bni.co.id

PROGRAM KEMITRAAN

Sebagai institusi perbankan nasional, kesejahteraan masyarakat Indonesia menjadi semangat dan tujuan utama BNI dalam berkarya.

 

Mengacu pada Peraturan Menteri BUMN No. 05/MB/2007 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), BNI telah melaksanakan program-program PKBL yang mengusung tema Bersama Membangun Negeri (BNI Berbagi) di seluruh Indonesia dengan melibatkan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak eksternal, pegawai BNI dan institusi terkait. Melalui program ini, BNI berusaha untuk meningkatkan dampak positif dan manfaat keberadaan BNI di tengah masyarakat Indonesia demi memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta lingkungan yang lebih baik.

 

Program Kemitraan

Program kemitraan pada tahun 2014 difokuskan pada bidang industri kerajinan kreatif dan pangan melalui program Kampoeng BNI di seluruh Wilayah Indonesia. BNI berharap dengan program-program tersebut dapat mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di suatu kawasan pedesaan melalui pinjaman lunak program kemitraan maupun bantuan dalam rangka penguatan kapasitas bagi masyarakat di daerah tersebut.

 

1.   Kampoeng BNI

    Sebagai salah satu bank nasional terbesar yang mewakili kepentingan berbagai pihak, BNI berperan aktif dalam pengembangan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat kecil. Tujuannya untuk menciptakan kemajuan ekonomi dan sosial terutama pada usaha mikro, kecil dan koperasi dengan harapan kelompok usaha yang bersangkutan mampu berperan menjadi kekuatan ekonomi yang kuat dan sehat. Peran ini terus dilaksanakan melalui berbagai program Corporate Community Responsibility (CCR), salah satunya meneruskan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan berkonsep “Kampoeng BNI”. Dengan Kampoeng BNI, BNI terus memperluas perkembangan industri kreatif dengan pola pemberdayaan ekonomi masyarakat kawasan pedesaan melalui penyaluran kredit Program Kemitraan yang mengelola potensi sumber daya setempat dan kearifan lokal sekaligus pembinaan berkelanjutan. Program Kampoeng BNI tidak sekadar menyalurkan pembiayaan usaha, tapi juga memberikan capacity building atau pelatihan peningkatan kapasitas seperti pelatihan tenun sesuai dengan keinginan pasar internasional, pelatihan pembukuan sederhana, pelatihan pemasaran efektif dan pelatihan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan mitra binaan.

 

      Sejak tahun 2007, BNI sudah mengembangkan 28 Kampoeng BNI di Indonesia. Dimana tiap Kampoeng menonjolkan ciri khas masing-masing. Pada tahun 2014, BNI menambah 4 Kampoeng yakni Kampoeng BNI Batik Tulis Wiradesa (Pekalongan), Kampoeng BNI Batik Tulis Lasem (Rembang), Kampoeng BNI Imogiri (Bantul), dan Kampoeng BNI Kain Sasirangan (Banjarmasin). Total dana yang tersalur mencapai Rp 18,28 miliar.

       

 

Kampoeng BNI Tahun 2014 Dalam Angka


Lokasi

Jumlah Mitra Binaan

Dana  Bantuan Kredit

(Rp)

Dana Bantuan

Sarana Umum (Rp)

Kampoeng BNI Batik Tulis Wiradesa Pekalongan (Jawa Tengah)

42

4,98 miliar

3,3 miliar

Kampoeng BNI Batik Tulis Lasem Rembang (Jawa Tengah)

101

2,1 miliar

598 juta

Kampoeng BNI Imogiri Bantul (DI Yogyakarta)

200

3,8 miliar

547 juta

Kampoeng BNI Kain Sasirangan Banjarmasin (Kalsel)

23

2,1 miliar

892 juta

 

 

2. Membawa UMKM Indonesia ke Pasar Internasional Melalui Pameran Produk Kampoeng  BNI

 

Bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belanda, BNI mengadakan

Pameran Produk Kampoeng BNI pada Agustus 2014 sebagai bagian dari rangkaian “The Pride of Indonesia Heritage” dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-69. Pameran ini menampilkan display koleksi desainer Denny Wirawan dan Tuty Cholid serta beragam produk mitra binaan Kampoeng BNI seperti kerajinan kain tenun dan batik, seni pahat kayu dan logam, perhiasan perak dan seni modern serta kerajinan kulit untuk fashion dan gaya hidup. Pengunjung begitu antusias menyaksikan pameran ini dan berinteraksi langsung dengan para mitra binaan BNI.

 

 

3. Kampoeng Bni Sejuta Pesona Kearifan Lokal

 

Sebagai sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor perbankan, BNI mengemban amanat dan tanggung jawab untuk menghantarkan seluruh lapisan masyarakat negeri ini menuju kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Adalah tantangan tersendiri untuk mencapai hal tersebut, karena Indonesia adalah negeri yang begitu besar dengan ragam budaya dan potensi daerah. Untuk itulah BNI meluncurkan program “Kampoeng BNI”.

 

Sejak pertama kali diinisiasi pada tahun 2007, program Kampoeng BNI adalah pelopor program kepedulian masyarakat yang terintegrasi dengan proses bisnis. Saat ini, Kampoeng BNI telah berkembang menjadi flagship program dalam rangka mewujudkan cita-cita BNI untuk membangun pedesaan, memberdayakan masyarakat, dan mengembangkan potensi ekonomi di setiap daerah berbasis potensi sumber daya lokal.

 

Kampoeng BNI bergerak dengan pola pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran kredit lunak sekaligus pembinaan berkelanjutan melalui capacity building, pendampingan, promosi, dan dukungan infrastruktur, sehingga secara jangka panjang masyarakat dapat mandiri dan meningkatkan taraf hidupnya.

 

Pada tahun 2014, BNI menerbitkan sebuah buku yang berjudul “Kampoeng BNI Sejuta Pesona Kearifan Lokal” yang didedikasikan kepada seluruh mitra binaan Kampoeng BNI di seluruh Nusantara. Buku tersebut bertujuan untuk menonjolkan keunikan dan ciri khas dari masing-masing Kampoeng BNI. Melalui buku ini diharapkan setiap Kampoeng BNI menjadi semakin bersemangat untuk tumbuh dan berkembang bersama BNI menuju masyarakat yang lebih sejahtera.

 

 

 

Kampoeng BNI

PERIKANAN

MUARA ANGKE

 

Pluit

Jakarta

 

“Mengoptimalkan Potensi Pengasin Ikan Tradisional”

 

60 Mitra Binaan BNI

Rp2,4 miliar penyaluran*

dan Rp500 juta bina lingkungan

Kampoeng BNI

SENI KAMASAN

 

 

Klungkung

Bali

 

“Melestarikan Budaya Leluhur”

 

 

101 Mitra Binaan BNI

Rp1,6 miliar penyaluran*

dan Rp247 juta bina lingkungan

Kampoeng BNI

TENUN SUMATERA SELATAN

 

Muara Penimbung

SumSel

 

“Songket Sriwijaya Yang Melegenda”

 

 

365 Mitra Binaan BNI

Rp2,42miliar penyaluran*

dan Rp480 juta bina lingkungan

Kampoeng BNI

TENUN PANDAI SIKEK

 

 

Pandai Sikek

SumBar

 

“Selamatkan Warisan Nenek Moyang”

 

 

36 Mitra Binaan BNI

Rp760 juta penyaluran*

dan Rp900 juta bina lingkungan

Kampoeng BNI

BATIK TULIS WIRADESA

 

Kemplong

Jateng

 

“Tetesan Keringat Yang Berharga”

 

 

42 Mitra Binaan BNI

Rp3,3 miliar penyaluran*

dan Rp498 juta bina lingkungan

Kampoeng BNI

IMOGIRI

 

 

Karangtengah

Yogyakarta

 

“Semua Ada di Satu Desa”

 

 

379 Mitra Binaan BNI

Rp5,2 miliar penyaluran*

dan Rp547 juta bina lingkungan

 

Kampoeng BNI

BATIK TULIS LASEM

 

Babagan

Jateng

 

“Mengukir Jejak Tionghoa di Tanah Lasem”

 

101 Mitra Binaan BNI

Rp2,1 miliar penyaluran*

dan Rp598 juta bina lingkungan

Kampoeng BNI

NELAYAN LAMONGAN

 

Lamongan

Jatim

 

“Mengangkat Martabat Kaum Nelayan”

 

567 Mitra Binaan BNI

Rp22,6 miliar penyaluran*

dan Rp569 juta bina lingkungan

Kampoeng BNI

PISANG LUMAJANG

 

 

Kandangtepus

Jatim

 

“Mendulang Emas Pisang Mas Kirana”

 

 

88 Mitra Binaan BNI

Rp3,1 miliar penyaluran*

dan Rp405 juta bina lingkungan

Kampoeng BNI

SASIRANGAN

 

 

Sasirangan

Kalsel

 

“Memaknai Nilai Luhur Selembar Kain”

 

23 Mitra Binaan BNI

Rp2,1 miliar penyaluran*

dan Rp892 juta bina lingkungan

 

 

4. Menilik Kabar dan Cerita Mitra Kampoeng BNI

    I Gede Surya Atmaja: Sebuah Testimoni

 

Tahun 2005, I Gede Surya Atmaja memulai usaha uang kepeng, sebuah kerajinan seni yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan, khususnya perlengkapan ibadah. Mayoritas pembelinya berasal dari desa sekitar, yang menggunakan produk tersebut sebagai pendukung kebutuhan upacara adat, serta pura maupun rumah tinggal.


Usaha yang dijalankan kian berkembang setelah masuknya BNI yang menjadikan desanya sebagai Kampoeng BNI pada 2011. Selain mendapatkan pelatihan, Gede juga mendapatkan suntikan modal. “Dengan bantuan yang diberikan BNI, saya semakin percaya diri untuk memenuhi pesanan dalam jumlah besar,” ungkap ayah empat anak ini.


Kini, Gede menikmati buah kegigihannya. Perbulan, ia mampu mengantongi keuntungan rata-rata Rp75 juta. Kini dari hasil usahanya tersebut. Berkat BNI, penjualannya pun meluas. Tak hanya di pulau Bali, karena pelanggan baru berdatangan dari Lampung, Sulawesi dan pulau Jawa. “Saya bahagia karena usaha ini mampu memperkerjakan banyak orang. Semoga ke depan BNI terus membina desa kami menjadi lebih maju,” ungkap pria yang memegang prinsip jujur dan bekerja keras dalam menjalankan usahanya.