Berita


BNI Salurkan Rp 10,74 Triliun untuk Pembiayaan Proyek Kelistrikan

BNI lead sindikasi pembiayaan PLTU Indramayu
Jakarta, 12 Oktober 2011. BNI terus mendukung upaya pemerintah dalam menyediakan dan membangun sumber-sumber energi yang menjadi modal strategis dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. BNI menjadi bank nasional yang mendukung PLN dalam akselerasi dan implementasi pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 10.000 MW (PLN Fast Track Program 10.000 MW). Total fasilitas pembiayaan di bidang kelistrikan yang telah disalurkan BNI mencapai Rp 10,74 triliun, dengan total plafond sebesar Rp 16,14 triliun.

Demikian disampaikan Gatot M Suwondo, Direktur Utama BNI, pada kesempatan peresmian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 Jawa Barat - Indramayu bersama Menteri Perekonomian RI, Hatta Rajasa, dan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan, di Indramayu, Jawa Barat (12/10).

“Pembangunan ekonomi harus didukung oleh pembangunan infrastruktur sebelumnya, dengan prioritas tiga bidang yang sangat vital, yaitu pertama, ketersediaan energi atau kelistrikan. Kedua, adanya channel distribusi yang terdiri dari jalan, pelabuhan udara dan laut untuk consumer goods. Ketiga dan tidak kalah penting adalah telekomunikasi. Dari prioritas ini, bisa dilihat betapa sangat pentingnya pembangunan dan penyediaan energi kelistrikan,” kata Gatot.

Bagi BNI, industri kelistrikan atau power plant telah ditetapkan sebagai salah satu dari 8 industri unggulan bisnis BNI. Delapan sektor unggulan sebagai fokus bisnis BNI, yaitu pertanian, komunikasi, kelistrikan, perdagangan besar & eceran, migas & pertambangan, konstruksi, makanan minuman, dan bahan kimia / pupuk (termasuk barang dari karet). Dengan ditetapkannya sektor kelistrikan sebagai sektor unggulan, BNI mengimbanginya dengan mengembangkan strategi bisnis pembiayaan, penyiapan sumberdaya manusia dan sarana, serta menyediakan platform untuk penyediaan pembiayaan di sektor kelistrikan.

Untuk proyek pembangunan PLTU  Indramayu yang berkapasitas 3 x 330 MW ini, BNI bertindak sebagai lead sindikasi pembiayaan dengan total kredit sebesar Rp 1,27 triliun. Fasilitas kredit yang diberikan BNI sebesar Rp 343,69 miliar, sedangkan fasilitas dari anggota sindikasi lain, yaitu BCA sebesar Rp 309,74 miliar, Bank Mandiri sebesar Rp 309,74 miliar, dan BRI sebesar Rp 309,74 miliar.

Proyek PLTU yang berlokasi di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Indramayu ini dibangun dengan nilai investasi sebesar USD 766,40 juta dan Rp 1,65 triliun. BNI telah aktif dalam turut serta pembiayaan proyek-proyek kelistrikan, termasuk dalam fast track program 10.000 MW (PLTU Indramayu, PLTU Rembang, dan PLTU Labuan), dan proyek lainnya, antara lain PLTU Tanjung Awar-Awar, PLTU Bangka Belitung, PLTU Kalimantan Selatan, PLTU Sulawesi Selatan, PLTU Papua, PLTU Tarahan, PLTU Pangkalan Susu, PLN Pikitring Luar Jawa – Bali, PLN Pikitring Jawa – Bali, dan Transmisi Gardu induk Areva.

Mengenai BNI
BNI merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia, memiliki 1.511 Outlet cabang dan sentra kredit yang tersebar di seluruh Indonesia, dan 5 cabang luar negeri (Singapura, Hong Kong, Tokyo, New York dan London), serta perwakilan di beberapa negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Untuk jaringan elektronik, BNI memiliki 5.577 ATM ditambah 21.143 ATM LINK dan 30.794 ATM Bersama, serta fasilitas phonebanking 24 jam BNI Call  500046 atau melalui ponsel (021) 500046 dan 68888, serta SMS Banking dan BNI Internet Banking www.bni.co.id untuk kebutuhan transaksi perbankan dengan ratusan fitur transaksi.

Bagi nasabah institusi bisnis, BNI memberikan layanan cash management secara online; trade finance, perdagangan internasional (ekspor/impor) dan remittance/pengiriman uang yang didukung oleh jaringan cabang luar negeri dan ±1.500 bank koresponden di seluruh dunia. Saham BNI tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode BBNI sejak tahun 1996.                       

BNI lead sindikasi pembiayaan PLTU Indramayu
Jakarta, 12 Oktober 2011. BNI terus mendukung upaya pemerintah dalam menyediakan dan membangun sumber-sumber energi yang menjadi modal strategis dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. BNI menjadi bank nasional yang mendukung PLN dalam akselerasi dan implementasi pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 10.000 MW (PLN Fast Track Program 10.000 MW). Total fasilitas pembiayaan di bidang kelistrikan yang telah disalurkan BNI mencapai Rp 10,74 triliun, dengan total plafond sebesar Rp 16,14 triliun.

Demikian disampaikan Gatot M Suwondo, Direktur Utama BNI, pada kesempatan peresmian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 Jawa Barat - Indramayu bersama Menteri Perekonomian RI, Hatta Rajasa, dan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan, di Indramayu, Jawa Barat (12/10).

“Pembangunan ekonomi harus didukung oleh pembangunan infrastruktur sebelumnya, dengan prioritas tiga bidang yang sangat vital, yaitu pertama, ketersediaan energi atau kelistrikan. Kedua, adanya channel distribusi yang terdiri dari jalan, pelabuhan udara dan laut untuk consumer goods. Ketiga dan tidak kalah penting adalah telekomunikasi. Dari prioritas ini, bisa dilihat betapa sangat pentingnya pembangunan dan penyediaan energi kelistrikan,” kata Gatot.

Bagi BNI, industri kelistrikan atau power plant telah ditetapkan sebagai salah satu dari 8 industri unggulan bisnis BNI. Delapan sektor unggulan sebagai fokus bisnis BNI, yaitu pertanian, komunikasi, kelistrikan, perdagangan besar & eceran, migas & pertambangan, konstruksi, makanan minuman, dan bahan kimia / pupuk (termasuk barang dari karet). Dengan ditetapkannya sektor kelistrikan sebagai sektor unggulan, BNI mengimbanginya dengan mengembangkan strategi bisnis pembiayaan, penyiapan sumberdaya manusia dan sarana, serta menyediakan platform untuk penyediaan pembiayaan di sektor kelistrikan.

Untuk proyek pembangunan PLTU  Indramayu yang berkapasitas 3 x 330 MW ini, BNI bertindak sebagai lead sindikasi pembiayaan dengan total kredit sebesar Rp 1,27 triliun. Fasilitas kredit yang diberikan BNI sebesar Rp 343,69 miliar, sedangkan fasilitas dari anggota sindikasi lain, yaitu BCA sebesar Rp 309,74 miliar, Bank Mandiri sebesar Rp 309,74 miliar, dan BRI sebesar Rp 309,74 miliar.

Proyek PLTU yang berlokasi di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Indramayu ini dibangun dengan nilai investasi sebesar USD 766,40 juta dan Rp 1,65 triliun. BNI telah aktif dalam turut serta pembiayaan proyek-proyek kelistrikan, termasuk dalam fast track program 10.000 MW (PLTU Indramayu, PLTU Rembang, dan PLTU Labuan), dan proyek lainnya, antara lain PLTU Tanjung Awar-Awar, PLTU Bangka Belitung, PLTU Kalimantan Selatan, PLTU Sulawesi Selatan, PLTU Papua, PLTU Tarahan, PLTU Pangkalan Susu, PLN Pikitring Luar Jawa – Bali, PLN Pikitring Jawa – Bali, dan Transmisi Gardu induk Areva.

Mengenai BNI
BNI merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia, memiliki 1.511 Outlet cabang dan sentra kredit yang tersebar di seluruh Indonesia, dan 5 cabang luar negeri (Singapura, Hong Kong, Tokyo, New York dan London), serta perwakilan di beberapa negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Untuk jaringan elektronik, BNI memiliki 5.577 ATM ditambah 21.143 ATM LINK dan 30.794 ATM Bersama, serta fasilitas phonebanking 24 jam BNI Call  500046 atau melalui ponsel (021) 500046 dan 68888, serta SMS Banking dan BNI Internet Banking www.bni.co.id untuk kebutuhan transaksi perbankan dengan ratusan fitur transaksi.

Bagi nasabah institusi bisnis, BNI memberikan layanan cash management secara online; trade finance, perdagangan internasional (ekspor/impor) dan remittance/pengiriman uang yang didukung oleh jaringan cabang luar negeri dan ±1.500 bank koresponden di seluruh dunia. Saham BNI tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode BBNI sejak tahun 1996.                       

Related

Arsip Berita