Strategi Cuan Hadapi Window Dressing Akhir Tahun

Window Dressing

Fenomena window dressing sering terjadi pada akhir kuartal saat penyampaian laporan keuangan kuartalan untuk memaksimalkan kinerja emiten. Disamping fenomena tersebut, penghujung tahun ini menjadi momen menyambut tahun politik baru yang akan berdampak strategi dan arah kebijakan pertumbuhan ekonomi nasional. Simak strategi jitu peroleh cuan dari alokasi dana Anda, serta rekomendasi produk investasi untuk menangkap peluang keuntungan maksimal.

Window Dressing

window dressing (WD) pada dasarnya merupakan istilah yang digunakan dalam dunia ritel. Istilah ini merujuk pada strategi di mana para pelaku di bidang ritel menghias window display atau etalase kacanya yang berisi produk jualannya dengan semenarik mungkin, untuk bisa menarik minat para calon konsumen, sehingga akhirnya melakukan pembelian.

Khusus di bidang investasi saham, istilah WD merujuk pada bagaimana manajer investasi membeli atau menjual saham pada waktu tertentu, untuk menunjukkan bahwa performa saham itu sedang bagus, bagi manajer investasi, strategi window dressing saham akan meningkatkan performa portofolio saham yang dimilikinya, sebelum diperlihatkan pada para kliennya. Dengan begini, maka para klien akan merasa puas dengan kinerjanya, sehingga jasanya akan digunakan kembali. Hal ini juga akan bisa mendatangkan klien baru, yang tertarik dengan kinerja manajer investasi tersebut.

Sedangkan untuk Perusahaan ataupun emiten, window dressing saham akan bisa membuat isi laporan keuangan semakin cemerlang. Emiten biasanya akan melakukan penjualan saham dengan harga miring atau menghadirkan promo di akhir tahun, guna meningkatkan pendapatan. Dengan begini, maka kondisi kas akan terlihat lebih sehat terhadap peningkatan laba di laporan keuangan.

Window dressing saham biasanya dilakukan di akhir tahun ataupun jelang pergantian tahun. Namun, strategi ini juga tidak mustahil untuk diaplikasikan di akhir kuartal. Pada intinya, pengaplikasian window dressing akan membuat saham Perusahaan jadi terlihat menarik, sehingga para investor tertarik untuk membeli saham alias investasi dana ke Perusahaan tersebut.

Kebanyakan saham-saham yang mengalami fenomena window dressing tergolong sebagai penggerak utama IHSG atau memiliki kapitalisasi besar. Efek window dressing biasanya ditandai naiknya sejumlah saham dengan kenaikan diatas 5-10% hanya dalam satu hari perdagangan bursa.

Untuk memperoleh cuan saat fenomena ini terjadi, pastikan Anda cermat dalam memilih saham, biasanya saham pendorong utama indeks. Tetap pertimbangkan faktor fundamental dan teknikal saham yang Anda pilih karena belum tentu saham yang mengalami window dressing pada tahun sebelumnya akan mengalami pola yang sama pada tahun ini.

Tips berinvestasi menghadapi window dressing saham yang perlu diperhatikan :

  1. Pilih saham blue chipkarena saham blue chip saat window dressing adalah saham paling berpengaruh terhadap IHSG. Blue chip adalah saham dengan kapitalisasi market di atas 40 triliun, sehingga likuiditasnya bagus atau mudah diperjualbelikan.
  2. Lakukan analisa fundamental dan analisa teknikal. Teliti sebelum membeli saat window dressing adalah hal yang sangat penting. Lakukanlah analisa fundamental melalui laporan keuangan Perusahaan dan analisa teknikal. Analisa teknikal saham dapat dilakukan dengan melihat pergerakan harga dan melihat harga tertinggi dan terendah pada periode tertentu.
  3. Alokasikan dana untuk investasi. Sisihkan penghasilan kamu sebesar 10-30% untuk berinvestasi pastikan juga keuangan kamu selalu dalam keadaan sehat.
  4. Mulailah berinvestasi lebih awal, khususnya untuk kita yang akan mengejar posisi Window Dressing di akhir tahun.

Hubungi Relationship Manager (RM) jika Anda belum memiliki rekening investasi di BNI, atau Anda dapat dengan mudah membuka rekening investasi di BNI Mobile Banking di menu “Rekeningku–Rekening Investasi”. Simak informasi lengkapnya disini.

Investasi kini semakin nyaman dan mudah dalam 1 genggaman saja di BNI Mobile Banking.

Informasi lebih lanjut, hubungi layanan 24 jam BNI Emerald Call 1500098.

#InvestasimpleBNI #BNIEmerald

Simple and Smart Investing with BNIAM IDX30

Bursa Efek Indonesia memiliki Indeks Harga Saham Gabungan atau yang biasa kita kenal dengan singkatan IHSG untuk mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di Papan Utama dan Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia. IHSG diperkenalkan kepada publik dan diluncurkan pada 4 April 1983. Seiring dengan semakin berkembangnya pasar modal Indonesia, pada 1 Febuari 1997 Bursa Efek Indonesia meluncurkan Indeks LQ45 yang mengukur kinerja harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental Perusahaan yang baik.

Seiring waktu berjalan, partisipasi investor di pasar modal Indonesia semakin meningkat dan Bursa Efek Indonesia meluncurkan Indeks IDX30 pada 23 April 2012 untuk membantu dan memudahkan investor dalam berinvestasi saham karena Indeks IDX30 merupakan Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental Perusahaan yang baik, atau dalam bahasa sederhananya 30 saham terbaik dari anggota Indeks LQ45.

Sejalan dengan Bursa Efek Indonesia untuk membantu dan memudahkan investor untuk berinvestasi, BNI Asset Management bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia meluncurkan Reksa Dana Indeks BNI-AM Indeks IDX30 (BNI30) pada 28 Desember 2017. BNI30 dapat menjawab kebingungan investor dalam memilih Reksa Dana Saham dan menjadi solusi tepat bagi investor karena 30 saham yang menjadi anggotanya merupakan saham-saham dengan likuiditas perdagangan tinggi, nilai kapitalisasi pasar yang besar, serta memiliki kinerja fundamental Perusahaan yang baik.

Sumber Data : Bloomberg per 28 April 2022.

Dengan berinvestasi pada BNI30, investor mendapatkan 3 manfaat utama sekaligus, yaitu :

  1. Diversifikasi optimal pada 30 saham unggulan.
  2. Transparansi dalam pengelolaan.
  3. Biaya Pengelolaan yang efisien.

Nasabah BNI Emerald sebagai pebisnis, profesional, dan profesi lainnya dapat menikmati hasil investasi pada Reksa Dana BNI30, tanpa harus repot dan terganggu dengan pengelolaan portofolio investasi. Reksa Dana BNI30 sangat cocok untuk investor pemula maupun berpengalaman dengan horizon investasi jangka panjang dengan kinerja yang konsisten. Akhir kata, mengutip petuah dari salah satu investor tersukses di dunia : If you don’t find a way to make money while you sleep, you will work until you die.

Salam Investasi…

#BetterFutureInvestNow.

Reksa Dana Pendapatan Tetap BNI-AM Makara

Masa depan ada di tangan Anda!

Mari rancang masa depan yang lebih cerah melalui investasi Reksa Dana.

Reksa Dana Pendapatan Tetap BNI-AM Makara Investasi :

Indikasi Imbal Hasil :

Historical 1 tahun (Apr’21-Apr’22) :

  • Kenaikan NAB : -0,53% net.
  • Pembagian Dividen : 4,68% net.
  • Total : 4,16% net.

Fitur Produk :

  • Indikasi pembagian hasil investasi tunai bulanan.
  • Risiko tersebar pada puluhan aset dasar, dikelola secara aktif.
  • Aset Dasar mayoritas pada Obligasi Korporasi dan Negara.

Manajer Investasi : PT BNI Asset Management.

Informasi produk dan klasifikasi risiko dapat dilihat pada https://bit.ly/FFS-BNIAM-MAKARA.

Jangan lupa cek profil risiko Anda untuk kesesuaian produk dan dapatkan informasi produk lainnya melalui https://bit.ly/INVESTASIBNI.

Informasi dan transaksi investasi dapat menghubungi Cabang BNI atau BNI Mobile Banking.

#InvestasiGaPakeNanti.

Optimize your Investment with Trim Dana Tetap 2

Sejak 2020 investor pasar modal tumbuh sangat pesat di Indonesia. Hal ini disebabkan informasi mengenai investasi di pasar modal seperti saham, obligasi dan reksa dana sangat mudah diakses dan tersedia dalam jumlah yang banyak sejak mulai pandemic Covid-19. Awalnya investasi yang tumbuh pesat adalah saham, namun seiring berjalannya waktu beberapa investor mulai menyesuaikan profil risiko mereka dan beralih ke investasi pendapatan tetap seperti obligasi pemerintah, obligasi ritel, obligasi korporasi dan lain-lain. Naiknya minat investor terhadap asset pendapatan tetap terjadi seiring penurunan rate deposito yang menjadi instrument investasi kebanyakan masyarakat Indonesia, investor mulai mencari alternative produk investasi yang memberikan pendapatan tetap dan tidak menggerus nilai pokok investasi. Obligasi ritel menjadi salah satu pilihan investor, dimana instrument ini diterbitkan oleh negara, menawarkan imbal hasil yang menarik di atas deposito dan nilai pokok investasi terjaga apabila disimpan sampai jatuh tempo. Namun obligasi ritel memiliki keterbatasan, seperti kuota terbatas, tanggal penawaran terbatas, dan kemungkinan adanya kerugian apabila dijual sebelum jatuh tempo.

Pilihan investor selanjutnya dapat jatuh ke reksa dana, khususnya reksa dana pendapatan tetap. Reksa dana pendapatan tetap berinvestasi pada asset-aset pendapatan tetap seperti obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan deposito berjangka. Pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana pendapatan tetap juga tidak seperti reksa dana saham karena isi dari produk ini memiliki kriteria pergerakan harga yang cenderung stabil.

Trimegah Asset Management sejak 2008 telah meluncurkan reksa dana pendapatan tetap yang memiliki strategi fleksibel dalam investasi pada asset pendapatan tetap baik obligasi pemerintah dan obligasi korporasi.

  • Dengan adanya fleksibiltas ini, reksa dana Trim Dana Tetap 2 dapat beradaptasi terhadap kondisi pasar dimana saat obligasi pemerintah sedang berkinerja baik – Trim Dana Tetap 2 dapat meningkatkan proporsi obligasi pemerintah.
  • Saat obligasi pemerintah sedang berkinerja kurang baik, reksa dana ini mengurangi proporsi obligasi pemerintah dan meningkatkan proporsi obligasi korporasi.

Dengan strategi tersebut reksa dana ini terbukti memberikan kinerja yang baik di atas benchmark dan competitor. Reksa Dana ini sangat cocok untuk tipe investor yang memiliki profil risiko moderat yang ingin peningkatan nilai asset dalam jangka menengah tanpa terekspose volatilitas market yang cukup besar. Reksa dana ini dapat dibeli kapan saja dan dengan jumlah nominal mulai dari IDR 100,000.