News


BNI Intense in Distributing KIP in East Indonesia

Ambon, 9 Februari 2017 - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus menyalurkan Kartu Indonesia Pintar atau KIP yang digunakan untuk mendistribusikan dana bantuan bagi siswa sekolah melalui Program Indonesia Pintar atau PIP hingga ke kawasan Indonesia Timur. Saat ini, sudah lebih dari 1.500 rekening Tabungan BNI Simpanan Pelajar atau SimPel yang diterbitkan di Provinsi Maluku, sebagai produk tabungan yang menjadi dasar penggunaan KIP.

Salah satu pelaksanaan penyaluran Tabungan BNI SimPel dan KIP-nya dilaksanakan secara simbolis di Komplek Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Ambon, Maluku pada hari Rabu petang (8 Februari 2017). Acara tersebut disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo. Hadir pada kesempatan tersebut Pemimpin BNI Wilayah Makassar Slamet Djumantoro sebagai pemimpin BNI yang mengkoordinir kawasan sebagian Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara.

Corporate Secretary BNI Kiryanto mengungkapkan, BNI SimPel/SimPel iB adalah tabungan untuk siswa yang diterbitkan secara nasional dengan persyaratan mudah dan sederhana serta fitur yang menarik. Produk simpanan ini diterbitkan dalam rangka edukasi dan inklusi keuangan untuk mendorong budaya menabung sejak dini.

Budaya menabung ini didorong dengan fitur produk yang sangat memudahkan siswa dalam menabung seperti setoran awal dan setoran selanjutnya yang sangat ringan serta tidak dikenakan biaya administrasi rekening bulanan maupun biaya penggantian buku tabungan. Kemudahan lainnya adalah transaksi yang dapat dilakukan oleh para siswa melalui lebih dari 1.700 Cabang BNI, 16.000 BNI ATM dan lebih dari 30.000 Agen BNI46 yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Saat ini, jumlah pemegang rekening BNI Simpanan Pelajar hingga 5 Februari 2017 sudah mencapai lebih dari 250.000 rekening, tumbuh lebih dari 578% dibanding posisi 31 Desember 2015. Sejumlah rekening ini dibuka dengan jalinan kerjasama bersama dengan kurang lebih 1.400 sekolah dari SD sampai dengan SMA di seluruh Indonesia atau yang sederajat dengan dukungan penuh dari dinas pendidikan yang ada di setiap ibukota propinsi," ujar Kiryanto.

Khusus untuk Provinsi Maluku jumlah rekening BNI Simpel saat ini mencapai 1.526 rekening. Selain untuk tujuan inklusi dan edukasi keuangan, produk BNI Simpel juga dipergunakan untuk penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), dimana BNI ditunjuk sebagai bank penyalur untuk 1,6 juta siswa tingkat SMA yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pada Program bantuan pemerintah untuk para siswa yang disebut dengan Program Indonesia Pintar (PIP), BNI ditunjuk sebagai bank penyalur bantuan untuk tingkat SMA di seluruh Indonesia. Pada penyaluran bantuan PIP Tahun 2015 BNI menggunakan produk Tabunganku, yang penyalurannya dapat dilakukan maksimal hingga 31 Desember 2016. Nilai bantuan yang diberikan kepada para siswa SMA ini berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Untuk PIP 2015, jumlah dana yang disalurkan melalui BNI sebesar Rp 1,3 triliun melalui 32 tahapan bantuan yang disalurkan pada 1,6 juta siswa melalui 1,6 juta rekening Tabunganku yang dibukakan di Kantor Cabang BNI di seluruh Indonesia. Khusus untuk Provinsi Maluku, dana yang disalurkan berjumlah Rp 29,5 miliar bagi 35.010 siswa yang tersebar di 324 sekolah meliputi Kabupaten Buru, Buru Selatan, Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Kota Ambon dan Kota Tual. Sementara khusus di Kota Ambon, dana yang disalurkan berjumlah Rp 4,98 miliar untuk 5.785 siswa di 23 sekolah.

Sampai dengan posisi 5 Februari 2017, dari 32 tahapan bantuan, progres pencairan bantuan oleh siswa secara nasional sudah mencapai 90,80% atau 1.487 juta rekening dengan nilai bantuan sebesar Rp1,26 triliun. Pencairan bantuan untuk Provinsi Maluku sudah mencapai 90,12% untuk 31.551 siswa dengan nilai bantuan Rp 26,62 miliar.

Adapun selama 2016, jumlah dana yang akan disalurkan melalui BNI sebesar Rp 1,26 triliun melalui 21 tahapan yang disalurkan pada 1,6 juta siswa melalui 1,6 juta rekening Simpanan Pelajar yang dibukakan di Kantor Cabang BNI di seluruh Indonesia. Khusus untuk Provinsi Maluku, dana yang disalurkan berjumlah Rp 29,26 miliar untuk 37.504 siswa yang tersebar di 271 sekolah meliputi Kabupaten Buru, Buru Selatan, Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Kota Ambon dan Kota Tual. Sementara khusus di Kota Ambon dana yang disalurkan berjumlah Rp 2,09 miliar untuk 2.755 siswa di 32 sekolah.

Sampai dengan posisi 5 Februari 2017, dari 21 tahapan bantuan, progres pencairan bantuan oleh siswa secara nasional sudah mencapai 62,79% untuk 1,039 juta rekening dengan nilai bantuan sebesar Rp 778,8 miliar. Pencairan bantuan untuk Provinsi Maluku sudah mencapai 39,32% untuk 14.745 siswa dengan nilai bantuan Rp11,1 miliar, sedangkan untuk Kota Ambon pencairan sudah mencapai 47,26% untuk 1.302 siswa dengan nilai bantuan Rp 940,5 Juta.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Kiryanto, Corporate Secretary BNI
Telp : 021-5728387, Email : bni@bni.co.id

Ambon, 9 February 2017 - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk or BNI continues to distribute Smart Indonesian Card or KIP which is used to distribute aid fund for students through Smart Indonesian Program or PIP up to East Indonesia area. Currently, it is more than 1,500 Simpanan Pelajar or SimPel BNI Saving accounts issued in Maluku Province, as a saving product which becomes the KIP basis.

One distribution implementation of SimPel BNI Saving and the KIP was held symbolically in the Complex of Junior High (SMP) Negeri 2 Ambon, Maluku on Wednesday afternoon (8 February 2017). That event was witnessed by President RI Joko Widodo. Present in that occasion was BNI Leader of Makassar Area Slamet Djumantoro who coordinates area of part Sulawesi, Maluku and North Maluku.

The Corporate Secretary BNI Kiryanto conveyed, BNI SimPel/SimPel iB is student saving issued nationally with easy and simple requirement as well as interest feature. This saving product is issued in order of education and financial inclusion to encourage early saving culture.

Saving culture is driven by product feature that highly facilitate students in saving such as a very low initial deposit and subsequent deposit, and is not incurred by monthly account administration fee or saving book replacement fee. Other easiness is transaction can be done by students through more than 1,700 BNI Branch, 16,000 BNI ATM and more than 30,000 Agen BNI46 scattered throughout Indonesia.

"Currently, number of BNI Simpanan Pelajar account holders until the 5 February 2017 has reached more than 250,000 accounts, grew more than 578% compared to the position on 31st of December 2015. This number of accounts was opened by joint cooperation of approximately 1,400 schools from Elementary School to Senior High, all over Indonesia or equivalent, with full support from education agency available in each province capital city," said Kiryanto.

Special for Maluku Province number of BNI Simpel accounts currently reaches 1,526 accounts. In addition for the purpose of financial inclusion and education, BNI Simpel product is also used for distribution of Smart Indonesia Program (PIP), where BNI is appointed as the distributor bank for 1.6 million Senior High students all over Indonesia.

In government aid program for students called Smart Indonesia Program (PIP), BNI is appointed as the aid distributing bank for Senior High level throughout Indonesia. The PIP distribution in 2015 BNI used Tabunganku product, which distribution can be maximally done up to 31 December 2016. The support value given to these Senior High students was ranged from Rp 500 thousand to Rp 1 million.

For PIP 2015, the total fund distributed through BNI was Rp 1.3 trillion through 32 aid phases distributed to 1.6 million students through 1.6 million Tabunganku accounts opened in BNI Branch Office throughout Indonesia. Special for Maluku Province, the fund distributed was Rp 29.5 billion for 35,010 students spread in 324 schools include Buru Regency, Buru Selatan, Aru Island, Southwest Maluku, Central Maluku, Southeast Maluku, Southeast West Maluku, Western Seram, Eastern Seram, Ambon City and Tual City. While for Ambon City, the fund distributed was Rp 4.98 billion for 5,785 students in 23 schools.

Up to 5 February 2017, from the 32 aid phases, the aid disbursement progress by students nationally has reached 90.80% or 1,487 million accounts with aid value of Rp1.26 trillion. Aid distribution for Maluku Province has reached 90.12% for 31,551 students with aid value of Rp 26.62 billion.

While in 2016, the total fund distributed through BNI was Rp 1.26 trillion through 21 phases distributed to 1.6 million students through 1.6 million Simpanan Pelajar accounts opened in BNI Branch Offices throughout Indonesia. Special for Maluku Province, the fund distributed was Rp 29.26 billion for 37,504 students spread in 271 schools include Buru Regency, Buru Selatan, Aru Island, Southwest Maluku, Central Maluku, Southeast Maluku, Southeast West Maluku, Western Seram, Eastern Seram, Ambon City and Tual City. While for Ambon City, the fund distributed was Rp 2.09 billion for 2,755 students in 32 schools.

Until 5 February 2017, from 21 aid phases, the aid disbursement progress by students nationally has reached 62.79% for 1,039 million accounts with aid value of Rp 778.8 billion. Aid disbursement for Maluku Province has reached 39.32% for 14,745 students with aid value of Rp11.1 billion, while for Ambon City, the distribution has reached 47.26% for 1,302 students with aid value of Rp 940.5 million.

For more information, please call :

Kiryanto, Corporate Secretary BNI
Tel : 021-5728387, Email : bni@bni.co.id

Related

News Archive