Berita


BNI Kelola Dana Indonesia Power

Jakarta, 7 Juli 2014. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Indonesia Power, salah satu anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), menjalin kerja sama dalam pengelolaan keuangan terpusat yang dikenal dengan layanan Rekening Imprest Terpusat untuk mengelola dan mengendalikan posisi keuangan secara efisien di lingkungan kerja PT Indonesia Power. Indonesia Power menunjuk BNI sebagai pelaksana sistem Rekening Imprest Terpusat untuk mengelola 15 Unit Bisnis PT Indonesia Power yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kerja sama BNI dengan Indonesia Power tersebut secara resmi dilaksanakan di Jakarta, Senin (7/7/2014). Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Utama PT Indonesia Power Supangkat Iwan Santoso, Direktur Keuangan Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani, General Manager BUMN & Institusi Pemerintah BNI Putrama Wahju Setyawan, dan General Manager Divisi Jasa Transaksional Perbankan BNI Iwan Kamaruddin.

Ke-15 unit usaha Indonesia Power yang rekeningnya dimasukkan ke dalam pengelolaan ini adalah Unit Bisnis Pembangkit Suralaya, Unit Bisnis Pembangkit Tanjung Priok, Unit Bisnis Pembangkit Saguling, Unit Bisnis Pembangkit Kamojang, Unit Bisnis Pembangkit Mrica, Unit Bisnis Pembangkit Semarang, Unit Bisnis Pembangkit Perak & Grati, Unit Bisnis Pembangkitan dan Operasi Pemeliharaan (UBPOH) Bali, Unit Bisnis Pemeliharaan, Unit Bisnis Operasi & Pemeliharaan (UBOH) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten 1 Suralaya 8, UBOH PLTU Banten 2 Labuan, UBOH PLTU Banten 3 Lontar, UBOH PLTU 2 Jawa Barat Pelabuhan Ratu, UBOH Adipala, dan UBOH Pangkalan Susu.

Putrama Wahju Setyawan mengungkapkan, melalui kerja sama ini, BNI dapat memenuhi kebutuhan Indonesia Power dalam memelihara dan mengelola posisi keuangan secara efektif dan efisien di lingkungan kerja Indonesia Power, baik untuk Operasional maupun Investasi. Jumlah dana operasional yang dikelola melalui rekening terpusat ini mencapai sekitar Rp 200 miliar per bulan.

"Dengan terpusatnya pengelolaan dana tersebut diharapkan akan terjadi peningkatan intensitas transaksi perbankan di lingkungan Indonesia Power, sehingga BNI dapat memperoleh manfaat berupa adanya peningkatan floating fund pada rekening operasional dan menjadi sumber pendapatan berbasis komisi baru," ujarnya.

Sementara itu, Iwan Kamaruddin mengungkapkan, melalui Rekening Imprest Terpusat, BNI memberikan pelayanan kepada PT Indonesia Power dalam bentuk pemindahbukuan/ pendebetan dana secara otomatis dari Rekening Pusat ke Rekening Unit Bisnis untuk kepentingan pengeluaran Unit Bisnis, dimana masing-masing Unit Bisnis diberikan limit tertentu. "Dengan kerja sama ini, PT Indonesia Power akan mendapatkan manfaat berupa efisiensi dalam proses bisnisnya," ungkap Iwan.

Sebelumnya, BNI dengan Indonesia Power telah melakukan kerja sama Cash Management lain dalam kaitan penggunaan layanan BNI e-Tax sejak Juli2013. Kali ini selain Rekening Imprest Terpusat, BNI juga menyediakan layanan BNI Cash Card PLN, yaitu salah satu solusi cash management yang digunakan untuk mengelola kas kecil di tingkat sub unit bisnis. Dengan solusi ini, sub unit bisnis akan memperoleh kepastian ketersediaan dana untuk operasional kas kecilnya.

"Inovasi BNI tidak akan berhenti sampai di sini, kedua pihak berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dalam pembayaran pajak impor barang secara online," tuturnya.

Jakarta, 7 Juli 2014. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Indonesia Power, salah satu anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), menjalin kerja sama dalam pengelolaan keuangan terpusat yang dikenal dengan layanan Rekening Imprest Terpusat untuk mengelola dan mengendalikan posisi keuangan secara efisien di lingkungan kerja PT Indonesia Power. Indonesia Power menunjuk BNI sebagai pelaksana sistem Rekening Imprest Terpusat untuk mengelola 15 Unit Bisnis PT Indonesia Power yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kerja sama BNI dengan Indonesia Power tersebut secara resmi dilaksanakan di Jakarta, Senin (7/7/2014). Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Utama PT Indonesia Power Supangkat Iwan Santoso, Direktur Keuangan Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani, General Manager BUMN & Institusi Pemerintah BNI Putrama Wahju Setyawan, dan General Manager Divisi Jasa Transaksional Perbankan BNI Iwan Kamaruddin.

Ke-15 unit usaha Indonesia Power yang rekeningnya dimasukkan ke dalam pengelolaan ini adalah Unit Bisnis Pembangkit Suralaya, Unit Bisnis Pembangkit Tanjung Priok, Unit Bisnis Pembangkit Saguling, Unit Bisnis Pembangkit Kamojang, Unit Bisnis Pembangkit Mrica, Unit Bisnis Pembangkit Semarang, Unit Bisnis Pembangkit Perak & Grati, Unit Bisnis Pembangkitan dan Operasi Pemeliharaan (UBPOH) Bali, Unit Bisnis Pemeliharaan, Unit Bisnis Operasi & Pemeliharaan (UBOH) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten 1 Suralaya 8, UBOH PLTU Banten 2 Labuan, UBOH PLTU Banten 3 Lontar, UBOH PLTU 2 Jawa Barat Pelabuhan Ratu, UBOH Adipala, dan UBOH Pangkalan Susu.

Putrama Wahju Setyawan mengungkapkan, melalui kerja sama ini, BNI dapat memenuhi kebutuhan Indonesia Power dalam memelihara dan mengelola posisi keuangan secara efektif dan efisien di lingkungan kerja Indonesia Power, baik untuk Operasional maupun Investasi. Jumlah dana operasional yang dikelola melalui rekening terpusat ini mencapai sekitar Rp 200 miliar per bulan.

"Dengan terpusatnya pengelolaan dana tersebut diharapkan akan terjadi peningkatan intensitas transaksi perbankan di lingkungan Indonesia Power, sehingga BNI dapat memperoleh manfaat berupa adanya peningkatan floating fund pada rekening operasional dan menjadi sumber pendapatan berbasis komisi baru," ujarnya.

Sementara itu, Iwan Kamaruddin mengungkapkan, melalui Rekening Imprest Terpusat, BNI memberikan pelayanan kepada PT Indonesia Power dalam bentuk pemindahbukuan/ pendebetan dana secara otomatis dari Rekening Pusat ke Rekening Unit Bisnis untuk kepentingan pengeluaran Unit Bisnis, dimana masing-masing Unit Bisnis diberikan limit tertentu. "Dengan kerja sama ini, PT Indonesia Power akan mendapatkan manfaat berupa efisiensi dalam proses bisnisnya," ungkap Iwan.

Sebelumnya, BNI dengan Indonesia Power telah melakukan kerja sama Cash Management lain dalam kaitan penggunaan layanan BNI e-Tax sejak Juli2013. Kali ini selain Rekening Imprest Terpusat, BNI juga menyediakan layanan BNI Cash Card PLN, yaitu salah satu solusi cash management yang digunakan untuk mengelola kas kecil di tingkat sub unit bisnis. Dengan solusi ini, sub unit bisnis akan memperoleh kepastian ketersediaan dana untuk operasional kas kecilnya.

"Inovasi BNI tidak akan berhenti sampai di sini, kedua pihak berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dalam pembayaran pajak impor barang secara online," tuturnya.

Related

Arsip Berita