mata dan kehilangan atas satu tangan atau satu kaki. 100%
      f. Kehilangan atas satu tangan atau satu kaki. 50%
      g. Hilangnya penglihatan pada satu mata. 50%
      h. Kehilangan kemampuan berbicara dan mendengar. 50%

      "Kehilangan" sebagaimana dimaksud di atas dalam kaitannya dengan tangan atau kaki, berarti kehilangan atau kehilangan fungsi secara utuh dan permanen sampai melalui atau di atas pergelangan tangan atau sendi pergelangan kaki, sedangkan jika dalam kaitannya dengan mata berarti hilangnya seluruh kemampuan melihat pada mata dimaksud dan tidak dapat disembuhkan.


    2. Asuransi Ketidaknyamanan Perjalanan (Travel Inconvinience)

      Keterlambatan Pesawat

      Jika terjadi keterlambatan pesawat minimal 6 (enam) jam sebagai akibat dari pemogokan atau aksi industrial, cuaca buruk atau kerusakan mekanik/gagal kerja dari Angkutan Umum tersebut, atau karena pesawat tidak diperkenankan untuk tinggal landas akibat adanya kerusakan mekanis atau struktural, maka Perusahaan akan mengganti kerugian Tertanggung atas biaya yang timbul sehubungan dengan akomodasi hotel dan restoran, hingga batas manfaat sebagaimana tercantum dalam Tabel Manfaat.


      Kehilangan Bagasi

      • Bagasi yang dibawa saat check-in pada Angkutan Umum ternyata tidak sampai kepadanya dalam jangka waktu 48 (empat puluh delapan) jam sejak kedatangan pada tempat tujuan menurut jadwal, bagasi tersebut akan diasumsikan hilang secara permanen dan Penanggung akan mengganti kerugian Tertanggung atas biaya yang timbul dalam waktu 4 (empat) hari kalender sejak tiba di tempat tujuan, sehubungan dengan pembelian darurat pakaian dan kebutuhan penting lainnya sampai dengan Batas Ganti Rugi yang tertera pada Tabel Manfaat.
      • Manfaat dimaksud tidak dapat dibayar apabila kehilangan tersebut terjadi pada saat Tertanggung yang bersangkutan kembali ke original departure/keberangkatan asal.

      Pengecualian :

      1. Penyitaan atau pengambilan oleh Bea Cukai atau pejabat pemerintah lainnya.
      2. Kegagalan untuk mengambil tindakan yang cukup untuk menyelamatkan atau mendapatkan kembali bagasi yang hilang.
      3. Kegagalan untuk memberitahu pejabat maskapai penerbangan yang terkait mengenai bagasi yang hilang di tempat tujuan dan mendapatkan Laporan Property Irregularity Report.
      4. Perang baik yang dinyatakan/diumumkan atau tidak atau bagian dari keadaan tersebut.
      5. Bahan nuklir dan bahan bakar nuklir, pencemaran dari radioaktivitas, sisa/sampah nuklir termasuk pemecahan nuklir.
      6. Aksi teroris yang mengunakan Nuklir, kimia dan biologi.
      7. Bunuh diri atau usaha untuk itu baik dalam keadaan waras atau tidak, pengrusakan diri sendiri atau sesuatu usaha untuk itu baik dalam keadaan waras atau tidak.
      8. Tindakan tidak sah Pemegang Kartu, ahli waris yang ditunjuk oleh Pemegang Kartu, pelaksana atau administrator atau Pewaris sah atau wakil-wakil pribadi yang sah.
      9. Penyakit atau penyebab penyakit.
      10. Keterlambatan kedatangan Pemegang Kartu di Bandara setelah waktu "check in" yang ditentukan oleh perusahaan penerbangan.
      11. "Kegagalan Keuangan" berarti salah satu dari pemberhentian operasi secara menyeluruh dikarenakan hal yang berhubungan dengan keuangan apakah ada atau tidak ada pengajuan petisi kebangkrutan atau pemberhentian sebagian dari operasi disebabkan dari pengajuan petisi kebangkrutan.

    3. Asuransi Medis di Luar Negeri (Overseas Medical Insurance)

      Ketentuan :

      • Pembayaran rumah sakit di luar negeri harus dengan Kartu Kredit BNI.
      • Usia maksimum 65 tahun, berupa Reimbursement.
      • Deductible cost Rp. 1.000.000,- per kejadian.
      • Batas maksimum manfaat tahunan untuk suami/istri sama dengan Pemegang Kartu, tetapi untuk anak batas maksimum tahunan 50% dari Pemegang Kartu.
      • Biaya pengobatan meliputi dan terbatas dengan ketentuan sebagai berikut : Biaya kamar rumah sakit semi-private, ruang gawat darurat, dan jasa ambulans, Biaya Dokter, rawat inap atau rawat jalan.

      Pengecualian :

      1. Biaya-biaya Medis yang terjadi jika perjalanan yang dilakukan oleh Tertanggung tidak sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh praktisi medis berijin.
      2. Biaya-biaya Medis yang terjadi terkait dengan suatu perjalanan yang mana tujuan dari perjalanan tersebut adalah untuk keperluan berobat atau konsultasi medis.
      3. Kondisi-kondisi medis yang memang sudah ada sebelumnya (Pre-Existing).
        • Suatu kondisi yang sebelumnya pernah diperiksa oleh Dokter atau pernah mendapat perawatan atau mendapat pengobatan dari Dokter selama 12 (dua belas) bulan sebelum Perjalanan, atau
        • Suatu kondisi yang mana dari tanda-tanda atau gejala-gejalanya, seseorang dalam keadaan tersebut diharapkan dapat mengetahui kondisi tersebut selama 12 (dua belas) bulan sebelum Perjalanan.
      4. Biaya-biaya Medis yang terjadi di dalam wilayah hukum Republik Indonesia, atau negara Tempat Tinggal dari Tertanggung, jika beda.
      5. Biaya-biaya yang terkait dengan tindakan medis, obat atau obat-obatan, yang diresepkan atau yang langsung digunakan, sebelum periode perlindungan asuransi.
      6. Semua jenis perawatan gigi.
      7. Cedera Badan atau Penyakit yang disebabkan atau yang dimunculkan secara sengaja oleh Tertanggung.
      8. Cedera Badan atau Penyakit yang disebabkan oleh paparan atas bahaya yang dilakukan secara sengaja, cedera yang dilakukan secara sengaja, bunuh diri atau percobaan bunuh diri, atau yang disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap saran medis.
      9. Cedera Badan atau Penyakit yang muncul atau diderita pada saat Tertanggung berada dalam, atau yang diakibatkan oleh karena Tertanggung sedang dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan atau narkotika kecuali jika hal tersebut diberikan oleh Dokter, atau kecuali jika hal tersebut dilakukan berdasarkan resep dari atau dilakukan sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Dokter.
      10. Cedera Badan yang terjadi pada saat ikut serta atau akibat keikutsertaan dalam suatu kegiatan olah raga sebagai seorang pemain profesional.
      11. Cedera Badan yang terjadi pada saat ikut serta atau akibat keikutsertaan dalam suatu kompetisi yang melibatkan penggunaan kendaraan bermotor darat, laut atau udara.
      12. Cedera Badan yang terjadi pada saat atau akibat dari mengendarai atau mengemudikan sepeda motor atau skuter di atas 125 cc.
      13. Cedera Badan atau Penyakit yang disebabkan oleh atau yang muncul dari kondisi penyakit yang disebut dengan Sindroma Penurunan Kekebalan Tubuh (AIDS) atau Virus Penurunan Kekebalan Tubuh Manusia (HIV) dan/atau kondisi atau penyakit yang terkait, termasuk semua jenis turunan atau variasinya bagaimanapun terjadinya atau munculnya. Tertanggung berkewajiban untuk membuktikan bahwa Cedera Badan atau Penyakit tersebut tidak disebabkan oleh atau tidak muncul sebagai akibat adanya AIDS atau HIV.
      14. Cedera Badan atau Penyakit yang disebabkan oleh atau yang muncul dari penyakit kelamin atau yang terkait dengan kelamin.
      15. Tindakan-tindakan atau pengobatan untuk masalah kejiwaan atau mental, apapun jenis klasifikasinya, kondisi-kondisi psychiatric atau psychotic, depresi apapun jenisnya, atau ormental insanity.
      16. Kasus-kasus retak tulang akibat penyakit/pathological fracture.
      17. Tindakan-tindakan pengobatan apapun serta segala jenis rawat inap pada institusi-institusi yang berjangka panjang (rumah-rumah peristirahatan, pusat penyembuhan, pusat detoksifikasi, dan lain sebagainya).
      18. Penyelidikan, operasi atau perlakuan medis yang sepenuhnya bersifat kosmetik, atau untuk mengatasi kegemukan, atau yang dilakukan untuk memfasilitasi kehamilan atau untuk mengobati impotensi atau untuk meningkatkan vitalitas.
      19. Cedera Badan yang terjadi pada saat atau yang diakibatkan oleh keikutsertaan dalam kegiatan-kegiatan olahraga yang berbahaya seperti terjun payung, hangliding, parasailing, off-piste skiing atau bungee jumping.

    4. Manfaat Evakuasi dan Repatriasi Jenasah (Medical Evacuation and Repatriation)

      Jika selama Periode Pertanggungan dan selagi dalam Perjalanan, Tertanggung :

      • Menderita Cedera Badan atau Penyakit sebagaimana didiagnosa oleh Dokter yang ditetapkan oleh Chubb Assistance, dan
      • Perawatan medis yang diperlukan tidak tersedia, baik di Rumah Sakit terdekat dimana Tertanggung dibawa ke atau di sekitarnya, setelah menderita Cedera Badan atau Penyakit.
      • Saat Tertanggung melakukan suatu Perjalanan, Tertanggung meninggal dunia akibat dari suatu "Kondisi Medis Kritis".
      • Hanya berlaku untuk pemegang kartu, tidak termasuk suami/istri dan anak.

      Kondisi Medis Kritis

      yaitu suatu kondisi medis yang diderita oleh Tertanggung akibat Cidera Badan atau Penyakit yang dianggap dapat mengancam jiwa, dinyatakan oleh Dokter yang ditunjuk Chubb Assistance dan atas diskresi penuh dari Dokter tersebut.

      *    Dalam hal penanganan kasus ini, Chubb akan bekerjasama dengan AAI (Asia Assistance International).

      Pengecualian :

      • Kondisi Pre-Existing.
      • Biaya-biaya atas jasa pihak lain untuk pengaturan repatriasi yang tidak dibuat oleh pihak asuransi.

    5. Asuransi Perlindungan Pembelian (Purchase Protection)

      Persyaratan :

      • Ganti rugi dalam bentuk pembayaran, perbaikan atau penggantian (setelah dikurangi resiko sendiri).
      • Pembelian di Indonesia → Maksimum 30 (tiga puluh) Hari terhitung sejak tanggal pembelian.
      • Pembelian di Luar Indonesia → Maksimum 45 (empat puluh lima) Hari terhitung sejak tanggal pembelian.

      Risiko Sendiri :

      25% dari jumlah klaim yang dapat dibayarkan, dengan minimum Rp 500.000,- per kejadian.


      Catatan :

      Kehilangan dan/atau Pencurian: maksimum 2 (dua) kali penggantian Handphone/gadget per tahun per Kartu. Handphone pengganti dibeli dengan menggunakan Kartu Kredit BNI dan pembayaran klaim tidak berupa uang tunai namun akan dikreditkan ke Kartu Kredit tersebut dengan menyertakan bukti pembelian kembali handphone/Gadget yang sama atau yang sama nilainya dengan menggunakan Kartu Kredit BNI.


      Harta Benda yang Dikecualikan :

      1. Kendaraan yang digerakkan secara mekanik dan kapal laut.
      2. Harta benda yang dibeli sehubungan dengan kegiatan bisnis kecuali juga digunakan untuk keperluan pribadi dan tidak diasuransikan ditempat lain.
      3. Segala harta benda yang dibuat atau mengandung emas atau perak, barang-barang perhiasan.
      4. Mata uang, cek, travel cek, surat-surat berharga, dan alat pembayaran lainnya.
      5. Ternak, binatang peliharaan, tumbuhan, atau makhluk hidup lainnya.
      6. Kendaraan bermotor dan asesorisnya.
      7. Untuk kerugian yang timbul dari barang-barang yang dikirim melalui pesanan pos, jaminan hanya dimulai dari tanggal Pemegang kartu memiliki fisik dari harta benda tersebut.
      8. Lensa kontak dan kaca mata.
      9. Gigi palsu dan alat medis lainnya tetapi tidak terbatas pada alat pendengaran, lengan buatan, tongkat, kursi roda, alat pembantu untuk berjalan dan penahan.
      10. Yang dapat dikonsumsi dan barang-barang yang tak tahan lama.
      11. Harta benda yang dijual atau diberikan kepada pihak lain kecuali harta benda tersebut diberikan kepada anggota keluarga inti.
      12. Harta benda yang diasuransikan di bawah Polis asuransi lainnya kecuali jaminannya tidak dapat diperluas utuk menjamin kerugian atau kerusakan tersebut.
      13. Harta benda yang dijamin di bawah garansi atau jaminan kecuali kerugian atau kerusakan tersebut tidak dijamin.

      Pengecualian Umum

      Pihak asuransi tidak akan bertanggung jawab untuk kerugian atau kerusakan pada harta benda yang diasuransikan yang timbul dari :

      1. Kerusakan mekanik atau kerusakan elektrik, kerusakan lainnya yang disengaja atau kekacauan.
      2. Produk yang cacat atau desain yang cacat, bahan-bahan atau pembuatan, cacat tersembunyi.
      3. Kecurian pada kendaraan yang tidak dikunci atau diawasi dengan baik.
      4. Kebocoran, kehilangan berat, penyusutan, sifat dari benda itu sendiri, penguapan atau kontaminasi, serangga atau kutu, pemakaian dan penyusutan, karat, jamur dan segala proses yang berangsur-angsur.
      5. Segala proses pembersihan atau pengeringan, perbaikan, renovasi, pemutihan, pencelupan, perbaikan, atau pelayanan.
      6. Akibat dari kerugian atau kerusakan yang disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menggunakan harta benda yang dibeli.
      7. Penyitaan atau Penahanan oleh pejabat yang berwenang atau pejabat lainnya.
      8. Kehilangan yang aneh atau kerugian yang tidak dapat dijelaskan.
      9. Transit dengan udara, kapal laut, kereta api atau kendaraan, atau segala transportasi umum lainnya kecuali harta benda dibawa dengan tangan oleh Pemegang kartu selama transit tersebut.
      10. Suara super sonic, tekanan gelombang yang disebabkan oleh pesawat udara atau perlengkapan udara lainnya.
      11. Perang, perang saudara, Pemogokan, Kerusuhan dan Huru Hara.
        Segala akibat dari pemogokan, kerusuhan dan huru hara, perang, invasi, tindakan dari perang saudara, musuh asing (apakah perang dinyatakan atau tidak), perang saudara, pemberontakan, revolusi, pemberontakan, atau perebutan kekuasaan secara militer.
      12. Radioaktif dan pemasangan nuklir.
        • Radiasi ionisasi, radiasi atau kontaminasi oleh dan radioaktif nuklir dengan dan radioaktif nuklir dari segala pembuangan nuklir dari pemasangan, pembakaran tenaga nuklir.
        • Racun radioaktif, peledakan dari harta benda yang berbahaya dari segala pemasangan nuklir atau komponen nuklir.
      13. Terorisme yang menggunakan nuklir, bahan kimia dan biologis.
      14. Bencana alam (termasuk dan tidak terbatas pada gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, angin ribut, angin topan, dan banjir termasuk meluapnya air laut, badai pasir).
      15. Tindakan yang melanggar hukum dari orang yang diasuransikan, ahli waris yang ditunjuk, pengawas atau pengurus atau ahli waris yang sah atau wakil pribadi yang sah.

    6. Kecelakaan Diri 24 Jam (Personal Accident 24 Hours)

      Persyaratan :

      • Usia maksimal 65 tahun.
      • Hanya untuk pemegang kartu.
      • Meninggal Dunia atau Cacat Tetap akibat kecelakaan dalam angkutan umum tidak bisa double cover dengan manfaat Kecelakaan Perjalanan.

      Manfaat :

      Selama masa berlaku pertanggungan Pemegang Kartu (tidak termasuk suami/istri dan anak) mengalami cidera tubuh yang disebabkan oleh kecelakaan sehingga mengakibatkan meninggal dunia atau cacat tetap (merujuk pada tabel prosentase cacat tetap di bawah ini) maka Asuransi akan memberikan ganti rugi kepada Pemegang Kartu atau ahli waris dengan Besaran Ganti Rugi maksimal sampai dengan jumlah yang dinyatakan dalam Tabel Manfaat.


      Kehilangan Benefit yang dibayarkan % dari Santunan yang Tercantum di Daftar Polis
      A. KEMATIAN 100%
      B. CACAT TETAP
      1. Cacat Total Tetap. 100%
      2. Kelumpuhan total seluruh anggota tubuh. 100%
      3. Kehilangan dari atau kehilangan fungsi dari kedua tangan atau kedua kaki. 100%
      4. Kehilangan dari atau kehilangan fungsi dari satu kaki atau satu tangan. 100%
      5. Kehilangan penglihatan pada satu atau kedua mata. 100%
      6. Kehilangan ingatan/sakit jiwa/akal budi atau penyakit jiwa yang tidak dapat disembuhkan. 100%
      7. Kehilangan kemampuan berbicara dan mendengar. 75%
      8. Kehilangan kemampuan mendengar pada :
      a. Kedua Telinga. 50%
      b. Satu Telinga. 15%
      9. Kehilangan Kemampuan Berbicara : 50%
      10. Kehilangan dari atau kehilangan fungsi dari Lensa Penglihatan pada satu mata. 50%
      11. Kehilangan satu ibu jari tangan. Kanan Kiri
      a. Kedua Ruas Jari. 20% 15%
      b. Satu Ruas Jari. 15% 10%
      12. Kehilangan dari atau kehilangan fungsi dari empat jari atau ibu jari (semua ruas jari). 70% 50%
      13. Kehilangan dari atau kehilangan fungsi dari empat jari (semua ruas jari). 40% 30%
      14. Kehilangan dari atau kehilangan fungsi dari salah satu jari tangan.
      a. Pada tiga ruas jari. 10% 7%
      b. Pada dua ruas jari. 8% 6%
      c. Pada satu ruas jari. 5% 3%
      15. Kehilangan dari atau kehilangan fungsi dari jari kaki.
      a. Semua ruas. 15%
      b. Jempol, kedua ruas jari. 5%
      c. Jempol, satu ruas jari. 2%
      d. Selain ibu jari kaki, jika kehilangan lebih dari satu, masing-masing. 1%
      16. Patah tulang kaki atau tempurung lutut dengan kondisi terpisah (established non union). 10%
      17. Pemendekan kaki setidaknya 5 cm. 7.5%
      18. Luka bakar tingkat 3 (tiga).
      Area Kerusakan sesuai prosentase dari area permukaan tubuh.
      - Kepala Sama dengan atau lebih dari 2% tapi kurang dari 5%. 50%
      Sama dengan atau lebih dari 5% tapi kurang dari 8%. 75%
      Sama dengan atau lebih dari 8%. 100%
      - Tubuh Sama dengan atau lebih dari 10% tapi kurang dari 15%. 50%
      Sama dengan atau lebih dari 15% tapi kurang dari 20%. 75%
      Sama dengan atau lebih dari 20%. 100%
      19. Kehilangan fungsi anggota tubuh yang lain yang tidak tercantum di atas.
      Perusahaan akan mengambil persentasi yang sesuai dengan skala di atas tanpa memandang pekerjaan Tertanggung.

      Ketentuan lainnya :

      1. Kehilangan kemampuan fungsi anggota tubuh secara tetap akan diperlakukan sebagai kehilangan anggota tubuh.
      2. Untuk santunan 11 sampai dengan 14, kiri dibaca kanan dan sebaliknya jika tertanggung kidal.
      3. Jumlah dari seluruh penggantian yang dapat dibayarkan di bawah Santunan A sampai B akibat satu kecelakaan tidak boleh melebihi jumlah santunan tertinggi yang tertera pada Tabel Manfaat.
      4. Jika penggantian yang dibayarkan adalah untuk kehilangan atau kehilangan kemampuan penggunaan dari seluruh anggota tubuh, maka penggantian untuk bagian-bagian dari anggota tubuh tersebut tidak dapat dibayarkan.
      5. Santunan A dan B akan dibayarkan jika kehilangan berlangsung dalam 365 hari sejak kecelakaan yang dijamin mengakibatkan luka tubuh.

      24 Hour Chubb Assistance : (021) 5785 3296


      Bantuan Medis/Medical Assistance :

      • Telepon Bantuan Medis, Rujukan Penyedia Jasa Medis.
      • Pengaturan Perjanjian dengan Dokter Setempat atau Masuk Rumah Sakit.

      Bantuan Perjalanan :

      • Jasa Informasi Visa, Rujukan Penerjemah/Interpreter, Rujukan ke Kedutaan Besar.
      • Bantuan Saat Kejadian Kehilangan Bagasi/Luggage, Passport.
      • Jasa Informasi Kurs Mata Uang dan Penyampaian Pesan Darurat.

      PENGAJUAN KLAIM

      1. Pelaporan Klaim paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah kejadian atau setelah tiba di Indonesia.
      2. Pengiriman kelengkapan dokumen klaim dapat dikirimkan melalui email travel.id@chubb.com atau melalui online claim di www.chubbclaims.id.
      3. Yang dimaksud dengan dokumen klaim adalah :
        1. Formulir klaim.
        2. Kelengkapan dokumen pengajuan klaim.
      4. Untuk mengecek status klaim dapat dilihat pada www.chubbclaims.id atau telepon ke +62 1500 257.
      5. Customer Chubb 24 Jam +62 1500 257.
      6. Layanan bantuan darurat Chubb +62 21 5785 3296.

      DOKUMEN PENGAJUAN KLAIM

      Manfaat Dokumen yang harus dilengkapi
      Semua manfaat/benefit
      • Mengisi dengan lengkap formulir klaim dari Asuransi.
      • Fotokopi Kartu Kredit BNI.
      • Fotokopi Billing Statement yang menyatakan pembelian tiket/barang atau pembayaran rumah sakit.
      • Tiket dan Boarding Pass (atau dokumen lain yang menyatakan bahwa tertanggung sebagai penumpang angkutan umum yang dimaksud).
      • Fotokopi Kartu Identitas/Passport/Kartu Keluarga.
      Kecelakaan dalam Perjalanan/Kecelakaan Diri 24 Jam
      • Surat keterangan dari Maskapai Penerbangan atau Pihak yang berwenang sehubungan dengan terjadinya kecelakaan yang dimaksud.
      • Surat Keterangan Kematian dari Rumah Sakit.
      • Laporan kepolisian (untuk kecelakaan lalu lintas).
      • Surat Keterangan dari Rumah Sakit atas cacat tubuh yang terjadi.
      • Lain-lain (bila diperlukan).
      Keterlambatan Penerbangan/Ketinggalan Penerbangan Lanjutan
      • Surat Keterangan dari Maskapai Penerbangan sehubungan dengan terjadinya Keterlambatan Penerbangan (dari jam berapa sampai dengan jam berapa) atau Dokumen lain sehubungan dengan peristiwa yang dimaksud.
      • Kuitansi asli beserta perincian biaya yang dikeluarkan atas akomodasi hotel atau biaya makan/minum selama terjadinya keterlambatan penerbangan.
      • Lain-lain (bila diperlukan).
      Kehilangan Bagasi
      • Surat Keterangan dari Maskapai Penerbangan sehubungan dengan terjadinya Kehilangan Bagasi (Property Irregularity Report) atau Dokumen lain dari pihak berwenang yang mendukung peristiwa tersebut.
      • Kuitansi asli beserta perincian atas biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pembelian keperluan darurat selama terjadinya Kehilangan Bagasi.
      • Lain-lain (bila diperlukan).
      Biaya Medis di Luar Negeri
      • Laporan/Resume medis lengkap (asli) dari Dokter/rumah sakit yang merawat.
      • Kuitansi beserta perincian biaya (asli) dari rumah sakit.
      • Hasil pemeriksaan laboratorium (asli), jika ada.
      • Laporan Kepolisian (kecelakaan lalu lintas).
      • Lain-lain (bila diperlukan).
      Perlindungan pembelian barang
      • Tiket dan Boarding Pass (apabila melakukan pembelian barang diluar negeri).
      • Surat Keterangan Polisi/Pihak berwenang.
      • Asli bukti jual beli/kwitansi/print out invoice.
      • Sales Draft yang membuktikan bahwa pembelian barang dengan menggunakan Kartu Kredit BNI.
      • Fotokopi Billing Statement yang membuktikan bahwa pembelian barang dengan menggunakan Kartu Kredit BNI.
      • Foto dari harta benda yang mengalami kerusakan.
      • Harta benda pribadi yang ditanggung yang mengalami kerusakan, apabila diminta, atas biaya Tertanggung.
      • Dokumen lainnya (tergantung pada jenis kasus klaim).
      Evakuasi dan Repatriasi Jenasah
      • Surat Keterangan dari Dokter/rumah sakit yang memberi rujukan untuk evakuasi.
      • Kwitansi beserta perincian biaya evakuasi dimaksud.
      • Lain-lain (bila diperlukan).